SURABAYA – Anggota Komisi X DPR RI, Puti Guntur Soekarno, menyoroti pengaruh teknologi terhadap perkembangan kebudayaan yang terjadi di Indonesia. Utamanya terkait perubahan kebijakan yang selalu terjadi ketika ada perubahan pejabat di pemerintah.
Hal tersebut dia sampaikan saat sosialisasi bertajuk “Dampak Teknologi Terhadap Budaya” hasil kolaborasi Kementerian Kebudayaan dengan DPR RI, yang digelar di Twin Tower Hotel & Residence, Minggu (26/10/2025).
“Jadi ini adalah pekerjaan rumah untuk kita semua bagaimana kemudian dampak teknologi terhadap budaya, tanpa ada dukungan kebijakan yang jelas serta berganti-ganti. Ganti menteri, ganti kebijakan, ganti pemerintahan, ganti kebijakan,” kata Puti.

Politisi PDI Perjuangan yang akrab disapa Mbak Puti tersebut menekankan pentingnya penerapan program jangka panjang, sehingga perkembangan kebudayaan dapat berjalan maksimal.
“Platform dan blueprint harus jelas, ini dilakukan oleh India dan Korea. Ganti perdana nenteri, ganti presiden tapi tidak pernah ada perubahan di dalam kebijakan kebudayaannya,” bebernya.
Harapannya, jelas cucu Bung Karno tersebut, dengan kebijakan jangka panjang dan tidak terus berubah, dapat meningkatkan daya saing kebudayaan Indonesia di mata dunia.

“Ini pertanyaan sekaligus pekerjaan rumah buat kita semua. Mampukah kebudayaan Indonesia kemudian dapat bersaing dengan demikian kaya, cantiknya, dan banyaknya kebudayaan, suku, bahasa, etnis, segala kriya, makanan, dan lain sebagainya,” ungkapnya.
Puti menegaskan bahwa tugas untuk meningkatkan kebudayaan Indonesia di dunia internasional menjadi tugas seluruh masyarakat dan pemerintah.
“Maka mampukah kemudian kita memiliki satu jenjang yang akhirnya bisa bersaing, yang bisa kemudian orang tahu bahwa, oh ya ini Indonesia, bukan Malaysia, bukan Thailand, tapi ini Indonesia. Ini yang menjadi tugas kita bersama,” pungkas Mbak Puti. (gio/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










