Jumat
31 Juli 2026 | 12 : 24

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Mulai Bakul Gorengan hingga Penambal Ban jadi Perhatian Jokowi saat Musrenbangnas

pdip-jatim-tukang-gorengan

JAKARTA – Presiden Joko Widodo mengatakan, 2021 tak hanya momentum untuk reform, tapi juga tahun recovery, tahun pemulihan ekonomi. Penegasan itu dia sampaikan saat memberikan arahan pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Tahun 2020, Kamis (30/4/2020).

”Untuk itu saya minta kepada para Gubernur, Bupati dan Wali Kota, serta Kepala Bappeda untuk mengidentifikasi secara detail, memilah-milah secara cermat di daerahnya masing-masing, sektor apa yang terkena dampak paling parah, sektor apa yang dampaknya sedang, dan sektor apa yang masih bisa bertahan dan justru bisa mengambil peluang yang ada,” kata Jokowi.

Presiden melihat ada beberapa sektor yang sangat terpukul, seperti sektor UMKM, sektor pariwisata, sektor konstruksi, dan sektor transportasi. Namun ada juga yang masih bisa bertahan dan bahkan bisa bergerak memanfaatkan momentum ini.

“Misalnya sektor tekstil dan produk tekstil, sektor kimia, sektor farmasi, sektor alat kesehatan, sektor makanan dan minuman, serta sektor jasa telekomunikasi dan sektor jasa logistik,” urainya.

Untuk itu, dia minta disiapkan strategi besar recovery-nya, peta jalan, dan tahapan-tahapannya. Dia menjelaskan seperti tahapan mitigasi yang dilakukan saat ini seperti apa, apa sektor yang prioritas yang harus dibantu, berapa lapangan kerja yang bisa diselamatkan.

”Setelah tahap mitigasi Covid selesai, kita masuk ke tahap recovery. Siapkan sektor apa yang bisa pulih cepat, yang bisa langsung rebound, mana yang pulihnya agak lambat, apa rencana intervensi kebijakan yang bisa dilakukan. Saat ini kita masih fokus pada tahap mitigasi,” terang dia.

Pemerintah, lanjut Jokowi, telah menyiapkan paket program stimulus ekonomi agar bisa bertahan dan mencegah PHK seperti insentif perpajakan, restrukturisasi kredit, serta relaksasi impor bahan baku. Dia juga mengingatkan, yang harus dibantu bukan hanya usaha kecil, usaha menengah, dan usaha besar saja tapi juga usaha ultra mikro dan usaha mikro.

”Program stimulus ekonomi juga harus menjangkau sektor-sektor informal, pedagang kaki lima, tukang gorengan, tukang tambal ban, warung-warung kecil, dan sebagainya. Jumlah yang seperti ini sangat besar dan menurut data Bappenas angkanya mencapai 40 juta dan juga banyak menampung tenaga kerja,” ungkapnya.

Menurut Jokowi, sebagian besar dari para pekerja itu tidak bersentuhan dengan bank atau lembaga keuangan dan ini juga yang harus kita perhatikan. Dia minta para gubernur di setiap daerah merancang program yang sama untuk menambah, untuk memperkuat, serta memperluas program stimulus ekonomi yang sudah disiapkan pemerintah pusat.

“Saya hanya titip, dalam menyiapkan program stimulus ekonomi di daerah, jalankan dengan skema yang jelas, yang transparan, dan terukur,” ujarnya.

Jokowi menjelaskan sektor apa mendapatkan stimulus apa dan bisa menyelamatkan tenaga kerja berapa, semuanya harus dihitung agar jangan sampai hanya mau mendapatkan stimulus ekonomi tetapi tetap melakukan PHK pada pekerjaannya.

”Saya juga minta untuk diverifikasi dengan benar dan lakukan evaluasi kembali secara berkala terhadap efektivitas paket stimulus ekonomi yang sudah diberikan sehingga betul-betul berdampak pada penyelamatan jutaan tenaga kerja yang bergantung hidupnya di sektor riil,” jelas dia.

Pemerintah, sebutnya, sedang bekerja dalam kondisi tekanan yang luar biasa, karena itu dibutuhkan sinergi yang kuat, kerja sama yang terjalin erat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

”Mulai dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, sampai pemerintah desa harus berjalan dalam satu visi, satu arah, satu kebijakan yang solid,” imbuhnya.

Kalau ada masalah di lapangan, kata Jokowi, segera diperbaiki, disempurnakan bersama-sama, karena dalam situasi seperti ini tidak ada satu pun negara di dunia dari 213 negara yang betul-betul siap. Dia meyakini, dengan sinergi itu berbagai dampak dari pandemi global ini akan dapat segera diatasi.

”Masyarakat rentan terdampak tertangani dengan baik dan kita bisa melewati badai ini dengan selamat. Saya rasa itu hal-hal penting yang ingin saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini,” pungkas Jokowi. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Serap Aspirasi di Bangilan Tuban, Ony Setiawan Tampung Keluhan Petani hingga Gen Z

TUBAN–Reses masa persidangan III Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Fraksi PDI Perjuangan, Ony Setiawan di Dusun ...
LEGISLATIF

Diana Sasa Serap Aspirasi Warga Ngawi, Jalan Rusak hingga Kekeringan Jadi Sorotan

NGAWI – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Diana AV Sasa, memanfaatkan masa reses untuk menyerap ...
KRONIK

Titik Impas Harga Tembakau 2026 Naik, Bupati Fauzi: Keberpihakan kepada Petani

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep resmi menetapkan Titik Impas Harga Tembakau (TIHT) musim panen 2026 ...
LEGISLATIF

DPC PDIP Kabupaten Kediri Kawal Aspirasi Pengemudi Ojol hingga Tingkat Pusat

KEDIRI – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri menegaskan komitmennya mengawal aspirasi para pengemudi ojek online ...
LEGISLATIF

Fuad Benardi Dorong Pemerintah Pusat Evaluasi Sistem Desil untuk Akses Bantuan Pendidikan

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Fuad Benardi, meminta pemerintah pusat mengevaluasi ...
LEGISLATIF

Kasus Keracunan MBG, DPRD Kabupaten Kediri Minta Operasional SPPG Dihentikan Sementara

KEDIRI – Komisi IV DPRD Kabupaten Kediri meminta operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dihentikan ...