Jumat
14 Agustus 2026 | 11 : 58

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Mohon Keselamatan dari Covid-19 dan Bencana, DPRD Jatim Istighotsahan

pdip-jatim-kusnadi-dprd-istighotsah-covid-1

SURABAYA – Berbagai ikhtiar dilakukan DPRD Jawa Timur untuk membantu mengatasi pandemi Covid-19.

Tak cukup dengan ikhtiar fisik, DPRD Jatim juga “mengetuk” pintu langit dengan menggelar istighotsah dan doa bersama bertajuk ‘Memohon Keselamatan Bangsa dari Covid-19 dan Bencana’, di Gedung DPRD Jatim, Kamis (11/2/2021) malam. 

Ketua DPRD Jatim Kusnadi hadir bersama sejumlah Pimpinan Dewan. Di antaranya para Wakil Ketua DPRD Jatim: Anik Maslachah, Anwar Sadad, dan Sahat Tua Simanjuntak. 

Acara dihadiri peserta yang terbatas, hanya para pejabat Alat Kelengkapan Dewan (AKD). Lainnya mengikuti melalui daring (virtual). 

Beberapa jajaran di Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jatim juga turut hadir. Di antaranya Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, perwakilan Polda Jatim, Kodam V/Brawijaya, hingga Kejaksaan Tinggi. 

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat yang juga Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar turut hadir didampingi Ketua MUI Jatim KH Hasan Mutawakkil Alallah. Serta, Ketua PWNU Jatim KH Marzuqi Mustamar dan Wakil Sekretaris PW Muhammadiyah Jatim Prof Biyanto. 

“Hari ini DPRD Jatim menyelenggarakan istighotsah dan doa bersama. Semata-mata memohon doa kepada Allah SWT,” kata Kusnadi. 

“Agar kemudian, Covid-19 yang sedang kita hadapi bersama, bisa diangkat dari bumi Jatim dan Indonesia ini,” tambah dia. 

Menurut Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim ini, DPRD konsisten untuk hadir membantu masyarakat di masa pandemi ini. Menyinergikan seluruh kekuatan, baik pemerintah maupun dengan alim ulama, terutama melalui istighotsah ini. 

“Ini dengan dilandasi oleh rasa keprihatinan kami. Pemerintah, baik pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota secara lahir telah berikhtiar dengan daya dan kekuatan yang dimiliki dalam pengendalian covid-19,” katanya. 

“Namun, kan hingga saat ini (covid-19) belum juga pergi. Kami berpikir, bahwa Allah sedang menegur,” lanjut Kusnadi. 

Sehingga, doa dan tirakat menjadi ikhtiar berikutnya yang seharusnya terus dilakukan. “Ikhtiar itu tak cukup dengan lahir, namun juga harus dengan batin, dengan sungguh-sungguh,” terangnya. 

Pun juga sejumlah daerah di Jatim saat ini menghadapi sejumlah bencana. “Kita juga sering mendengar, ada bencana banjir, dan beberapa musibah lainnya. Terutama masuk musim penghujan. Ini menimbulkan kerugian kepada saudara kita semua,” katanya. 

“Dilandasi itu, istighotsah ini diadakan. Sehingga, apa yang menjadi tujuan bisa tercapai. Sehingga, rakyat Jatim, Indonesia, dan dunia bisa seperti sediakala seperti halnya sebelum adanya bencana,” harap Kusnadi. 

Silih berganti, KH Miftachul Akhyar hingga KH Marzuqi Mustamar memimpin jalannya doa. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Gesah Bareng Ambi Bupati: Cara Ipuk Cari Solusi Langsung Masalah Pangan

BANYUWANGI – Berbagai persoalan yang dihadapi petani, nelayan, peternak, hingga pelaku perkebunan di Banyuwangi ...
KRONIK

Relief Gumuk Lumpang Rusak, DPRD Jember Minta Dugaan Perusakan Diusut

JEMBER – Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, meminta polisi mengusut dugaan perusakan Objek Diduga Cagar ...
LEGISLATIF

Kelebihan Bayar Rp 566 Juta Proyek Alun-Alun Sidoarjo, DPRD Desak Pemkab Benahi Manajemen Pengawasan

SIDOARJO – Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI mengenai kelebihan pembayaran sebesar Rp 566,44 juta pada ...
HEADLINE

Puan: APBN 2027 Harus Diukur dari Seberapa Banyak Hidup Rakyat Berubah

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan keberhasilan APBN tidak boleh hanya diukur dari besarnya anggaran ...
LEGISLATIF

Anggaran Terbatas, Fery Dorong Pemkab Madiun Cari Terobosan Pertumbuhan Ekonomi

MADIUN – Ketua DPRD Kabupaten Madiun Fery Sudarsono meminta pemerintah daerah terus mencari langkah dan terobosan ...
LEGISLATIF

Untari: Subsidi Pendidikan Harus Diperkuat, Jangan Ada Anak Putus Sekolah karena Biaya

SURABAYA – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, meminta negara memperkuat intervensi di sektor ...