Sabtu
15 Agustus 2026 | 8 : 09

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Novita Hardini Dorong KWT Jadi Pioner Pengolahan Limbah Organik di Trenggalek

pdip-portal-1771196995011

TRENGGALEK – Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, semakin intens menggalakkan program Perempuan Sarinah (Selesaikan Masalah Sampah Organik dan Limbah) sebagai gerakan strategis perempuan dalam menjaga lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Saat mengunjungi Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar di Desa Jambu, Kecamatan Tugu, Jumat (13/2/2026), legislator perempuan satu-satunya dari Dapil VII Jawa Timur itu menegaskan bahwa Trenggalek harus menjadi daerah yang berkembang tanpa mengeksploitasi alam, melainkan menjaga kelestariannya demi generasi mendatang.

“Kita ingin membangun ketahanan pangan, ketahanan lingkungan, dan ketahanan perempuan. Jangan sampai eksploitasi hari ini mengorbankan masa depan anak cucu kita,” tegasnya.

Melalui program Perempuan Sarinah, politisi muda PDI Perjuangan tersebut mendorong KWT menjadi pioner pengolahan sampah organik rumah tangga, limbah dapur SPPG, hingga sisa produksi menjadi pupuk organik bernilai ekonomi.

Langkah ini dinilai mampu menjawab dua persoalan sekaligus, yakni mahalnya harga pupuk dan meningkatnya volume sampah rumah tangga.

Dengan mengolah sampah menjadi pupuk, KWT tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan pertanian secara mandiri, tetapi juga berpeluang menjual hasil produksinya kepada petani dengan harga lebih terjangkau.

Dampaknya, ekonomi perempuan tumbuh sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Tak hanya sampah organik, Novita juga mendorong pengelolaan limbah minyak jelantah agar tidak mencemari lingkungan.

Ia menekankan pentingnya pembagian peran pengelolaan sampah mulai dari organik, non-organik, hingga minyak bekas secara terstruktur dan berbasis gotong royong.

“Kita ingin Trenggalek menuju zero sampah. Sampah tidak boleh dibakar, tetapi harus diolah agar memiliki nilai ekonomi,” ujarnya.

Gerakan tersebut sekaligus mendukung visi Pemerintah Kabupaten Trenggalek menuju Net Zero Carbon, terutama mengingat kondisi geografis daerah yang rawan bencana.

“Harapannya, ekonomi kelompok perempuan tumbuh, lingkungan semakin hijau, dan kita bisa lebih cepat mencapai target Net Zero Carbon,” pungkasnya. (aris/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

APBD Magetan 2027 Masih Andalkan Dana Transfer Pusat, Pemkab Diminta Genjot PAD

MAGETAN – Pemerintah Kabupaten Magetan diminta untuk terus menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) seiring postur ...
SEMENTARA ITU...

Punjul: Kepemimpinan Bukan soal Kedudukan, tapi Seberapa Besar Manfaat

BATU – Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Batu, Punjul Santoso, mengingatkan para pengurus muda ...
SEMENTARA ITU...

Pesan Doding untuk Paskibraka Trenggalek: Kalian Bukan Sekadar Pengibar Bendera

Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi berpesan kepada Paskibraka 2026 agar tidak memaknai tugas pengibaran bendera ...
KRONIK

Gesah Bareng Ambi Bupati: Cara Ipuk Cari Solusi Langsung Masalah Pangan

BANYUWANGI – Berbagai persoalan yang dihadapi petani, nelayan, peternak, hingga pelaku perkebunan di Banyuwangi ...
KRONIK

Relief Gumuk Lumpang Rusak, DPRD Jember Minta Dugaan Perusakan Diusut

JEMBER – Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, meminta polisi mengusut dugaan perusakan Objek Diduga Cagar ...
LEGISLATIF

Kelebihan Bayar Rp 566 Juta Proyek Alun-Alun Sidoarjo, DPRD Desak Pemkab Benahi Manajemen Pengawasan

SIDOARJO – Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI mengenai kelebihan pembayaran sebesar Rp 566,44 juta pada ...