MALANG – Ketua DPRD Kota Malang I Made Rian Diana Kartika mengatakan, pihaknya tidak ingin biaya operasional gedung Malang Creative Center (MCC) yang diperkirakan menghabiskan dana sekitar Rp 6 miliar per tahunnya, menjadi beban APBD Kota Malang.
“Jangan sampai ada anggaran khusus untuk MCC setiap tahun. MCC harus mandiri, tapi bermanfaat untuk masyarakat,” tegas I Made Riandiana Kartika di Kota Malang, Minggu (28/8/2022).
Agar tidak membebani APBD Kota Malang, Made menyarankan kepada Pemkot untuk memberikan kesempatan kepada berbagai jenis usaha yang bisa berkembang di MCC.
Dia mencontohkan, dalam perjalanannya MCC dapat menggandeng Perumda Tunas untuk juga memanfaatkan keberadaan gedung yang sebagai wadah pelaku ekonomi kreatif tersebut.
Dia juga meminta, agar Pemkot Malang segera menyusun skema detail berkaitan dengan kerjasama pihak ketiga yang akan turut serta memanfaatkan gedung MCC yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Blimbing, Kota Malang tersebut.
“Ini harus dipastikan di awal agar jelas penanggung biaya dan sebagainya,” ujar Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang tersebut.
Made juga mempertanyakan alasan Pemkot tidak kunjung meresmikan gedung MCC, padahal pembangunannya telah rampung.
Menurutnya, ada anggaran Rp 2,2 miliar untuk pengelolaan MCC dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2022. Juga ditambah Dana Alokasi Khusus (DAK) sekitar Rp 10 miliar.
“Kami akan dalami saat dengar pendapat terkait pengelolaan MCC. Kami juga minta pemaparan konkret pelaksanaan itu,” tandasnya.
Diberitakan, biaya operasional gedung MCC diperkirakan akan menghabiskan dana sekitar Rp 6 miliar per tahunnya. Biaya tersebut untuk pembiayaan listrik, WiFi, pemeliharaan gedung, dan lain-lain. (ace/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










