oleh

Mindo Sianipar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan kepada Petani dan Tokoh Masyarakat di Nganjuk

-Legislatif-33 kali dibaca

NGANJUK – Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Ir Mindo Sianipar menggelar sosialisasi empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara di Rumah Aspirasi di Desa Gejagan Kecamatan Loceret, Kamis (4/8/2022) malam.

Acara diikuti para petani yang terhimpun dalam kelompok tani maupun gabungan kelompok tani, serta tokoh-tokoh masyarakat setempat.  

Hadir pula pada acara itu; anggota DPRD Jatim, Ida Bagus Nugroho; Plt Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi; Ketua DPRD Nganjuk, Tatit  Heru Tjahjono dan pejabat forum komunikasi pimpinan kecamatan.

Menurut Mindo Sianipar, sosialisasi dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap empat pilar kebangsaan. Yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Sosialisasi ini harus dilakukan terus menerus. Pancasila tidak sekadar dihafalkan, tapi harus menyatu dalam prikehidupan setiap warga negara,” tegas Mindo.

Wakil rakyat yang juga Ketua Bidang Koperasi dan Kesejahteraan Rakyat DPP PDI Perjuangan itu menambahkan, dirinya dan kader-kader Partai dari berbagai tingkatan berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat sesuai dengan tujuan berbangsa dan bernegara.

Salah satu caranya dengan menjalankan kegiatan-kegiatan ekonomi berbasis kerakyatan.

“Partai melalui anggota-anggotanya di eksekutif maupun legislative tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten akan bersama-sama untuk meningkatkan dan menjalankan kegiatan ekonomi kerakyatan,” terangnya.

Plt Bupati Marhaen Djumadi, pada kesempatan itu mengajak peserta untuk bersama-sama menjaga nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat di Nganjuk. Serta, bersama-sama bangkit dari segala sektor.

“Nganjuk ekonominya harus hidup, pertanian juga harus bangkit. Bahkan kita sudah banyak membangun akses jalan yang selama puluhan tahun tidak ada pembenahan. Juga nganjuk punya slogan mbangun deso noto kuto, maka kita wajib bersama-sama untuk membangun mulai dari desa ke kota,” pungkasnya. (endyk/hs)