Kamis
16 April 2026 | 1 : 17

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Mindo Sianipar Ajak Petani Kopi di Nganjuk Berkoperasi

pdip-jatim-dpr-ri-281021-mindo-sianipar-a

NGANJUK – Wakil Komisi IV DPR RI, Ir Mindo Sianipar bekerja sama dengan Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian menggelar Pertemuan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Nilai Tambah dan Daya Saing Hilirisasi Kopi, Rabu (27/10/2021).

Acara digelar di rumah makan Nirwana, Nganjuk, diikuti 110 peserta terdiri dari penyuluh pertanian, petani dan pengusaha kopi. Hadir sejumlah narasumber pada acara itu.

Antara lain; Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Ir Ita Istiningdyah Munardini MP; Kepala Seksi Pengolahan Hasil Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur, Ir Agus Budi Hermanto MM; Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Judi Ernanto SPi MM; dan Peneliti Pertama Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, Hendy Firmanto ST.

Mindo Sianipar dalam sambutannya secara virtual mendorong petani untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing hilirisasi kopi. Diakuinya, saat ini, Indonesia yang awalnya dikenal sebagai produsen kopi, perlahan berkembang menjadi negara konsumen kopi.

“Begitu juga dengan negara lain seperti negara Tiongkok, yang semula mayoritas masyarakatnya mengkonsumsi teh, kini beralih mengkonsumsi kopi,” ungkap Mindo sapaan akrab Ir Mindo Sianipar.

Tren minum kopi di kalangan masyarakat inilah, kata Mindo, bisa menjadi peluang bagi para petani dan pengusaha kopi untuk mengembangkan produktivitas dan usahanya.

Mindo menegaskan bahwa hilirisasi pasca panen kopi sangat diperlukan. “Tujuan hilirisasi pasca panen untuk mendorong petani atau pekebun mendapatkan nilai tambah dan daya saing,” terang Mindo Sianipar yang juga Ketua Bidang Koperasi DPP PDI Perjuangan.

Oleh karena itu, tambah Mindo, guna memperkuat hilirisasi, dibutuhkan teknologi pengolahan, mutu cipta rasa dan branding atau pemasaran. Untuk itu, Mindo mengajak seluruh petani kopi untuk bersatu bersinergi agar mempunyai daya tawar kepada pembeli.

“Jangan berjalan sendiri-sendiri, kita harus bersatu menjadi satu kesatuan, salah satunya membentuk koperasi, harapanya petani bisa memiliki nilai tawar dan menghasilkan produk bernilai tinggi,” katanya.

Selain itu, lanjut Mindo, petani kopi juga harus bisa meningkatkan kualitas bahan baku begitu juga dengan pemanfaatan limbah kopi.

“Petani kita pacu agar bisa memanfaatkan limbah kopi, baik untuk pupuk maupun pakan ternak,” pungkasnya.

Di Kabupaten Nganjuk terdapat 3 kecamatan penghasil kopi, yaitu kecamatan Loceret, Ngetos dan Sawahan. (endyk/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Pansus DPRD Jatim Soroti Program OPD, Anggaran Besar Belum Tekan Kemiskinan

DPRD Jatim menilai program OPD belum berdampak signifikan terhadap penurunan kemiskinan meski capaian administratif ...
KRONIK

Bupati Lukman Minta BUMD Tingkatkan Kinerja, Topang Perekonomian Daerah

JAKARTA – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, berkomitmen untuk mendorong kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk ...
LEGISLATIF

Indri Dukung Larangan Vape, Soroti Potensi Disalahgunakan untuk Narkotika

Indriani Yulia Mariska mendukung larangan vape karena berpotensi disalahgunakan untuk narkotika dan membahayakan ...
LEGISLATIF

Yordan Soroti Kesenjangan Antarwilayah Jadi Tantangan Utama Pembangunan Jatim

Yordan M Batara Goa menyoroti kesenjangan antarwilayah sebagai tantangan utama pembangunan Jawa Timur dalam RKPD ...
LEGISLATIF

Pastikan Keselamatan Pengendara Jalur Magetan – Sarangan, Diana Sasa Minta Peremajaan Alat Tebang Pohon Bina Marga UPT Madiun

MAGETAN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Timur melalui Bina Marga UPT Madiun ...
UMKM

Cerita Warsito, Kader Banteng Ngawi Merintis Usaha Greenhouse Anggur

NGAWI – Kesuksesan tidak melulu diukur dari gelimang harta yang melimpah ruah. Menemukan kepuasan batin dalam ...