Senin
10 Agustus 2026 | 2 : 45

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

NU Dukung 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila

pdip-jatim-gus-ipul-hasto

SURABAYA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendukung penetapan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila. Pemerintah diharapkan segera mengakui dan menetapkan secara resmi, karena 1 Juni salah satu hari bersejarah.

“Selama ini masih bersifat peringatan, dan belum ada penetapan resmi sebagai hari nasional,” kata Ketua PBNU Saifullah Yusuf di sela bedah buku karya Yudi Latif berjudul “Revolusi Pancasila”, di kantor PWNU Jatim, Jalan Masjid Al-Akbar Timur Surabaya, Senin (9/11/2015).

Menurut Gus Ipul, sapaan Saifullah Yusuf, sampai saat ini tidak sedikit yang mendukung agar Presiden RI Joko Widodo menetapkan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila. Semakin hari, lanjut dia, keberadaan Pancasila telah masuk di kehidupan masyarakat sehingga merupakan warisan istimewa yang harus dipahami generasi mendatang.

“Bahkan, tidak bisa dimungkiri bahwa Pancasila yang bisa membuat kita masih bertahan sebagai bangsa yang besar,” ucap pria yang juga Wakil Gubernur Jawa Timur itu. (Hasto: Membumikan Pancasila dengan Jalan Trisakti)

Menurut Gus Ipul, Bung Karno pernah mengatakan, bahwa Indonesia tidak mengikuti konsep liberal maupun komunis, namun mengacu pada sejarah akademik. Sehingga tak dapat dimungkiri bahwa istilah dan substansi Pancasila pertama kali dikenalkan dan dikumandangkan oleh Soekarno pada 1 Juni 1945.

Dalam abstraksinya pada Buku Revolusi Pancasila, tambah dia, Pancasila menjadi dasar berdirinya pepublik ini dan sejatinya merupakan pokok-pokok pikiran filosofis Bung Karno sehingga menjadi jati diri bangsa Indonesia.

Sementara, Yudi Latif, penulis buku “Revolusi Pancasila” menjelaskan bahwa revolusi tersebut harus dimulai dari perubahan besar untuk menuju masyarakat merdeka, bersatu, berdaulat adil dan makmur.

“Cita-cita Pancasila sebenarnya adalah mewujudkan perikehidupan dan kebangsaan yang adil dan makmur,” ujarnya.

Sedang Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto yang turut menjadi pembicara pada kesempatan tersebut menegaskan bahwa Pancasila berperan penting sebagai teori-teori sosial yang dinamis dan progresif.

“Kalau diibaratkan, bahwa keberadaan Pancasila harus mampu memberikan substansi positif bagi kehidupan bermasyarakat,” kata Hasto. (goek/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

OLAHRAGA

16 Tim Bertemu di Soekarno Cup, Komarudin: Sepak Bola Harus Jadi Ruang Persatuan Anak Muda

Komarudin Watubun menegaskan Soekarno Cup 2026 bukan sekadar mengejar kemenangan, tetapi menjadi ruang ...
OLAHRAGA

Soekarno Cup Buka Jalan Talenta Pelosok, Eri: Ini Realisasi Mimpi Anak Petani dan Nelayan

Soekarno Cup 2026 membuka panggung bagi talenta muda dari pelosok, termasuk anak petani dan nelayan. Eri Cahyadi ...
HEADLINE

Said Abdullah: Soekarno Cup Jadi Wadah Talenta Muda Wong Cilik dan Pembentuk Karakter

SURABAYA – Soekarno Cup 2026 tidak sekadar menjadi ajang perebutan gelar juara bagi 16 tim dari berbagai daerah di ...
OLAHRAGA

Soekarno Cup 2026 Siapkan VAR untuk Semifinal dan Final, Jaga Sportivitas Pertandingan

Soekarno Cup 2026 menyiapkan teknologi VAR untuk semifinal dan final. Panitia juga mendatangkan wasit dari luar ...
KABAR CABANG

DPC Tulungagung Harap Kecamatan Pakel Jadi Kandang Banteng Sejati

TULUNGAGUNG – Dalam pelaksanaan Pemilu Legislatif (Pileg) tahun 1999 hingga 2024, tercatat bahwa PDI Perjuangan ...
KRONIK

Hj. Ansari Dorong Masyarakat Perkuat Mitigasi Bencana sejak Dini

PAMEKASAN – Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari, mendorong masyarakat memperkuat mitigasi bencana dan kepedulian ...