TRENGGALEK – Bupati Trenggalek sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, akhirnya kembali ke tanah air setelah menjalankan ibadah umrah.
Kepulangannya sempat tertunda beberapa hari akibat terganggunya jalur penerbangan internasional di kawasan Timur Tengah yang dipicu meningkatnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Mas Ipin, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa sejumlah penerbangan jemaah umrah dari Arab Saudi menuju berbagai negara mengalami pembatalan karena terbatasnya jalur penerbangan di kawasan tersebut.
“Maskapai sempat melakukan refund tiket karena penerbangan dibatalkan. Jadi kami harus memperpanjang izin tinggal di Arab Saudi sambil mencari alternatif penerbangan baru. Alhamdulillah akhirnya bisa kembali dan tiba di Indonesia kemarin malam,” ujar Mas Ipin, Senin (9/3/2026).
Menurutnya, situasi yang terjadi lebih berkaitan dengan gangguan pada jalur penerbangan internasional akibat konflik udara di kawasan Timur Tengah. Kondisi tersebut membuat banyak maskapai harus menyesuaikan rute atau bahkan membatalkan penerbangan.
“Sekarang kan perang udara, jadi jalur-jalur penerbangan memang sedikit terbatas. Banyak penerbangan yang harus diubah rutenya atau ditunda,” jelasnya.
Mas Ipin menambahkan, sebagian besar penerbangan dari Arab Saudi menuju Indonesia memang tidak dilakukan secara langsung. Umumnya, perjalanan harus melalui sejumlah kota transit seperti Dubai atau Doha. Namun dalam situasi konflik, jalur-jalur tersebut turut terdampak sehingga banyak jadwal penerbangan mengalami perubahan.
Akibatnya, sejumlah jemaah harus memperpanjang masa tinggal di Arab Saudi sambil menunggu kepastian penerbangan baru.
“Karena situasi perang tidak bisa diprediksi, beberapa penerbangan dibatalkan dan tiketnya dikembalikan penuh. Jadi kami harus extend beberapa hari di sana sambil mencari alternatif penerbangan,” tuturnya.
Untuk dapat kembali ke Indonesia, Mas Ipin akhirnya menempuh rute alternatif dari Madinah dengan transit di India dan Singapura sebelum mendarat di Jakarta. Dari ibu kota, ia melanjutkan perjalanan menuju Surabaya dan kemudian kembali ke Trenggalek.
“Alhamdulillah akhirnya bisa pulang. Dari Madinah transit di India, lalu Singapura, kemudian Jakarta, dan lanjut ke Surabaya sebelum kembali ke Trenggalek,” ujarnya.
Meski sempat tertunda, Mas Ipin memastikan kondisi di Tanah Suci tetap aman dan terkendali. Ia menegaskan bahwa aktivitas ibadah para jemaah di Makkah maupun Madinah tetap berjalan seperti biasa.
“Kalau di media sosial sempat ada kabar situasi mencekam atau polisi disiagakan, sebenarnya tidak seperti itu. Kondisinya aman. Kendalanya hanya di jalur penerbangan,” katanya.
Dalam refleksinya, Mas Ipin juga mengutip doa Nabi Ibrahim sebagaimana tercantum dalam Al-Quran yang memohon agar Tanah Suci menjadi negeri yang aman bagi umat manusia.
“Doanya para nabi itu, jadikan negeri ini baladan amina—negeri yang aman. Jadi kalau di Makkah dan Madinah insya Allah tidak ada masalah, semua proses ibadah berjalan lancar,” ujarnya.
Pengalaman tersebut, menurut Mas Ipin, menjadi pengingat bahwa di tengah dinamika geopolitik dunia, nilai-nilai spiritual dan ketenangan dalam beribadah tetap menjadi pegangan bagi umat yang datang ke Tanah Suci. (aris/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










