Kamis
13 Agustus 2026 | 7 : 02

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Musran-Musanran Rampung, PDIP Trenggalek Konsolidasi Struktur Desa Hadapi Agenda 2027-2029

pdip-jatim-260105-doding

DPC PDI Perjuangan Trenggalek merampungkan Musran-Musanran di 152 desa dan mulai mengonsolidasikan pengurus baru menghadapi agenda politik 2027-2029.

TRENGGALEK – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek mulai menggembleng jajaran pengurus baru di tingkat ranting dan anak ranting setelah seluruh rangkaian musyawarah ranting dan anak ranting (Musran-Musanran) rampung. Konsolidasi organisasi dilakukan untuk memastikan struktur partai hingga desa dan dusun semakin solid menghadapi berbagai agenda politik 2027-2029.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek, Doding Rahmadi, mengatakan seluruh tahapan Musran-Musanran telah selesai sesuai target. Pelaksanaannya berlangsung mulai 23 hingga 29 Juli 2026 dan menghasilkan kepengurusan baru di seluruh desa.

“Sudah beres semua. Bahkan, kami menyebut cepat karena sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Nah, kini tinggal melakukan konsolidasi lagi,” kata Doding, Rabu (12/8/2026).

Menurut Doding, sebanyak 152 desa di 14 kecamatan telah memiliki kepengurusan ranting dengan komposisi sesuai ketentuan organisasi. Keterwakilan generasi muda dan perempuan juga terpenuhi dalam struktur yang terbentuk.

Ia mengapresiasi proses penjaringan yang dinilai mampu menerjemahkan kebijakan partai terkait regenerasi dan keterwakilan perempuan hingga tingkat akar rumput.

“Ini yang kami apresiasi. Ternyata sosialisasi dalam bentuk penjaringan, soal generasi muda dan keterwakilan perempuan dilaksanakan dengan baik. Semuanya ada dalam kepengurusan,” ujarnya.

Sesuai regulasi, kepengurusan ranting terdiri atas tujuh orang. Komposisinya mencakup minimal tiga perempuan dan tiga kader muda berusia maksimal 35 tahun, dengan sedikitnya satu kader muda perempuan.

Salah satu kader muda perempuan tersebut juga diwajibkan masuk dalam posisi ketua, sekretaris, atau bendahara.

Sementara kepengurusan anak ranting terdiri atas tiga orang. Setiap desa minimal memiliki dua anak ranting, dengan keterwakilan minimal satu perempuan dan satu kader muda berusia maksimal 35 tahun.

“Keterwakilan perempuan ada semua,” tegas Doding.

Setelah struktur baru terbentuk, DPC melalui PAC masing-masing akan melakukan konsolidasi untuk memperkuat pemahaman pengurus terhadap visi, misi, serta tugas dan tanggung jawab organisasi.

Konsolidasi dinilai penting karena jajaran pengurus baru akan menjadi ujung tombak partai dalam menjalankan kerja-kerja organisasi di tingkat desa dan dusun.

Doding mengatakan sejumlah agenda politik sudah menanti. Salah satunya pemilihan kepala desa pada 2027, yang menjadi agenda politik terdekat.

Ia meminta seluruh kader turut memastikan pelaksanaan pesta demokrasi di tingkat desa berjalan sesuai regulasi.

“Banyak agenda. Mulai 2027, 2028 hingga 2029 nanti. Makanya, PAC-PAC kami instruksikan untuk terus memantapkan roda organisasi di desa dan dusun,” pungkasnya.

Dengan selesainya Musran-Musanran, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek kini memfokuskan perhatian pada penguatan organisasi, regenerasi kader, serta konsolidasi struktur hingga tingkat paling bawah sebagai persiapan menghadapi dinamika politik dalam beberapa tahun mendatang. (azz/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Musran-Musanran Rampung, PDIP Trenggalek Konsolidasi Struktur Desa Hadapi Agenda 2027-2029

DPC PDI Perjuangan Trenggalek merampungkan Musran-Musanran di 152 desa dan mulai mengonsolidasikan pengurus baru ...
LEGISLATIF

Sidang Tahunan MPR 2026 Dimajukan ke 14 Agustus, Puan Pastikan DPR Lebih Khidmat

Sidang Tahunan MPR 2026 dimajukan menjadi Jumat, 14 Agustus karena 16 Agustus jatuh pada Minggu. Puan memastikan ...
KABAR CABANG

Bojonegoro Dilanda Kekeringan, Warga Sukosewu Terima Bantuan 10.000 Liter Air Bersih dari Abidin Fikri

BOJONEGORO – Dampak musim kemarau dan fenomena El Nino mulai meluas di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Salah satu ...
KRONIK

Candra Minta TAPD Jember Buka Angka di Balik Rencana Utang Rp786 Miliar

JEMBER – Ketua Komisi B DPRD Jember Candra Ary Fianto meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) membuka seluruh ...
KRONIK

Sonny PDIP Ajak KTH dan UMKM Kayu Banyuwangi Jaga Hutan dari Hulu hingga Hilir

BANYUWANGI – Anggota Komisi IV DPR RI, Sonny T. Danaparamita, mendorong Kelompok Tani Hutan (KTH), pelaku industri, ...
LEGISLATIF

Widarto: Utang Rp786 Miliar Tak Diperlukan, Jika PAD Jember Digenjot

JEMBER – Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto, menilai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember tidak perlu mengambil ...