Jumat
04 September 2026 | 11 : 53

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Matangkan Ideologi, 93 Banteng Perempuan Tiga Hari Digembleng di Wisma Perjuangan

pdip-jatim-221111-kader-perempuan-1

PDI Perjuangan sebagai partai politik terbesar di Indonesia, memiliki kesadaran untuk turut mencetak kader-kader perempuan yang unggul dan berkompetensi.

BATU – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menggelar Pendidikan Kader Perempuan di Wisma Perjuangan, Oro-oro Ombo, Kota Batu, selama tiga hari mulai Jumat (11/11/2022).

Pendidikan Kader Perempuan diikuti perwakilan dari DPC, PAC, bahkan Ranting PDI Perjuangan se-Jatim ini dibuka Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Sri Untari Bisowarno.

Untari mengatakan, sebagai tonggak kehidupan bangsa seorang perempuan memiliki peranan yang teramat besar. Baik sebagai pribadi, istri, ibu, serta warga negara yang berkewajiban mendidik generasi penerus.

Perempuan Indonesia, ujarnya, juga harus dapat mengambil bagian dalam pembangunan nasional.

PDI Perjuangan sebagai partai politik terbesar di Indonesia, sebut Untari, memiliki kesadaran untuk turut mencetak kader-kader perempuan yang unggul dan berkompetensi.

“PDI Perjuangan memiliki banyak kader perempuan dengan tekad yang kuat semangat dan semangat yang membara. Mereka akan kita gembleng sampai hari minggu. Sehingga terdapat satu kesatuan antara tindakan, aksi, dan pemikiran kita sebagai seorang kader,” kata Untari.

Menurutnya, sebagai seorang perempuan, terjun dan melakukan kaderisasi di partai politik adalah sebuah kesempatan yang sangat baik untuk mengembangkan potensi diri.

Terutama di PDI Perjuangan, sebutnya, memberikan kesempatan yang sangat luas kepada perempuan untuk bisa mengaktualisasikan diri.

“Di tingkat nasional kita memiliki banyak perempuan berprestasi, ada Ibu Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, ada Mbak Puan Maharani yang sekarang menjadi Ketua DPR RI. Di tingkat provinsi ada saya dan Bu Renny, begitu juga di tingkatan kabupaten/kota juga serupa,” paparnya.

Dia juga berharap, agar di kemudian hari semakin banyak kader-kader perempuan PDI Perjuangan yang berhasil menjadi pemimpin. Baik di lembaga pemerintahan maupun di tengah-tengah masyarakat.

“PDI Perjuangan ini adalah rumah yang tepat bagi kalian untuk membangun partai, masyarakat, bangsa dan negara,” tutup Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim tersebut.

Sementara itu, Kepala Badiklatda PDI Perjuangan Jawa Timur, Daniel Rohi menyampaikan bahwa Pendidikan Kader Perempuan yang diikuti 93 peserta ini setingkat dengan pendidikan kader tingkat pratama.

Pendidikan kader perempuan secara khusus diselenggarakan untuk mendorong keterlibatan serta partisipasi kaum perempuan agar bisa berkontribusi kepada bangsa dan negara untuk bangsa Indonesia melalui PDI Perjuangan.

“Pendidikan kader perempuan ini untuk mewujudkan kader yang ideologis, berkarakter, dan kompeten. Keseluruhan proses pendidikan ini akan berlangsung sebanyak 17 sesi,” jelas Daniel Rohi. (ace/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim Ingatkan Tambahan Rp1,235 T Jangan Berujung SiLPA

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur mengingatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim agar tidak ...
KRONIK

Madura Berselawat, Bupati Fauzi Berharap Berdampak Positif bagi Pembangunan

SUMENEP – Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep bersama masyarakat mengikuti ...
KRONIK

Bupati Lukman: Jabatan Kepala Sekolah Itu Amanah Besar, Muaranya Harus untuk Kepentingan Anak

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menekankan pentingnya kebersamaan seluruh elemen pendidikan agar setiap ...
LEGISLATIF

DPRD Magetan Boyong Peternak ke DPR RI dan Kementan Terkait Anjloknya Harga Telur

MAGETAN — Komisi B DPRD Kabupaten Magetan memboyong perwakilan peternak dan koperasi peternak daerah bertolak ke ...
KRONIK

Bupati Jember Tawarkan Tenaga Ahli, Widarto: Persoalan DPRD Bukan Kemampuan Anggota

JEMBER – Wacana Bupati Jember, Muhammad Fawait, memberikan tenaga ahli kepada setiap anggota DPRD justru ...
LEGISLATIF

Desil Tak Akurat, Zulham Soroti Warga Miskin hingga Disabilitas di Malang Kehilangan Bansos

MALANG – Ketidakakuratan klasifikasi tingkat kesejahteraan atau desil membuat sejumlah warga miskin dan kelompok ...