Minggu
14 Juni 2026 | 1 : 08

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Novita Ingin Anak-anak Trenggalek Menjadi Generasi Emas, Bukan Generasi Korban

pdip-jatim-250523-pkk-nggalek-1

TRENGGALEK – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini, menegaskan komitmennya dalam mencegah praktik perkawinan anak di wilayahnya.

Hal ini dia sampaikan usai Pokja TP I Kabupaten Trenggalek menerima penghargaan Inovasi Kader PKK berprestasi Tahun 2025 melalui program Pencegahan Perkawinan Anak (Cepak) yang dilaksanakan Provinsi Jawa Timur.

“Kami memulai program Cepak sejak 2021 dan terus berjalan hingga hari ini, bahkan akan terus kami kawal ke depannya. Ini bukan program sesaat, tapi gerakan jangka panjang untuk menyelamatkan masa depan anak-anak kita,” ujar Novita, Kamis (22/5/2025).

Penurunan signifikan angka perkawinan anak di Kabupaten Trenggalek menunjukkan tren penurunan yang sangat menggembirakan dari data yang dihimpun Tahun 2021: 7,6%, Tahun 2022: 3,4%, Tahun 2023: 1,66%, Tahun 2024: 0,93%.

“Kami optimis tren ini akan terus menurun,” tambah perempuan yang juga menjabat sebagai anggota Komisi VII dari Fraksi PDI Perjuangan DPR RI ini.

Menurut Novita, perkawinan anak berpotensi menimbulkan berbagai masalah sosial.

Selain rawan menyebabkan kekerasan dalam rumah tangga, praktik ini juga membuka peluang terjadinya kemiskinan struktural.

“Kami ingin anak-anak Trenggalek tumbuh menjadi generasi emas, bukan generasi korban. Ketika anak-anak dinikahkan terlalu dini, mereka rentan menjadi korban kekerasan dan berpotensi melanggengkan lingkaran kemiskinan,” tegasnya.

Dia menyebut dua faktor utama penyebab tingginya angka perkawinan anak, yaitu kemiskinan dan rendahnya tingkat pendidikan. Oleh karena itu, pendekatan yang dilakukan pun bersifat menyeluruh.

Beberapa metode yang diterapkan misalnya melakukan sosialisasi pencegahan perkawinan anak di desa-desa dan sekolah, pendampingan keluarga untuk membangun kesadaran orang, peningkatan pola asuh yang lebih mendukung perkembangan anak serta konseling calon pengantin (catin) usia anak, bekerja sama dengan KUA dan instansi terkait.

Novita yang juga dikenal sebagai tokoh pemberdayaan perempuan itu pun menegaskan bahwa keberhasilan penurunan angka perkawinan anak bukanlah hasil kerja instan, melainkan kolaborasi lintas sektor dan tekad bersama.

“Kami ingin menjadikan Trenggalek sebagai kabupaten ramah anak, tempat di mana masa depan mereka tidak diputus di tengah jalan hanya karena faktor ekonomi atau budaya. Ini adalah perjuangan lintas waktu, lintas generasi,” tutupnya. (aris/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Reses, Warga Ngariboyo Magetan Usul Pelebaran Jalan Hingga Peralatan Pesta

MAGETAN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan dari Fraksi PDI Perjuangan, Sofyan, ...
KABAR CABANG

Ziarah Bung Karno dan Peresmian Hasil Renovasi Istana Gebang, Banteng Blitar Siapkan Penyambutan Megawati

BLITAR – Menjelang kunjungan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri ke Blitar pada 14-15 Juni 2026, DPC ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Surabaya Siapkan Kader Gen Z Hadapi Era Politik Digital

DPC PDI Perjuangan Surabaya menggelar Pelatihan Komunikasi Politik Kader Gen Z dalam rangka Bulan Bung Karno 2026. ...
KABAR CABANG

231 Pengurus PAC Se-Lumajang Dilantik, Komposisi Kader Gen Z dan Perempuan Capai 78 Persen

LUMAJANG – DPC PDI Perjuangan Lumajang menggelar proses pelantikan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan ...
HEADLINE

Puncak Bulan Bung Karno 2026, Megawati Resmikan Hasil Renovasi Istana Gebang di Blitar

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dijadwalkan meresmikan hasil renovasi Istana Gebang di Blitar pada ...
KABAR CABANG

Warga Sumberbiru Berterima Kasih, PDIP Bondowoso Salurkan Air Bersih Saat Kemarau

Warga Dusun Sumberbiru, Bondowoso, menyampaikan terima kasih atas bantuan air bersih dan sembako dari DPC PDI ...