Kamis
16 April 2026 | 1 : 56

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Menaikkan Tarif Masuk KBS Harus Ada Kajiannya

pdip jatim - logo KBS-1

pdip jatim - logo KBS-1SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya Erwin Tjahyuadi minta Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS) mengkaji lebih dulu soal rencana menaikkan tarif masuk.

“Harus ada kajiannya, kenapa tarif harus naik. Jadi tidak asal menaikkan,” tandas Erwin, usai rapat Pansus LKPj Wali Kota, di ruang Komisi B, Selasa (21/4/2015).

Pernyataan itu disampaikan Erwin, terkait rencana pihak KBS menaikkan tarif masuk ke kebun binatang di kawasan Wonokromo tersebut. Seperti disampaikan Plt Dirut PTDS KBS Aschta Boestani Tajudin, menaikkan tarif sebagai salah satu upaya mengurangi tingginya beban operasional saat ini.

Menurut politisi PDI Perjuangan itu, pada prinsipnya dewan sepakat jika tarif masuk KBS dinaikkan. Apalagi, saat rapat dengan Pansus LKPj, Aschta Boestani menyampaikan, pada tahun 2014 ini misalnya, PDTS KBS mengalami kerugian hingga Rp 1,1 miliar akibat tingginya biaya operasional.

“Kami sepakat kalau tiket masuk KBS memang harus dinaikkan. Kami sepakat juga kalau naiknya khusus untuk pengunjung luar kota pas saat peak season,” ujar Erwin yang juga Wakil Ketua Pansus LKPj.

Meski demikian, lanjut Erwin, oleh karena KBS salah satu fungsinya sebagai tempat edukasi, pihaknya minta ada diskon khusus bagi sekolah-sekolah yang secara kolektif berkunjung ke KBS.

Saat ini, tarif masuk KBS sebesar Rp 15.000 per tiket. Plt Dirut PDTS KBS Aschta Boestani belum berani menyebut berapa nominal rencana kenaikan tarif tersebut, karena masih dalam tahap kajian.

Dia memperkirakan, kenaikan diberlakukan mulai 2016. Sesuai arahan wali kota, sebut Aschta, meski berstatus BUMD, kenaikan tarif harus mempertimbangkan asas keadilan.

“Kenaikan tarif tidak semata-mata karena keperluan kita, tetapi harus mempertimbangkan daya beli masyarakat,” terang Aschta, usai mengikuti rapat dengan Pansus LKPj.

Dia menegaskan, PDTS KBS tidak bisa disamakan dengan perusahaan yang mengelola satwa lainnnya seperti Taman Safari maupun Jatim Park. Meski pendirian BUMD berorientasi profit, terangnya, tapi PDTS sifatnya khusus, karena mengemban tiga fungsi, yakni rekreasi, pendidikan dan konservasi.

Dalam mengelola satwa, selama ini pihaknya berupaya mandiri dengan tidak terus menerus bergantung pada subsidi pemerintah kota. Pihaknya juga berupaya menekan tingginya biaya operasional.

“Selama ini untuk pengembangan KBS mendapatkan dana pendampingan dari Pemkot Surabaya. Dana pendampingan tersebut diberikan dalam kurun waktu 5 tahun, dengan total anggaran sekitar Rp 50 miliar,” ungkapnya. (pri)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Bupati Lukman Minta BUMD Tingkatkan Kinerja, Topang Perekonomian Daerah

JAKARTA – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, berkomitmen untuk mendorong kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk ...
LEGISLATIF

Indri Dukung Larangan Vape, Soroti Potensi Disalahgunakan untuk Narkotika

Indriani Yulia Mariska mendukung larangan vape karena berpotensi disalahgunakan untuk narkotika dan membahayakan ...
LEGISLATIF

Yordan Soroti Kesenjangan Antarwilayah Jadi Tantangan Utama Pembangunan Jatim

Yordan M Batara Goa menyoroti kesenjangan antarwilayah sebagai tantangan utama pembangunan Jawa Timur dalam RKPD ...
LEGISLATIF

Pastikan Keselamatan Pengendara Jalur Magetan – Sarangan, Diana Sasa Minta Peremajaan Alat Tebang Pohon Bina Marga UPT Madiun

MAGETAN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Timur melalui Bina Marga UPT Madiun ...
UMKM

Cerita Warsito, Kader Banteng Ngawi Merintis Usaha Greenhouse Anggur

NGAWI – Kesuksesan tidak melulu diukur dari gelimang harta yang melimpah ruah. Menemukan kepuasan batin dalam ...
KABAR CABANG

Musancab PDI Perjuangan Kota Blitar Targetkan Kemenangan Pilkada

PDIP Kota Blitar menargetkan merebut kursi wali kota dengan memperkuat PAC sebagai ujung tombak konsolidasi hingga ...