Kamis
15 Oktober 2026 | 11 : 52

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Legislator Jatim: Tenaga Medis Ponkesdes Harus Dapat Gaji Tepat Waktu

pdip-jatim-agatha-fraksi-jatim

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Agatha Retnosari mengatakan, tenaga medis pondok kesehatan desa (ponkesdes) harus mendapatkan gaji secara tepat waktu.

“Kami berharap tenaga medis di ponkesdes segera mendapatkan gaji yang merupakan haknya secara tepat waktu. Tak boleh lagi ada tunggakan gaji, apalagi sampai tiga bulan lebih,” kata Agatha, Senin.

Alumnus ITS ini mengaku prihatin dengan kondisi pelayanan kesehatan di Jatim yang sampai saat ini belum merata. Padahal di saat peringatan Hari Kesehatan Dunia 2017, ribuan tenaga medis tersebar di 16 kabupaten/kota sejak Januari hingga saat ini belum menerima gaji.

Anggota Komisi E DPRD Jatim ini mengungkapkan, dirinya mendapat info kalau 16 dari 38 kabupaten/kota tahun ini belum mencairkan gaji untuk para tenaga medis ponkesdes.

Menurut Agatha, sejatinya program ponkesdes ini bagus, bahkan bisa dibilang ini program unggulan Jatim. Program ini bagus karena bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat pedesaan.

Hanya, dia menyoroti pembayaran gaji tenaga medis ponkesdes yang selalu terlambat, sehingga membuat program ini menjadi tidak maksimal.

Meskipun dasarnya kemanusiaan, lanjut Agatha, tapi para tenaga medis ponkesdes juga berhak mendapat bayaran. Terlebih, mereka punya kebutuhan hidup yang harus dipenuhi.

Dia menyebutkan, keterlambatan pembayaran gaji ini sebenarnya masalah administrasi saja. Ke depan pihaknya berharap pemprov serta pemkab dan pemkot bisa menata masalah ini lebih baik.

“Dengan begitu, program ponkesdes yang baik ini bisa berjalan secara maksimal,” ujar legislator yang juga Bendahara DPD Taruna Merah Putih (TMP) Jatim ini.

Agatha juga berharap, Hari Kesehatan Dunia dapat menjadi momentum perbaikan di bidang kesehatan di Jatim. Khususnya perbaikan nasib para pegawai tidak tetap (PTT) bidang kesehatan. Baik itu dokter PTT, bidan PTT, perawat PTT.

Karena itu, dirinya mendorong agar mereka dapat segera diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Sebab dalam hal kesehatan, mereka adalah ujung tombak, khususnya di ranah promotif dan preventif.

Anggota dewan asal daerah pemilihan Jatim 1 (Surabaya dan Sidoarjo) ini meyakini, perubahan itu dapat diupayakan dengan melakukan revisi UU No 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.

“DPRD Jatim sendiri telah berupaya untuk mengawal perubahan UU ini dan mendorong kepada seluruh kepala daerah di Jatim untuk memberikan dukungan politis terhadap perubahan UU ini,” pungkasnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Antrean BBM Meluas di Jember, Widarto Kritik Pertamina Tak Transparan

JEMBER – Antrean panjang di sejumlah SPBU Jember belum terjawab penyebabnya. Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto, ...
LEGISLATIF

Keluhan Warga Barat Magetan Tertumpah di Pertemuan Reses Rita Haryati

MAGETAN – Sejumlah warga dari pelbagai desa di Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mengeluhkan kondisi ...
LEGISLATIF

Beri Bantuan Air Bersih di Kaligede Ngawi, Kanang Temukan Pompa Sumur Terkendala Daya Listrik

NGAWI – Musim kemarau panjang memicu kekeringan parah di Kabupaten Ngawi. Berdasarkan data Badan Penanggulangan ...
EKSEKUTIF

Bupati Yani dan PMI Gresik Apresiasi Pendonor Darah yang Telah Donor 50 Kali

GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gresik memberikan ...
LEGISLATIF

Deni Wicaksono Ajak Warga Panggul Trenggalek Jaga Hutan dan Sumber Air

TRENGGALEK – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mengajak masyarakat Kecamatan Panggul, Kabupaten ...
KRONIK

Sasar Panggung Dunia, Gandrung Sewu 2026 Usung Konsep Baru

BANYUWANGI – Pagelaran Gandrung Sewu 2026 yang memasuki tahun ke-14 ditargetkan menyasar panggung dunia. Agenda ...