Rabu
21 Oktober 2026 | 12 : 48

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Lestarikan Kesenian Khas Bondowoso, Sonny Gelar Pertunjukan Tari Singo Ulung

pdip-jatim-dpr-ri-280822-sonny-dana-paramita-1

BONDOWOSO – Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Sonny T Danaparamita, menggelar pertunjukan Tari Singo Ulung. Acara dilaksanakan sebagai upaya menjaga kelestarian tarian tradisional khas Bondowoso.

Melalui komunitas binaannya, Se-Tretanan Dhibik (STD) bekerja sama dengan Sanggar Singo Ulung Putra Djaya, Sonny melangsungkan pertunjukan di Kompleks Pancoran Residence, Kecamatan Bondowoso, Sabtu (27/08/2022) siang. Pergelaran itu menyedot perhatian warga. Apalagi, berbagai atraksi ditampilkan para seniman tari.

Menurut Koordinator STD, Dedy Faizal Ali, acara sebagai tindaklanjut dari arahan yang diberikan pembina STD Bondowoso, Sonny T Danaparamita. Yakni, dalam perayaan HUT ke-77 Kemerdekaan RI berbarengan dengan Hari Jadi Bondowoso ke 203, komunitas STD diminta untuk menyelenggarakan  pertunjukan kesenian tradisional Singo Ulung ini.

“Beliau (Sonny T Danaparamita) menghendaki kami untuk lebih memperhatikan seni tradisional serta berupaya terlibat dalam pengembangannya,” terang Dedy.

Dihubungi secara terpisah, Sonny menjelaskan acara tidak sekadar memeriahkan HUT Kemerdekaan dan Hari Jadi Bondowoso. Kegiatan tersebut, kata Sonny, membawa misi untuk mengimplementasikan konsep TRISAKTI Bung Karno, Berkepribadiaan di bidang kebudayaan.

“Ini adalah upaya bagaimana mendorong kesenian tradisional tetap lestari dan kembali menjadi tontonan yang digandrungi warga”, Kata Sonny.

Wakil rakyat dari PDI Perjuangan yang akrab disapa Bung Sonny tersebut mengatakan, jika menilik beberapa tahun ke belakang, kesenian tradisional tergilas oleh arus modernisasi. Apalagi waktu pandemi Covid mewabah, pertunjukan tradisional semakin tenggelam karena jarang ditampilkan secara langsung.

“Dua tahun kita berjuang melawan pandemi, mungkin aksi-aksi kesenian tradisional jarang kita jumpai. Kini, pandemi telah mereda, kesenian tradisional harus kembali eksis,” ujarnya.

Upaya pelestarian kesenian tradisional, lanjut Sonny, sejatinya menjaga keindonesiaan. Jika kegandrungan masyarakat terhadap kesenian tradisional terus mengalami penurunan, lanjut dia, maka Bangsa Indonesia akan mengalami degradasi budaya karena telah putus akar sejarahnya. Akibatnya, kehilangan jati diri.

“Ini tidak boleh terjadi,” pungkasnya. (isa/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Banyuwangi Gelar Rembug Santri, Ruang Jaring Aspirasi Generasi Pesantren

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi terus berupaya menghadirkan program pembangunan yang inklusif ...
EKSEKUTIF

2027, Alur Pelayanan Seluruh Puskesmas Surabaya Diselaraskan dengan Rumah Sakit

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan menyelaraskan alur pelayanan seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat ...
LEGISLATIF

Minta Tak Ada Pungutan Pemakaman, Kaji Ipuk: Jangan Bebani Keluarga Berduka

SURABAYA – Ketua DPRD Kota Surabaya Syaifuddin Zuhri meminta pengelola tempat pemakaman umum (TPU) tidak melakukan ...
LEGISLATIF

Indi Naidha Prihatin Dugaan Kekerasan Siswa Sekolah Rakyat Jember

JEMBER – Sekretaris Komisi D DPRD Jember, Indi Naidha, menyoroti dugaan kekerasan terhadap tiga siswa Sekolah ...
KRONIK

Gus Falah Desak Kasus Penganiayaan Terhadap Kepsek Lamongan Diusut Tuntas

LAMONGAN – Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dari Dapil X (Lamongan-Gresik), Nasyirul Falah Amru yang akrab ...
EKSEKUTIF

Bupati Blitar Dorong Santri Percaya Diri dan Berani Tampil Lewat Lomba Pidato

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto mendorong para santri terus mengembangkan kemampuan berbicara di depan umum, ...