Selasa
10 Maret 2026 | 5 : 05

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Menaikkan Tarif Masuk KBS Harus Ada Kajiannya

pdip jatim - logo KBS-1

pdip jatim - logo KBS-1SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya Erwin Tjahyuadi minta Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS) mengkaji lebih dulu soal rencana menaikkan tarif masuk.

“Harus ada kajiannya, kenapa tarif harus naik. Jadi tidak asal menaikkan,” tandas Erwin, usai rapat Pansus LKPj Wali Kota, di ruang Komisi B, Selasa (21/4/2015).

Pernyataan itu disampaikan Erwin, terkait rencana pihak KBS menaikkan tarif masuk ke kebun binatang di kawasan Wonokromo tersebut. Seperti disampaikan Plt Dirut PTDS KBS Aschta Boestani Tajudin, menaikkan tarif sebagai salah satu upaya mengurangi tingginya beban operasional saat ini.

Menurut politisi PDI Perjuangan itu, pada prinsipnya dewan sepakat jika tarif masuk KBS dinaikkan. Apalagi, saat rapat dengan Pansus LKPj, Aschta Boestani menyampaikan, pada tahun 2014 ini misalnya, PDTS KBS mengalami kerugian hingga Rp 1,1 miliar akibat tingginya biaya operasional.

“Kami sepakat kalau tiket masuk KBS memang harus dinaikkan. Kami sepakat juga kalau naiknya khusus untuk pengunjung luar kota pas saat peak season,” ujar Erwin yang juga Wakil Ketua Pansus LKPj.

Meski demikian, lanjut Erwin, oleh karena KBS salah satu fungsinya sebagai tempat edukasi, pihaknya minta ada diskon khusus bagi sekolah-sekolah yang secara kolektif berkunjung ke KBS.

Saat ini, tarif masuk KBS sebesar Rp 15.000 per tiket. Plt Dirut PDTS KBS Aschta Boestani belum berani menyebut berapa nominal rencana kenaikan tarif tersebut, karena masih dalam tahap kajian.

Dia memperkirakan, kenaikan diberlakukan mulai 2016. Sesuai arahan wali kota, sebut Aschta, meski berstatus BUMD, kenaikan tarif harus mempertimbangkan asas keadilan.

“Kenaikan tarif tidak semata-mata karena keperluan kita, tetapi harus mempertimbangkan daya beli masyarakat,” terang Aschta, usai mengikuti rapat dengan Pansus LKPj.

Dia menegaskan, PDTS KBS tidak bisa disamakan dengan perusahaan yang mengelola satwa lainnnya seperti Taman Safari maupun Jatim Park. Meski pendirian BUMD berorientasi profit, terangnya, tapi PDTS sifatnya khusus, karena mengemban tiga fungsi, yakni rekreasi, pendidikan dan konservasi.

Dalam mengelola satwa, selama ini pihaknya berupaya mandiri dengan tidak terus menerus bergantung pada subsidi pemerintah kota. Pihaknya juga berupaya menekan tingginya biaya operasional.

“Selama ini untuk pengembangan KBS mendapatkan dana pendampingan dari Pemkot Surabaya. Dana pendampingan tersebut diberikan dalam kurun waktu 5 tahun, dengan total anggaran sekitar Rp 50 miliar,” ungkapnya. (pri)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Jatim Soroti Banyak Aset BUMD Belum Bersertifikat, Hambat Pengembangan Bisnis

SURABAYA – Komisi C DPRD Jawa Timur menyoroti banyaknya aset strategis milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang ...
KRONIK

Seleksi Terbuka Banteng Jatim FC U-17 di Bangkalan, Bupati Lukman: Panggung Emas untuk Atlet Muda

BANGKALAN – Kabupaten Bangkalan bersiap menjadi pusat perhatian talenta muda sepakbola di Pulau Madura. DPD PDI ...
LEGISLATIF

Guntur Wahono Dorong Pengembangan Wisata Blitar, Sertifikasi Pelaku Wisata Jadi Kunci

BLITAR – Pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Blitar dinilai perlu terus dioptimalkan agar mampu memberikan ...
LEGISLATIF

DPRD Kota Malang Tindaklanjuti Laporan Makanan Bermasalah dalam Program MBG

MALANG – Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita memastikan pihaknya akan menindaklanjuti temuan ...
SEMENTARA ITU...

Eri Cahyadi: Wisata Kota Harus Berdampak Ekonomi bagi UMKM dan Warga

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mendorong pengembangan destinasi wisata yang tidak hanya menarik ...
KRONIK

Bukber Tanpa Sekat di Pendopo Nganjuk, Ribuan Warga Duduk Bersila Bersama Bupati

NGANJUK – Menjelang senja di bulan Ramadan, Pendopo KRT Sosro Koesoemo Nganjuk tampak berbeda dari biasanya. Jika ...