Sabtu
31 Oktober 2026 | 11 : 23

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Masih Banyak Buruh Termarginalkan, Amithya Dorong Kolaborasi Bersama Wujudkan Upah Layak

pdip-jatim-250502-sarasehan-hari-buruh-1

MALANG – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang, Amithya Ratnanggani Siraduhita mendorong kolaborasi semua pihak untuk mewujudkan kesejahteraan buruh dengan memberi mereka upah yang layak.

Hal ini ia sampaikan saat menghadiri sarasehan dalam rangka peringatan Hari Buruh yang digelar Disnaker PMPTSP Kota Malang, Kamis (1/5/2025). Amithya menilai masih banyak buruh yang hak-hak ketenagakerjaannya termarginalkan.

“Saya berharap seluruh pihak dapat bersatu untuk mewujudkan kesejahteraan para pekerja. Saya memandang keadilan sosial dalam hal ini perlu kita wujudkan karena memang dalam masyarakat masih banyak yang termarjinalkan,” ajak Mia, sapaan akrabnya.

Menurutnya, para buruh masih banyak dihadapkan pada sejumlah permasalahan klasik. Salah satunya adalah pemberian upah kurang layak.

Artinya, selama ini para buruh masih belum banyak yang menikmati hasil kerjanya dengan pantas. “Padahal karyawan dan buruh juga berhak hidup layak,” ujarnya.

Meski begitu, legislator PDIP ini juga memberi acungan jempol bagi semua pihak yang turut berkontribusi dalam menciptakan kondusivitas iklim ketenagakerjaan di Kota Malang. Baik dari pekerja, perusahaan penyedia lapangan pekerjaan hingga unsur pemerintah.

“Saya apresiasi kepada seluruh pelaku usaha dan pelaku industri yang telah menjadi penyedia lapangan pekerjaan. Terlebih konsisten dalam memenuhi hak pekerja. Mulai upah layak hingga jaminan sosial,” jelas Mia.

Terlepas dari itu, dia juga tidak memungkiri jika saat ini iklim dunia usaha juga dihadapkan dengan situasi ekonomi yang sulit. Tak jarang sebuah perusahaan harus berhadapan dengan keputusan dilematis untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Dalam situasi ini, Mia menegaskan bahwa dalam upaya PHK tentu harus ada klausul kesepakatan yang benar-benar dapat mengakomodir kepentingan pekerja dan perusahaan.

“PHK ini sangat kita sayangkan kalau tidak ada klausul yang sama-sama menjadi kesesuaian antara pekerja dan pengusaha. Sehingga kasus ini masih tidak dapat kita terima dengan baik. Maka negara dan perusahaan harus bisa cari jalan tengah,” tutur Mia.

Tak hanya itu, isu soal pekerja perempuan dan anak-anak juga kerap dihadapi di sejumlah wilayah. Dari data yang ia himpun, di Indonesia masih ada lebih dari satu juta anak yang harus menjadi buruh meski masih belum berusia pekerja, yakni 18 tahun.

“Saya berharap seluruh perwakilan perusahaan di kota malang tidak turut melakunan hal tesebut. Saya berharap hal itu tak ada di Kota Malang. Kalaupun ada, kami siap mengadvokasi bersama,” harapnya. (ull/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Tulungagung Sahkan 5 Perda, Fraksi PDI Perjuangan Soroti Isu Pendidikan hingga Disabilitas

TULUNGAGUNG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulungagung bersama eksekutif resmi mengesahkan lima ...
LEGISLATIF

Buleks Apresiasi Prestasi Bank Suroboyo, Minta Kinerja Lima Tahun Berturut-turut Dipertahankan

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Budi Leksono, mengapresiasi capaian BPR Surya Artha Utama (BPR SAU) atau ...
SEMENTARA ITU...

Pemkot Surabaya Kembangkan Taman Hutan Kota Jeruk, Warga Desil 1 hingga 3 Diprioritaskan Kelola Usaha

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan pengembangan Taman Hutan Kota Jeruk di Kecamatan ...
LEGISLATIF

Bangun Ekonomi Berbasis Zero Waste, Sri Untari Gandeng Warga Empat Desa di Kabupaten Malang

MALANG – Empat desa di Kabupaten Malang disiapkan menjadi proyek percontohan pengelolaan sampah berbasis zero waste ...
EKSEKUTIF

Museum Penataran Expo 2026 Angkat Warisan Budaya Takbenda, Pemkab Blitar Luncurkan Reservasi Online

BLITAR – Museum Penataran Expo 2026 menjadi upaya Pemerintah Kabupaten Blitar mengenalkan kekayaan warisan budaya ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Larang Pungutan Perpisahan Siswa SD-SMP Negeri Surabaya, Dispendik Tegur Kasek

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melarang sekolah negeri membebani orang tua murid dengan pungutan ...