Senin
19 Oktober 2026 | 2 : 02

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Meski Diserang Hoaks dan Isu Agama, Elektabilitas PDIP Selalu Naik

pdip-jatim-211221-bendera-silhuet-banteng

PROBOLINGGO – Elektabilitas PDI Perjuangan selalu naik, meski hoaks dan isu agama selalu menyerang. Hal tersebut ditegaskan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat melakukan konsolidasi di Kantor DPC PDIP Kota Pasuruan, Sabtu (26/1/2019).

“Elektabilitas PDIP selalu naik meskipun isu agama dan hoaks dipakai untuk menyerang kita,” tegas Hasto.

Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf itu mengungkapkan, saat ini tidak ada lagi perbedaan antara kalangan nasionalis dan religius. Sebab, keduanya terbukti bersinergi melawan penjajah di era kemerdekaan lewat seruan resolusi jihad.

“Semangat hubbul wathan minal iman. Bagaimana spirit tersebut melahirkan sebuah resolusi jihad. Antara nasionalis dan religius tidak bisa dibedakan,” terang Hasto.

Terkait tabloid Indonesia Barokah yang banyak beredar di Jawa Barat dan Jawa Tengah, Hasto dengan tegas membantah jika tabloid tersebut dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Capres-Cawapres nomor urut 1, Jokowi-Maruf Amin.

Selain membantah, Hasto malah menganggap itu merupakan ekspresi kepanikan dari kubu sebelah, yakni BPN Prabowo-Sandi.

Dia menilai tabloid tersebut tidak ada unsur kampanye apalagi membela Jokowi-Maruf Amin. Sehingga menurutnya BPN Prabowo-Sandiaga Uno tak perlu sepanik itu.

“Yang jelas tabloid tersebut bukan dari kami, itu kan wujud kepanikan dari tim sebelah sampai kebakaran jenggot,” ucap Hasto sesusai Rakorcab pemenangan Pileg dan Pilpres di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo, kemarin.

Meski begitu, pihaknya juga masih mempelajari secara mendalam isi dari tabloid kontroversial tersebut. “Yang jelas saya belum memahami betul isinya, akan saya liat dulu siapa yang benar-benar dirugikan atas adanya tabloid tersebut,” ujarnya.

Hasto menambahkan, perbedaan Prabowo-Sandi dengan Jokowi-Ma’ruf terletak pada gaya bersikap yang ditunjukkan masing-masing paslon ketika dirundung isu tak sedap.

“Bedanya Pak Jokowi-Ma’ruf Amin dengan banyak (serangan) selebaran (hoaks) tetap tersenyum. Sementara di sana belum-belum sudah kebakaran jenggot. Itu yang membedakan. Pak Jokowi difitnah, Kiai Ma’ruf difitnah tetap tersenyum,” kata Hasto.

Kegiatan konsolidasi di Pasuruan dan Probolinggo itu merupakan bagian dari safari Politik Kebangsaan VI DPP PDI Perjuangan menyusuri wilayah Tapal Kuda Jawa Timur. Meskipun elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin di Jawa Timur sudah mencapai di atas 63%, PDIP terus melakukan konsolidasi dan penguatan dukungan, khususnya di daerah tapal kuda. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Karhutla Meluas di Sejumlah Gunung Jatim, Sri Untari Dorong Penanganan Terpadu

SURABAYA – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mendorong penguatan penanganan kebakaran hutan dan ...
KRONIK

Ribuan Pelari Meriahkan Bangkalan Run 2026, Bupati Lukman: Peluang Gerakkan Ekonomi Masyarakat

BANGKALAN – Ribuan pelari dari berbagai daerah memeriahkan Bangkalan Run 2026 yang digelar dalam rangka Hari Jadi ...
KRONIK

Apresiasi Penampilan Karya Siswa SR, Bupati Ipuk: Kami Bangga Menyaksikannya

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengaku bangga atas perkembangan siswa Sekolah Rakyat (SR) ...
KRONIK

Lulus Sekolah Pra-Pratama, Gen-Z Temukan Passion Perjuangan di PDI Perjuangan Jatim

SURABAYA – Pelatihan Sekolah Partai DPD PDI Perjuangan Jawa Timur di Hotel Palm Surabaya pada 17–18 Oktober 2026 ...
KRONIK

Said Abdullah Salurkan Bantuan Renovasi Rumah untuk 25 Warga Pulau Raas

SUMENEP – Sebanyak 25 warga di Kecamatan/Pulau Raas, Kabupaten Sumenep, menerima bantuan dana rehabilitasi rumah ...
HEADLINE

Tuntas Pelatihan AI, PDI Perjuangan Jatim Dorong Gen Z Naik Level Pratama

SURABAYA – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur sukses menyelenggarakan pelatihan kaderisasi tingkat Pra-Pratama berbasis ...