oleh

Merawat Mata Air Sumber Molang, Kader-kader di Magetan Tanam Pohon dan Tebar Benih Ikan

-Kronik-152 kali dibaca

MAGETAN – Kader-kader PDI Perjuangan di Magetan bersama para relawan pegiat lingkungan bahu membahu menjaga kelestarian Mata Air Sumber Molang di Desa Ngiliran dan Desa Bedagung Kecamatan Panekan, Selasa (12/10/2021).

Upaya merawat mata air dilakukan melalui tradisi Sedekah Alam dan Budaya yang dilaksanakan turun temurun masyarakat setempat. Sedekah alam merupakan bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas semua karunianya yang diberikan kepada masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah kader PDI Perjuangan. Yakni Anggota DPRD Jawa Timur, Diana Amaliya Verawatiningsih atau akrab disapa Diana Sasa; Sekretaris DPC PDI Perjuangan Magetan,  Suyatno; dan anggota DPRD Magetan, Suyono Wiling. Selain itu, sejumlah relawan PDI Perjuangan dan relawan cinta lingkungan dari Kabupaten Magetan dan Ngawi.

Menurut Diana Sasa, acara Sedekah Alam dan Budaya kali ini bertemakan lingkungan hidup.

“Menjaga lingkungan bukanlah hal mudah terutama sumber mata air,” ungkap Sasa. “Dapat dilihat saat ini banyak sumber air yang kering. Itu artinya sudah mulai terjadi kerusakan ekosistem,” imbuhnya.

Menjaga sumber air, jelas Diana Sasa, salah satunya dengan konservasi alam, bukan direnovasi dengan cara dipasang keramik. Sebab hal itu justru kurang baik bagi kelestarian alam. “Yang lebih bagus jika dipasang dengan batu alam,” ujarnya.

Dengan kegiatan ini, Sasa berharap mata air Sumber Molang terus dijaga dan dirawat. Serta potensinya bisa dijadikan destinasi wisata alam. Meski, lanjutnya, untuk itu perlu pembenahan atau renovasi tanpa mengganggu ekosistem setempat.

Kegiatan Sedekah Alam dan Budaya ini dalam rangkaian kegiatan Hari Jadi Kabupaten Magetan ke-346. Kegiatan yang dilakukan adalah dengan menanam pohon, menebar benih ikan dan pelepasan burung.

Secara simbolik, penanaman pohon dilakukan Diana Sasa, menebar benih ikan oleh Suyatno dan pelepasan burung oleh Suyono Wiling untuk kemudian secara bersama dilakukan segenap relawan yang hadir.

Sementara puncak kegiatan Sedekah Alam dan Budaya dilakukan pada 30 November 2021 dengan menyuguhkan pagelaran wayang kulit di Desa Ngiliran dan Seni Tayub Gambyong di Desa Bedagung. (rud/hs)