Jumat
30 Oktober 2026 | 9 : 59

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Maknai Kemerdekaan, Bupati Ipuk Ajak Masyarakat Galakkan Hidup Sehat

PDIP-Jatim-Bupati-Ipuk-18082024
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengunjungi RSUD Blambangan setelah upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI, Sabtu (17/8/2024).

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, memaknai peringatan HUT Kemerdekaan RI sebagai upaya menyiapkan generasi muda yang merupakan harapan masa depan bangsa. Mulai dari penyiapan pendidikan mereka hingga kesehatan para generasi muda.

Hal itu disampaikan Ipuk seusai mengunjungi RSUD Blambangan, Sabtu (17/8/2024). Ia mengunjungi RSUD Blambang setelah upacara detik-detik proklamasi kemerdekaan. Di sana, ia menyerahkan akta kelahiran dua orang bayi yang lahir bertepatan dengan HUT Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2024.

Menurut Ipuk, kesehatan masyarakat perlu mendapatkan perhatian serius. Khususnya bagi generasi muda yang akan meneruskan keberlangsungan negeri ini.

“Di hari kemerdekaan ini, perlu menjadi refleksi kita semua. Kita harus menyiapkan generasi yang sehat, generasi yang unggul, untuk menyongsong Indonesia emas 2045,” ujar Ipuk.

Selain menyerahkan akta kelahiran, Ipuk juga mengunjungi ruang hemodialisa. “Kami mendapat laporan, jika frekuensi pasien cuci darah terus meningkat dari waktu ke waktu. Bahkan, usianya cenderung semakin muda,” tuturnya.

Saat ini, lanjut politisi PDI Perjuangan itu, ada 175 pasien yang rutin melakukan cuci darah di RSUD Blambangan. “Bahkan 24 di antaranya, adalah pasien usia muda, di bawah 40 tahun,” jelasnya.

Salah satunya adalah TC (19). Perempuan muda itu sudah lima bulan cuci darah. Ia rutin melakukannya dua kali sepekan. Hal tersebut disebabkan oleh lifestyle atau gaya hidup kurang sehat.

“Sejak kecil sukanya minuman kemasan yang manis-manis, mie instan mentah, lalu mengkonsumsi obat diet tanpa arahan dokter,” ujar ibu gadis tersebut saat ditanya oleh Ipuk.

Hal tersebut memicu penyakit gagal ginjal. Gaya hidup tidak sehat tersebut, tidak hanya dialami oleh TC. Sejumlah kasus lainnya juga diakibatkan oleh hal yang sama.

“Banyak penyakit degeneratif muncul di usia muda. Ya, salah satunya akibat gaya hidup yang kurang sehat,” jelas Ipuk. (ftr/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Bangun Ekonomi Berbasis Zero Waste, Sri Untari Gandeng Warga Empat Desa di Kabupaten Malang

MALANG – Empat desa di Kabupaten Malang disiapkan menjadi proyek percontohan pengelolaan sampah berbasis zero waste ...
EKSEKUTIF

Museum Penataran Expo 2026 Angkat Warisan Budaya Takbenda, Pemkab Blitar Luncurkan Reservasi Online

BLITAR – Museum Penataran Expo 2026 menjadi upaya Pemerintah Kabupaten Blitar mengenalkan kekayaan warisan budaya ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Larang Pungutan Perpisahan Siswa SD-SMP Negeri Surabaya, Dispendik Tegur Kasek

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melarang sekolah negeri membebani orang tua murid dengan pungutan ...
KRONIK

Wabup Ngawi Pastikan Bantu Perbaikan Rumah Rusak Terdampak Angin Kencang

NGAWI – Hujan disertai angin kencang menerjang Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Kamis (29/10/2026) petang. Cuaca ...
KRONIK

Peternak Ayam Terpuruk, Sonny Desak Pemerintah Kendalikan Harga Telur dan Pakan

BANYUWANGI – Kondisi peternak ayam petelur yang terus merugi akibat rendahnya harga telur dan tingginya biaya pakan ...
KRONIK

Hari Jadi ke-757, Bupati Fauzi Wajibkan ASN Kenakan Baju Adat Keraton Selama Tiga Hari

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mengajak berbagai elemen masyarakat ikut melestarikan budaya lokal ...