Jumat
15 Mei 2026 | 5 : 22

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ina Ammania Minta Dana Haji Tak Diinvestasikan ke Proyek Jangka Panjang

pdip jatim 260430 ina ammania

Ina Ammania minta BPKH tidak menempatkan dana haji pada investasi jangka panjang demi menjaga likuiditas dan kepentingan jamaah.

BONDOWOSO — Anggota Komisi VIII DPR RI dari PDI Perjuangan, Ina Ammania, menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam pengelolaan dana haji, khususnya terkait penempatan investasi.

Ia meminta Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan pihak terkait untuk tidak mengalokasikan dana haji ke investasi infrastruktur maupun sektor usaha jangka panjang yang berpotensi mengganggu likuiditas.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Halaqah Keuangan Haji bertajuk “Optimalisasi Dana Haji untuk Kemaslahatan Umat” yang digelar di Grand Padis Hotel Bondowoso, Rabu (29/4/2026).

Ina menegaskan bahwa dana haji merupakan amanah jamaah yang harus dikelola secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab.

“Pengelolaan dana haji harus benar-benar untuk kepentingan jamaah. Karena itu, investasinya harus sesuai syariat Islam dan likuiditasnya harus dijaga,” ujarnya.

Menurutnya, prinsip kehati-hatian menjadi kunci, mengingat dana tersebut berkaitan langsung dengan keberangkatan jamaah setiap tahun.

Ina menyoroti bahwa investasi jangka panjang memiliki risiko terhadap ketersediaan dana, karena tidak dapat dicairkan secara cepat ketika dibutuhkan.

Ia mendorong agar investasi lebih diarahkan pada instrumen jangka pendek yang tetap aman dan likuid.

“Jangan sampai dana jamaah terjebak pada investasi jangka panjang yang sulit dicairkan. Likuiditas harus menjadi pertimbangan utama,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ina membedakan antara investasi pada instrumen negara dan sektor swasta.

Menurutnya, investasi melalui sukuk negara masih dalam koridor aman karena ada jaminan dan tanggung jawab negara. Namun, jika dana ditempatkan pada perusahaan swasta, maka pengawasan harus lebih ketat.

“Kalau melalui sukuk, negara hadir dan bertanggung jawab. Tapi kalau ke swasta, harus ada pengawasan ketat dan tidak bisa tanpa persetujuan DPR RI,” jelasnya.

Selain pengelolaan dana, Ina juga menyoroti panjangnya daftar tunggu jamaah haji yang kini mencapai belasan tahun.

Ia menilai perlu adanya kebijakan yang lebih adil agar jamaah yang telah lama menunggu tidak tersisihkan oleh pendaftar baru. “Yang sudah lama menunggu harus diutamakan. Perlu ada pembatasan agar tidak terjadi ketimpangan,” ujarnya.

Ina mengakui hingga saat ini belum ada regulasi khusus yang mengatur pembatasan usia atau mekanisme pendaftaran haji secara lebih ketat.

Karena itu, pihaknya akan mendorong pembentukan regulasi baru di tingkat DPR RI guna memastikan sistem antrean lebih adil dan terkelola dengan baik.

“Kami akan mengusulkan regulasi agar pengelolaan antrean dan dana haji lebih tertib dan berkeadilan,” pungkasnya. (art/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

PAC PDIP Prajuritkulon Genjot Konsolidasi hingga Anak Ranting, Target Rampung Mei 2026

PAC PDI Perjuangan Prajuritkulon menggencarkan konsolidasi hingga anak ranting untuk memperkuat soliditas kader di ...
LEGISLATIF

Kembalikan Citra Kota Malang sebagai Kota Bunga, Eko Herdiyanto Dorong Penguatan Ruang Hijau di Perbatasan

Eko Herdiyanto mendorong penguatan ruang hijau di perbatasan demi mengembalikan citra Kota Malang sebagai Kota ...
KABAR CABANG

Ditinggal Berjualan, Dapur Mbah Rupini Terbakar, PAC Paron Salurkan Bantuan

  NGAWI – Sebuah bangunan dapur milik Rupini, warga Desa Jambangan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, terbakar pada ...
KRONIK

Grisa Job Fair, Pemkab Ngawi Sinergikan Bidang Pendidikan dengan Industri

NGAWI – Halaman SMK PGRI 1 Ngawi dipadati pencari kerja dalam gelaran Grisa Job Fair 2026, Rabu (13/5/2026). Tidak ...
KABAR CABANG

Suratun Nasikhah Minta Minimal Satu Kader Muda Masuk Calon Pengurus Ranting PDIP

Suratun Nasikhah meminta minimal satu kader muda masuk komposisi calon pengurus ranting PDIP di tingkat desa. ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Sebut Penanganan Stunting di Surabaya Berhasil karena Gotong Royong

Eri Cahyadi menyebut keberhasilan penanganan stunting di Surabaya lahir dari gotong royong dan kolaborasi berbagai ...