Jumat
16 Oktober 2026 | 5 : 58

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Megawati: RI Harusnya Mampu Siapkan Sistem Peringatan Dini Bencana yang Layak

pdip-jatim-megawati-seoul-2019

JAKARTA – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menilai Indonesia belum punya sistem peringatan dini bencana yang layak. Hal itu dia sampaikan menanggapi masih banyaknya korban jiwa saat terjadi bencana.

Megawati mengatakan, seperti negara Jepang, RI juga seharusnya mampu menyiapkan peralatan peringatan dini terhadap bencana, khususnya gempa. Presiden ke-5 RI ini pun lantas bercerita tentang salah satu pengalamannya saat diguncang gempa di Jepang.

Ketika itu, dia dan keluarga yang mendampingi sudah hendak lari ke luar dari sebuah restoran tempat mereka makan. Namun hal itu justru dilarang warga Jepang yang menemani mereka.

“Teman saya yang orang Jepang bilang tidak usah lari. Nanti diberitahu kapan kita mesti lari. Jadi ada alarm,” kata Megawati, Selasa (7/1/2020).

“Kalau alarm bunyi artinya mesti waspada. Alarm kedua kita harus keluar. Jadi begitu. Itu masih berjalan terus cara memberikan warning. Jadi early warning sistem-nya bagus. Dibandingkan kita, aduh, bukan lemah, tapi tidak ada,” ujarnya.

Dia berharap Indonesia bisa meniru cara pemerintah serta warga Jepang dalam menghadapi bencana. Sebab seperti di Jepang, Indonesia juga merupakan negara yang berpotensi mengalami berbagai bencana alam seperti banjir, tsunami, hingga gempa bumi.

Bedanya, menurut Megawati, tingkat kewaspadaan warga Jepang sudah tinggi. Dia menambahkan, cara untuk meningkatkan kewaspadaan bencana harus dipikirkan.

Menurutnya, saat ini sudah ada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Keberadaan lembaga tersebut bisa dioptimalkan untuk meramal cuaca sehingga pemerintah bisa menyiapkan evakuasi dini dari bencana yang akan datang.

“Sekarang sudah ada (lembaganya), kenapa rakyat tidak diedukasi, disosialisasi?” lanjut Megawati.

Sebelumnya, banjir dan longor terjadi di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten seiring tingginya curah hujan. Banjir dan longsor tersebut mengakibatkan 67 orang meninggal dunia. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Antrean BBM Meluas di Jember, Widarto Kritik Pertamina Tak Transparan

JEMBER – Antrean panjang di sejumlah SPBU Jember belum terjawab penyebabnya. Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto, ...
LEGISLATIF

Keluhan Warga Barat Magetan Tertumpah di Pertemuan Reses Rita Haryati

MAGETAN – Sejumlah warga dari pelbagai desa di Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mengeluhkan kondisi ...
LEGISLATIF

Beri Bantuan Air Bersih di Kaligede Ngawi, Kanang Temukan Pompa Sumur Terkendala Daya Listrik

NGAWI – Musim kemarau panjang memicu kekeringan parah di Kabupaten Ngawi. Berdasarkan data Badan Penanggulangan ...
EKSEKUTIF

Bupati Yani dan PMI Gresik Apresiasi Pendonor Darah yang Telah Donor 50 Kali

GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gresik memberikan ...
LEGISLATIF

Deni Wicaksono Ajak Warga Panggul Trenggalek Jaga Hutan dan Sumber Air

TRENGGALEK – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mengajak masyarakat Kecamatan Panggul, Kabupaten ...
KRONIK

Sasar Panggung Dunia, Gandrung Sewu 2026 Usung Konsep Baru

BANYUWANGI – Pagelaran Gandrung Sewu 2026 yang memasuki tahun ke-14 ditargetkan menyasar panggung dunia. Agenda ...