Rabu
13 Mei 2026 | 12 : 02

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Menjelang Magrib di Nganjuk: Saat Kang Marhaen Menyapa Warga dari Masjid ke Masjid

pdip jatim 260307 ramadan nganjuk

NGANJUK — Menjelang azan Magrib, halaman sejumlah masjid di Kabupaten Nganjuk berubah menjadi ruang kebersamaan. Anak-anak berlarian sambil tertawa, sesekali melambaikan tangan ketika rombongan tamu datang.

Di serambi masjid, ibu-ibu duduk berkelompok. Sebagian menata hidangan sederhana untuk berbuka puasa, sebagian lain berbincang hangat menunggu waktu berbuka tiba.

Suasana Ramadan seperti itulah yang terlihat dalam rangkaian Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Nganjuk tahun ini. Di tengah keramaian yang sederhana namun hangat itu, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi—yang akrab disapa Kang Marhaen—datang menyapa warga satu per satu.

Safari Ramadan dimulai pada 25 Februari 2026 di Masjid Sabilal Muhtadin, Desa Ketandan, Kecamatan Lengkong. Menjelang waktu berbuka, warga dari berbagai penjuru desa berdatangan. Ada yang duduk bersila di halaman masjid, ada pula yang berdiri di pinggir jalan menyambut kedatangan rombongan.

Bagi sebagian anak-anak, keramaian itu menjadi tontonan yang menyenangkan. Mereka berlari-lari kecil di halaman masjid, sesekali mendekat ketika Kang Marhaen menyapa mereka dengan senyum.

Sementara itu, para orang tua memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berbincang langsung dengan pemimpin daerah mereka. Dalam suasana sederhana itu, Kang Marhaen menegaskan bahwa Safari Ramadan bukan sekadar agenda seremonial tahunan.

“Kami ingin memastikan pemerintah selalu hadir di tengah masyarakat. Safari Ramadan ini menjadi cara kami bertemu langsung dengan warga, mendengar aspirasi mereka, dan melihat kebutuhan masyarakat secara nyata,” ujarnya.

Perjalanan Safari Ramadan kemudian berlanjut pada 28 Februari 2026 di Masjid Baiturrahman, Desa Sugihwaras, Kecamatan Prambon. Di tempat ini, kegiatan tidak hanya diisi dengan agenda keagamaan. Pemerintah daerah juga menghadirkan pasar murah kebutuhan pokok bagi warga.

Sejak sore hari, warga sudah mengantre untuk mendapatkan beras, minyak goreng, gula, dan telur dengan harga yang lebih terjangkau. Bagi banyak keluarga, pasar murah tersebut menjadi angin segar menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Kami ingin masyarakat tidak kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok. Karena itu pemerintah menghadirkan pasar murah agar harga tetap terjangkau bagi warga,” kata Kang Marhaen.

Dalam kesempatan itu pula ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk melindungi kesejahteraan petani. “Gabah petani akan diserap dengan harga Rp6.500 per kilogram. Ini komitmen pemerintah agar hasil panen petani tetap memiliki nilai yang layak,” tegas mantan Ketua Bamusi Jawa Timur tersebut.

Safari Ramadan kemudian berlanjut pada 2 Maret 2026 di Desa Pandantoyo, Kecamatan Kertosono. Menjelang pukul 17.00 WIB, halaman desa mulai dipenuhi warga. Selain kegiatan keagamaan, pemerintah daerah juga menghadirkan berbagai layanan langsung bagi masyarakat.

Mulai dari pelayanan administrasi kependudukan, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga penyaluran bantuan sosial bagi warga yang membutuhkan. Setelah itu, suasana kembali khidmat. Tausiyah Ramadan digelar, dilanjutkan dengan salat Magrib berjamaah dan berbuka puasa bersama.

Di sela-sela kegiatan, Kang Marhaen yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Nganjuk tampak berbincang santai dengan warga. Ia juga menyapa anak-anak yang masih bermain di halaman masjid sambil menunggu waktu berbuka.

Pemerintah Kabupaten Nganjuk juga merencanakan kegiatan buka puasa bersama masyarakat di Pendopo Kabupaten Nganjuk pada Minggu, 8 Maret 2026. Acara tersebut akan mempertemukan pemerintah daerah dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta warga dari berbagai kecamatan.

Namun bagi sebagian besar warga, rangkaian kegiatan Safari Ramadan itu bukan sekadar agenda resmi pemerintah.

Di halaman masjid tempat anak-anak bermain riang dan ibu-ibu menyambut tamu dengan senyum hangat, hadir pesan yang sederhana namun kuat: bahwa pemimpin tidak boleh jauh dari rakyat.

Di bulan Ramadan, ketika suasana kebersamaan terasa lebih hangat dari biasanya, pertemuan-pertemuan kecil di serambi masjid itu menjadi pengingat bahwa politik seharusnya tetap berpijak pada kehidupan wong cilik—mereka yang menjadi denyut kehidupan daerah. (yos/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Eri Cahyadi: Pemimpin Bukan Dinilai dari Penghargaan, Tapi Dampaknya bagi Rakyat

Eri Cahyadi menegaskan pemimpin sejati tidak diukur dari penghargaan, tetapi dampaknya terhadap kesejahteraan ...
KRONIK

Sensus Ekonomi 2026, Bupati Fauzi Ajak Masyarakat Memberikan Data yang Benar dan Jujur

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyambut baik Sensus Ekonomi 2026 yang dilaksanakan oleh Badan ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Minta Pengawasan Daycare Diperketat usai Kasus Kekerasan Anak di Yogyakarta

Novita Hardini meminta pengawasan daycare diperketat usai kasus dugaan kekerasan anak di Yogyakarta menjadi sorotan ...
KABAR CABANG

Perkuat Narasi Digital, DPC Ngawi Gembleng Kader Muda Kelola Media Sosial

NGAWI – Dinamika era digital telah mengubah perilaku publik secara fundamental, mulai dari cara mengakses informasi ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Ingatkan Jangan Sampai Indonesia Jadi Basis Judi Online Internasional

Puan Maharani mengingatkan pentingnya antisipasi agar Indonesia tidak menjadi basis operasional judi online ...
SEMENTARA ITU...

Dari Anak Buruh Tani, Hafif Memilih Masuk Politik: “Anak Muda Jangan Cuma Mengeluh dari Kejauhan”

Kisah Hafif Rohmatullah, anak buruh tani asal Jember yang memilih masuk politik lewat PDIP demi memperjuangkan ...