PONOROGO – Tiga medali berhasil diraih kontingen Kabupaten Ponorogo untuk cabang olahraga panjat tebing di gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025.
Tiga medali itu terdiri atas 1 medali emas yang diraih oleh Berliana Wijaya Putri di nomor speed world record perorangan putri, dan 2 medali perak di nomor speed classic campuran dan speed world record beregu putri.
Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Cabang Ponorogo, Relelyanda Solekha Wijayanti, sangat bersyukur dan mengapresiasi prestasi yang diraih oleh para atlet panjat tebing.
“Syukur alhamdulillah, atlet-atlet sudah pulang dalam keadaan sehat wal’afiat. Prestasi yang mereka raih sangat membanggakan masyarakat Ponorogo, khususnya dari cabor panjat tebing,” ujarnya saat menyambut kedatangan para atlet di Resto D’Sultan Ponorogo, Minggu (6/7/2025) malam.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan maPAN DPRD Ponorogo itu menjelaskan, pihaknya mengirimkan 6 kontingen yang mengikuti 7 nomor panjat tebing. Dari ketujuh nomor tersebut, tiga nomor di antaranya berhasil menyumbang satu medali emas dan dua medali perak.
“Kita kirimkan 6 atlet mendapatkan 1 medali emas dan 2 medali perak untuk beregu,” tambah Lely, sapaan akrabnya.
Menurutnya, perjuangan para atlet tidak berhenti sampai di situ saja. Ia mendorong regenerasi atlet panjat tebing agar bisa menjadi cabor unggulan Bumi Reog.
“Tantangannya setelah ini kami akan evaluasi diri dan banyak berpikir bagaimana memajukan regenerasi panjat tebing di klub-klub di Ponorogo, terutama juga terkait fasilitas,” terangnya.
Sementara itu, atlet penyumbang medali emas, Berliana Wijaya Putri, turut bersyukur bisa kembali meraih emas seperti saat Porprov Jatim 2023. Selain mendapatkan emas, ia juga turut meraih 2 medali perak di nomor beregu putri dan speed classic campuran.
“Yang di Porprov Malang ini dapat 1 emas di kelas perorangan, sama 2 perak di kelas beregu putri dan speed mix,” ujar Berliana.
Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Surabaya itu mengaku sempat mengalami sakit flu dan radang tenggorokan saat Porprov. Karena sebelumnya, ia sempat mengikuti Kejurnas dan hanya memiliki waktu sebentar untuk latihan dan beristirahat.
Meski demikian, Berliana tetap optimis dan akhirnya bisa pulang dengan hasil yang memuaskan.
“Nggak dimasukin di pikiran, saya yakin bisa sehat dan alhamdulillah bisa dapat medali,” tandasnya. (jrs/set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













