Selasa
10 Maret 2026 | 4 : 59

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Novita Hardini Dorong KWT Jadi Pioner Pengolahan Limbah Organik di Trenggalek

pdip-portal-1771196995011

TRENGGALEK – Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, semakin intens menggalakkan program Perempuan Sarinah (Selesaikan Masalah Sampah Organik dan Limbah) sebagai gerakan strategis perempuan dalam menjaga lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Saat mengunjungi Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar di Desa Jambu, Kecamatan Tugu, Jumat (13/2/2026), legislator perempuan satu-satunya dari Dapil VII Jawa Timur itu menegaskan bahwa Trenggalek harus menjadi daerah yang berkembang tanpa mengeksploitasi alam, melainkan menjaga kelestariannya demi generasi mendatang.

“Kita ingin membangun ketahanan pangan, ketahanan lingkungan, dan ketahanan perempuan. Jangan sampai eksploitasi hari ini mengorbankan masa depan anak cucu kita,” tegasnya.

Melalui program Perempuan Sarinah, politisi muda PDI Perjuangan tersebut mendorong KWT menjadi pioner pengolahan sampah organik rumah tangga, limbah dapur SPPG, hingga sisa produksi menjadi pupuk organik bernilai ekonomi.

Langkah ini dinilai mampu menjawab dua persoalan sekaligus, yakni mahalnya harga pupuk dan meningkatnya volume sampah rumah tangga.

Dengan mengolah sampah menjadi pupuk, KWT tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan pertanian secara mandiri, tetapi juga berpeluang menjual hasil produksinya kepada petani dengan harga lebih terjangkau.

Dampaknya, ekonomi perempuan tumbuh sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Tak hanya sampah organik, Novita juga mendorong pengelolaan limbah minyak jelantah agar tidak mencemari lingkungan.

Ia menekankan pentingnya pembagian peran pengelolaan sampah mulai dari organik, non-organik, hingga minyak bekas secara terstruktur dan berbasis gotong royong.

“Kita ingin Trenggalek menuju zero sampah. Sampah tidak boleh dibakar, tetapi harus diolah agar memiliki nilai ekonomi,” ujarnya.

Gerakan tersebut sekaligus mendukung visi Pemerintah Kabupaten Trenggalek menuju Net Zero Carbon, terutama mengingat kondisi geografis daerah yang rawan bencana.

“Harapannya, ekonomi kelompok perempuan tumbuh, lingkungan semakin hijau, dan kita bisa lebih cepat mencapai target Net Zero Carbon,” pungkasnya. (aris/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Jatim Soroti Banyak Aset BUMD Belum Bersertifikat, Hambat Pengembangan Bisnis

SURABAYA – Komisi C DPRD Jawa Timur menyoroti banyaknya aset strategis milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang ...
KRONIK

Seleksi Terbuka Banteng Jatim FC U-17 di Bangkalan, Bupati Lukman: Panggung Emas untuk Atlet Muda

BANGKALAN – Kabupaten Bangkalan bersiap menjadi pusat perhatian talenta muda sepakbola di Pulau Madura. DPD PDI ...
LEGISLATIF

Guntur Wahono Dorong Pengembangan Wisata Blitar, Sertifikasi Pelaku Wisata Jadi Kunci

BLITAR – Pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Blitar dinilai perlu terus dioptimalkan agar mampu memberikan ...
LEGISLATIF

DPRD Kota Malang Tindaklanjuti Laporan Makanan Bermasalah dalam Program MBG

MALANG – Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita memastikan pihaknya akan menindaklanjuti temuan ...
SEMENTARA ITU...

Eri Cahyadi: Wisata Kota Harus Berdampak Ekonomi bagi UMKM dan Warga

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mendorong pengembangan destinasi wisata yang tidak hanya menarik ...
KRONIK

Bukber Tanpa Sekat di Pendopo Nganjuk, Ribuan Warga Duduk Bersila Bersama Bupati

NGANJUK – Menjelang senja di bulan Ramadan, Pendopo KRT Sosro Koesoemo Nganjuk tampak berbeda dari biasanya. Jika ...