Rabu
14 Oktober 2026 | 12 : 30

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Widarto: Utang Rp786 Miliar Tak Diperlukan, Jika PAD Jember Digenjot

PDIP-Jatim-Widarto-12082026

JEMBER – Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto, menilai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember tidak perlu mengambil pinjaman daerah Rp786 miliar untuk membiayai pembangunan pada 2027.

Menurut dia, kebutuhan tersebut masih dapat ditutup dengan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), memanfaatkan tambahan dana transfer pemerintah pusat, dan menggunakan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA).

Usulan tersebut disampaikan Widarto dalam rapat Badan Anggaran DPRD Jember bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) di Gedung DPRD Jember, Selasa, (11/8/2026).

Rapat itu membahas Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2027, termasuk rencana pinjaman daerah melalui skema Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB).

Widarto mengatakan penolakan terhadap pinjaman bukan berarti DPRD menolak pembangunan infrastruktur. Ia justru meminta pemerintah mencari sumber pembiayaan lain sebelum menambah beban APBD dengan utang.

“Membahas KUA, kebijakan umum anggaran, tidak hanya membahas utang. Persetujuan KUA tidak hanya persetujuan soal utang, dan itu berpengaruh pada banyak hal,” ujar Widarto dalam rapat tersebut.

Ia menyoroti target PAD 2027 yang diproyeksikan lebih rendah dibandingkan capaian sebelumnya. Menurut dia, kondisi tersebut tidak sejalan dengan rencana pemerintah membiayai sejumlah proyek besar, antara lain pembangunan infrastruktur jalan Rp400 miliar dan Penerangan Jalan Umum (PJU) Rp200 miliar.

Widarto mengatakan Jember justru memiliki ruang untuk meningkatkan PAD. Ia merujuk capaian 2025 yang menurutnya meningkat 37 persen dibandingkan 2024, dengan realisasi PAD mencapai Rp1,058 triliun.

“Kalau ada kenaikan tren dari 2024 ke 2025 sebesar 37 persen, ini harus dipertahankan pada tahun-tahun selanjutnya,” ujarnya.

Berdasarkan perhitungannya, Widarto memperkirakan PAD Jember pada 2027 dapat didorong hingga sekitar Rp1,9 triliun. Ia juga menyebut pemerintah pusat telah memberikan tambahan alokasi Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH) kepada Jember berdasarkan keputusan Menteri Keuangan per 5 Agustus 2026.

Menurut Widarto, tambahan dana transfer tersebut mencapai sekitar Rp223 miliar. Ia mengusulkan agar dana tersebut dimanfaatkan dalam Perubahan APBD 2026 untuk membiayai sejumlah kebutuhan pembangunan sehingga tekanan terhadap APBD 2027 dapat dikurangi.

“Kalau PAD kita bisa didorong mendekati Rp1,9 triliun dan dikombinasikan dengan dana transfer, total penerimaan daerah bisa mencapai sekitar Rp5,212 triliun,” jelas politisi PDI Perjuangan itu.

Dari perhitungan tersebut, Widarto memperkirakan ketimpangan anggaran yang tersisa sekitar Rp96 miliar, jauh di bawah kebutuhan pembiayaan yang hendak ditutup melalui pinjaman Rp786 miliar. Kekurangan tersebut, kata dia, masih dapat ditutup melalui SiLPA.

Namun, angka-angka tersebut merupakan perhitungan Widarto dan belum menjadi keputusan resmi pemerintah daerah dalam rancangan KUA-PPAS 2027.

Widarto menegaskan pembangunan jalan, PJU, maupun pengembangan rumah sakit tetap harus menjadi prioritas. Yang dipersoalkan, kata dia, adalah sumber pembiayaannya.

“Tidak ada yang menolak pembangunan infrastruktur di desa, PJU, atau rumah sakit. Semuanya sepakat itu harus diutamakan. Tapi jalannya bukan sekadar pinjaman. Ada sumber-sumber lain yang bisa kita maksimalkan,” tandas Ketua DPC PDI Perjuangan Jember itu. (art/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Deni Wicaksono Ajak Warga Trenggalek Rawat Toleransi untuk Perkuat Pembangunan Daerah

TRENGGALEK – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mengajak masyarakat Trenggalek terus memupuk toleransi dan ...
SEMENTARA ITU...

Sanusi Dorong TMMD Berlanjut Tiap Tahun, Pemerataan Infrastruktur Desa Jadi Prioritas

MALANG – Bupati Malang HM Sanusi mendorong program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) terus berlanjut setiap tahun ...
LEGISLATIF

Sri Untari Dukung Wacana Penghapusan Kenaikan Kelas Otomatis, Kompetensi Siswa Harus Terukur

SURABAYA – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno menyambut positif wacana penghapusan sistem kenaikan ...
LEGISLATIF

Kasus ISPA Jatim Tembus 212.914, Deni Wicaksono Desak Pengendalian Emisi Diperketat

SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mendesak pemerintah memperkuat pencegahan infeksi saluran ...
EKSEKUTIF

Digitalisasi Data Bansos Kediri Sasar 122.393 KK, Mas Dhito Libatkan Agen Perlinsos

KEDIRI – Pemerintah Kabupaten Kediri mempercepat digitalisasi data perlindungan sosial (Perlinsos) untuk memastikan ...
KRONIK

Peringatan Hari Jadi Ke-351 Magetan, DPRD Ajak Masyarakat Perkuat Gotong Royong

MAGETAN – Masyarakat Kabupaten Magetan memperingati Hari Jadi Ke-351 Kabupaten Magetan dalam sebuah upacara yang ...