oleh

Mojokerto Mengaji, Program Bulanan DPC Kota Mojokerto Doakan Keselamatan RI

-Kabar Cabang-72 kali dibaca

KOTA MOJOKERTO – Pengajian rutin bulanan bertajuk Mojokerto Mengaji kembali digelar di kantor DPC PDI Perjuangan Kota Mojokerto, Selasa (18/5/2021). Pengajian bertujuan mendoakan keselamatan bangsa dan negara, kini tercatat yang ke-18 kalinya sejak dilaksanakan setahun lalu.

Menurut Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Mojokerto, Santoso Bekti Wibowo, program Mojokerto Mengaji adalah pembacaan ayat-ayat Al-Quran hingga khatam (tamat) yang dilakukan sejumlah ibu-ibu. Program dilaksanakan satu bulan sekali ini bertujuan untuk mendoakan keselamatan bangsa dan negara Indonesia, serta mendoakan seluruh kader-kader PDI Perjuangan agar selalu konsisten memperjuangkan kesejahteraan rakyat.

“Sejak berjalannya program Mojokerto Mengaji ini, kita sudah mengkhatamkan 18 kali. Artinya program ini berjalan selama satu tahun lebih,” ungkap Santoso Bekti Wibowo kepada www.pdiperjuangan-jatim.com di Kantor DPC, Jl Tropodo, Kota Mojokerto.

Program tersebut, tambah pria yang menjabat ketua KONI Kota Mojokerto ini, merupakan program kegiatan keagamaan dari pihaknya. Mojokerto Mengaji disambut antusias oleh masyarakat umum. Pasalnya, secara sosiologis, Kota Mojokerto merupakan basis nasionalis dan nahdliyin.

Sekretaris DPC, Ahmad Yustinus Ariyanto menambahkan, pihaknya akan terus mengembangkan program Mojokerto Mengaji yang kini beranggotakan ratusan ibu-ibu. Dari unsur kader tercatat 80 ibu-ibu, non kader 90, dan dari Majelis Ta’lim Al Ummahat sebanyak 170 ibu-ibu. Sementara untuk teknis pengajian Mojokerto Mengaji, sejauh ini dilakukan secara bergiliran.

“Teknisnya, setiap bulannya kita libatkan 5 orang ibu-ibu untuk khataman Al-Quran. Jadi selama 18 kali khataman ini, dilakukan oleh ibu-ibu yang berbeda,” kata Xanana, sapaan akrab Ahmad Yustinus Ariyanto.

Selain Mojokerto Mengaji yang digelar bulanan, lanjut Xanana, DPC juga mempunyai program mengaji online yang dilaksanakan harian. Untuk mengaji online dilaksanakan bergilir setiap hari. Satu orang menyelesaikan satu juz Al-Quran, satu orang berzikir dan bersalawat.

“Semoga dengan pembacaan ayat-ayat Al Quran ini, keberkahan selalu menyertai bangsa kita, juga PDI Perjuangan,” tandas mantan aktivis GMNI Surabaya ini. (rul/hs)