Senin
12 Oktober 2026 | 7 : 13

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Manfaatkan APBD untuk Antisipasi Aliran Radikal

pdip jatim - mendagri tjahjo k

pdip jatim - mendagri tjahjo kJAKARTA – Mendagri Tjahjo Kumolo mengatakan, koordinasi pemerintah dengan masyarakat diperlukan untuk memantau organisasi diduga menyimpang dan gerakan radikal.

Untuk kegiatan pemantauan itu, pemerintah akan memanfaatkan APBD untuk memenuhi kebutuhan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) dan forum kemasyarakatan.

“Kita butuh mata dan telinga masyarakat. Perlu pantauan terorganisir. Bukan hanya di tingkat provinsi, namun kabupaten/kota hingga ke desa/kelurahan,” kata Tjahjo, Jumat (15/1/2016).

Mantan Sekjen PDI Perjuangan tersebut mencontohkan, selama ini tidak ada yang menduga adanya ormas Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Ternyata, organisasi tersebut sudah mengakar, bahkan banyak laporan orang hilang yang dikhawatirkan mengikuti organisasi tersebut.

Menurut Tjahjo, keterlibatan seluruh unsur masyarakat itu hingga ke tingkat bawah. Bahkan, kalau perlu dia siapkan payung hukum agar kepala daerah tak khawatir mengucurkan dana tersebut kepada masyarakat dan Forkompinda.

Ferkait peristiwa teror bom Sarinah, tambah Tjahjo, semua pihak di pusat maupun daerah harus deteksi dini. Menurut dia, negara ini adalah negara besar, bila semua kalangan bersatu, maka tidak ada yang bisa merusak kedaulatan Indonesia.

Sementara itu, terkait teror bom Sarinah, anggota Komisi I dari Fraksi PDI Perjuangan, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin mengapresiasi aparat kepolisian yang hanya kurang dari empat jam semua penyerang sudah dapat dilumpuhkan. Dan sampai saat ini belasan lainnya sudah ditangkap dan diburu .

“Kita juga harus memberi apresiasi kepada Presiden yang turun langsung mengendalikan penanggulangan teroris di lapangan dan mempercepat kunjungannya ke Jabar. Hashtag #KamiTidakTakut merupakan tekad bulat bangsa Indonesia dalam bersatu padu melawan teroris yang menjadi musuh bersama,” tegas TB Hasanuddin.

Sekarang, sambung TB Hasanuddin, saatnya bersatu melawan musuh bersama. Kini, bukan saatnya saling menyalahkan satu sama lain.

Dan kalau intelejen merasa tidak kecolongan, ujarnya, maka harus membuktikan ke depan tak akan terjadi lagi kasus serupa .

“Kalau para pejabat sering membuat pernyataan bahwa ratusan WNI sudah kembali dari wilayah ISIS , lakukan sesuatu agar mereka kembali jadi warga negara yang baik,” ujarnya. (goek/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Dewanti Rumpoko: Keselamatan Penumpang Penyeberangan Harga Mati, Bukan Kompromi Bisnis

SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur Dewanti Rumpoko menegaskan keselamatan jiwa pengguna jasa transportasi ...
LEGISLATIF

Yuzar Rasyid Beber Jalur Koreksi Desil Bansos, Warga Kediri Bisa Ajukan Pemutakhiran Data

KEDIRI – Anggota Komisi B DPRD Kota Kediri Yuzar Rasyid mengingatkan warga agar memeriksa data kesejahteraan yang ...
KRONIK

RSUD Blambangan Raih Tiga Penghargaan NHR, Bupati Ipuk: Tolok Ukur Berbenah Tingkatkan Layanan

BANYUWANGI – RSUD Blambangan Banyuwangi meraih tiga penghargaan dalam ajang National Hospital Ranking (NHR) yang ...
KRONIK

Bupati Fauzi Upayakan Pemulangan 9 Nelayan Sumenep yang Ditahan di Australia

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mengupayakan pemulangan sembilan ...
HEADLINE

HUT ke-81 Jatim, Deni: Pembangunan Berhasil Jika Rakyat Ikut Maju dan Merasakan Manfaatnya

SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono menegaskan keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari ...
KRONIK

Ratusan Kendaraan Dinas “Raib”, Andi PDIP Sebut Pemda Berpotensi Tanggung Kewajiban Pajak

BONDOWOSO – Sebanyak 409 kendaraan dinas milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab0) Bondowoso tidak diketahui ...