Selasa
21 Juli 2026 | 7 : 24

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Merespon Laporan Warga, Bupati Marhaen Sidak SPBE dan Pangkalan Elpiji 3 Kg

f256acc595c7bf0ada4b830ab80ae217_copy_1200x676

NGANJUK – Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menggelar inspeksi mendadak (sidak) menyusul informasi dari masyarakat perihal kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kilogram.

Sidak di sejumlah tempat, Kamis (8/6/2023). Yakni di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) PT. Laju yang berada di Desa Sombron, Kecamatan  Loceret. Kemudian Pangkalan Gas LPG Outlet/Gudang PT. Krakatau Pelita Gas di Jalan Krakatau Desa Tanjungrejo, Kecamatan Loceret.

“Melanjutkan sidak dari Dinas (Disperindag) hari Rabu (7/6). Hari ini kita cek betul, kita pengen (ingin) memastikan kira-kira troubel kekurangan elpiji itu dimana,” kata Kang Marhaen, sapaan akrab Bupati Nganjuk.

Hasil sidak, kata bupati yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim ini, tidak ditemukan adanya penimbunan yang menyebabkan terjadinya kelangkaan. Namun, apabila masyarakat menemukan atau mengetahui adanya penimbunan, Kang Marhaen meminta masyarakat untuk aktif melaporkan.

“Jika ditemukan adanya dugaan tersebut (penimbunan) maka akan kita tindak tegas!,” tandas Kang Marhaen.

Bupati Marhaen menyebut, pihaknya akan terus melakukan pengawasan, berkoordinasi dengan pihak kepolisan, Kapolres Nganjuk, guna memastikan untuk menyelidikinya lebih lanjut.

Selanjutnya, Kang Marhaen juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak panic buying degan membeli tabung gas berlebihan.

“Membeli membuat cadangan yang akhirnya menganggu masyarakat yang lain. Sehingga aman untuk dirinya sendiri, tapi menganggu tetangga, teman, dan masyarakat lain yang kekurangan,” ungkapnya.

Sementara itu, menanggapi kesulitan dan kelangkaan Gas Elpiji di Masyarakat, Kang Marhaen menyampaikan pihaknya sudah meminta kepada pertamina untuk menambah jumlah kuota gas elpiji yang dipasarkan di Kabupaten Nganjuk.

“Kita sudah minta ke area manajer pertamina Kediri-Nganjuk untuk menambah kuota. Segera, segera untuk dropping elpiji. Insyallah akan kita kawal terus,” pinta Kang Marhaen.

Lebih lanjut, Kang Marhaen juga mengimbau kepada para pedagang ecer, gudang atau pangkalan untuk mematuhi peraturan yang ada. “Jangan memanfaatkan keresahan masyarakat untuk keuntungan sendiri. Menjual harus sesuai HET (Harga Ecer Tertinggi),” tegasnya.(eng/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Asmadi Minta UMKM Dilibatkan dalam Revitalisasi GOR Ganesha, Pedagang Lama Harus Diprioritaskan

BATU – Ketua Komisi B DPRD Kota Batu, Asmadi, meminta Pemerintah Kota Batu melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, ...
SEMENTARA ITU...

Ketika Pelari Kenya Terjebak di Jember, Gotong Royong Mengantarnya Pulang

JEMBER — Debu musim kemarau beterbangan di sepanjang jalan Kota Jember. Matahari siang memantulkan hawa panas dari ...
KRONIK

Puan Maharani Tekankan Literasi Digital dan Komunikasi Negara untuk Tangkal Hoaks tentang DPR

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan maraknya hoaks yang menyasar DPR RI menjadi pengingat pentingnya ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Dorong Pemkot Percepat Pembangunan Pintu Air Kali Jagir

SURABAYA – Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mempercepat ...
LEGISLATIF

Baktiono Dorong Pemkot Surabaya Proaktif Cari Pimpinan Perumda yang Kompeten

Anggota Komisi B DPRD Surabaya Baktiono meminta Pemkot Surabaya proaktif mencari figur profesional berkompeten ...
HEADLINE

Hasto: Program MBG Lebih Efektif Jika Libatkan Warung dan UMKM Lokal

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai Program Makan Bergizi Gratis akan lebih efektif jika melibatkan ...