Jumat
25 September 2026 | 11 : 29

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Novita Ingin Anak-anak Trenggalek Menjadi Generasi Emas, Bukan Generasi Korban

pdip-jatim-250523-pkk-nggalek-1

TRENGGALEK – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini, menegaskan komitmennya dalam mencegah praktik perkawinan anak di wilayahnya.

Hal ini dia sampaikan usai Pokja TP I Kabupaten Trenggalek menerima penghargaan Inovasi Kader PKK berprestasi Tahun 2025 melalui program Pencegahan Perkawinan Anak (Cepak) yang dilaksanakan Provinsi Jawa Timur.

“Kami memulai program Cepak sejak 2021 dan terus berjalan hingga hari ini, bahkan akan terus kami kawal ke depannya. Ini bukan program sesaat, tapi gerakan jangka panjang untuk menyelamatkan masa depan anak-anak kita,” ujar Novita, Kamis (22/5/2025).

Penurunan signifikan angka perkawinan anak di Kabupaten Trenggalek menunjukkan tren penurunan yang sangat menggembirakan dari data yang dihimpun Tahun 2021: 7,6%, Tahun 2022: 3,4%, Tahun 2023: 1,66%, Tahun 2024: 0,93%.

“Kami optimis tren ini akan terus menurun,” tambah perempuan yang juga menjabat sebagai anggota Komisi VII dari Fraksi PDI Perjuangan DPR RI ini.

Menurut Novita, perkawinan anak berpotensi menimbulkan berbagai masalah sosial.

Selain rawan menyebabkan kekerasan dalam rumah tangga, praktik ini juga membuka peluang terjadinya kemiskinan struktural.

“Kami ingin anak-anak Trenggalek tumbuh menjadi generasi emas, bukan generasi korban. Ketika anak-anak dinikahkan terlalu dini, mereka rentan menjadi korban kekerasan dan berpotensi melanggengkan lingkaran kemiskinan,” tegasnya.

Dia menyebut dua faktor utama penyebab tingginya angka perkawinan anak, yaitu kemiskinan dan rendahnya tingkat pendidikan. Oleh karena itu, pendekatan yang dilakukan pun bersifat menyeluruh.

Beberapa metode yang diterapkan misalnya melakukan sosialisasi pencegahan perkawinan anak di desa-desa dan sekolah, pendampingan keluarga untuk membangun kesadaran orang, peningkatan pola asuh yang lebih mendukung perkembangan anak serta konseling calon pengantin (catin) usia anak, bekerja sama dengan KUA dan instansi terkait.

Novita yang juga dikenal sebagai tokoh pemberdayaan perempuan itu pun menegaskan bahwa keberhasilan penurunan angka perkawinan anak bukanlah hasil kerja instan, melainkan kolaborasi lintas sektor dan tekad bersama.

“Kami ingin menjadikan Trenggalek sebagai kabupaten ramah anak, tempat di mana masa depan mereka tidak diputus di tengah jalan hanya karena faktor ekonomi atau budaya. Ini adalah perjuangan lintas waktu, lintas generasi,” tutupnya. (aris/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

OLAHRAGA

Pemkot Surabaya Siapkan Fasilitas Olahraga Gratis untuk Putaran Nasional Piala Soeratin

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan sejumlah fasilitas olahraga milik pemerintah kota untuk ...
KRONIK

Bukan Cuma Soal Trofi, Bupati Lukman Sebut PORSADIN Jadi Ajang Level Up Karakter Santri Bangkalan

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, mengingatkan para santri diniyah untuk menjaga kepercayaan dan tanggung ...
KRONIK

E-PAD dan SIMPLING Masuk Nominasi JAWARA 2026, Bupati Ipuk: Kami Kembangkan Sesuai Kebutuhan Masyarakat

BANYUWANGI – Dua inovasi Banyuwangi, E-PAD dan SIMPLING (Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Laboratorium ...
KABAR CABANG

DPC Ngawi Cek Rutin Kesehatan Pengurus, Agar Tetap Bugar Dampingi Rakyat

NGAWI – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi menggelar pemeriksaan kesehatan bagi pengurus partai di Kantor ...
LEGISLATIF

Anas Karno: Layanan Online dan Kehadiran ASN di Balai RW Harus Berjalan Bersamaan

SURABAYA – Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya Anas Karno menegaskan seluruh upaya untuk memberikan pelayanan ...
LEGISLATIF

Novita Hardini: Ekspansi Industri Tak Boleh Abaikan Aspek Ekologis

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menegaskan ekspansi industri harus berjalan seiring dengan ...