Jumat
23 Oktober 2026 | 10 : 09

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Legislator Jatim: Tenaga Medis Ponkesdes Harus Dapat Gaji Tepat Waktu

pdip-jatim-agatha-fraksi-jatim

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Agatha Retnosari mengatakan, tenaga medis pondok kesehatan desa (ponkesdes) harus mendapatkan gaji secara tepat waktu.

“Kami berharap tenaga medis di ponkesdes segera mendapatkan gaji yang merupakan haknya secara tepat waktu. Tak boleh lagi ada tunggakan gaji, apalagi sampai tiga bulan lebih,” kata Agatha, Senin.

Alumnus ITS ini mengaku prihatin dengan kondisi pelayanan kesehatan di Jatim yang sampai saat ini belum merata. Padahal di saat peringatan Hari Kesehatan Dunia 2017, ribuan tenaga medis tersebar di 16 kabupaten/kota sejak Januari hingga saat ini belum menerima gaji.

Anggota Komisi E DPRD Jatim ini mengungkapkan, dirinya mendapat info kalau 16 dari 38 kabupaten/kota tahun ini belum mencairkan gaji untuk para tenaga medis ponkesdes.

Menurut Agatha, sejatinya program ponkesdes ini bagus, bahkan bisa dibilang ini program unggulan Jatim. Program ini bagus karena bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat pedesaan.

Hanya, dia menyoroti pembayaran gaji tenaga medis ponkesdes yang selalu terlambat, sehingga membuat program ini menjadi tidak maksimal.

Meskipun dasarnya kemanusiaan, lanjut Agatha, tapi para tenaga medis ponkesdes juga berhak mendapat bayaran. Terlebih, mereka punya kebutuhan hidup yang harus dipenuhi.

Dia menyebutkan, keterlambatan pembayaran gaji ini sebenarnya masalah administrasi saja. Ke depan pihaknya berharap pemprov serta pemkab dan pemkot bisa menata masalah ini lebih baik.

“Dengan begitu, program ponkesdes yang baik ini bisa berjalan secara maksimal,” ujar legislator yang juga Bendahara DPD Taruna Merah Putih (TMP) Jatim ini.

Agatha juga berharap, Hari Kesehatan Dunia dapat menjadi momentum perbaikan di bidang kesehatan di Jatim. Khususnya perbaikan nasib para pegawai tidak tetap (PTT) bidang kesehatan. Baik itu dokter PTT, bidan PTT, perawat PTT.

Karena itu, dirinya mendorong agar mereka dapat segera diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Sebab dalam hal kesehatan, mereka adalah ujung tombak, khususnya di ranah promotif dan preventif.

Anggota dewan asal daerah pemilihan Jatim 1 (Surabaya dan Sidoarjo) ini meyakini, perubahan itu dapat diupayakan dengan melakukan revisi UU No 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.

“DPRD Jatim sendiri telah berupaya untuk mengawal perubahan UU ini dan mendorong kepada seluruh kepala daerah di Jatim untuk memberikan dukungan politis terhadap perubahan UU ini,” pungkasnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

IMM Tagih Solusi Darurat Pendidikan Jember, DPRD Bidik 23 Ribu Anak Tak Sekolah

JEMBER – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menyelesaikan persoalan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Soroti APBD Kota Batu 2027, Dorong Kemandirian Fiskal dan Belanja Tepat Sasaran

BATU – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Batu mendorong pemerintah kota memperkuat kemandirian fiskal dalam ...
KRONIK

Makanan Diantar ke Rumah Lansia Miskin Tiap Pagi, Rantang Kasih Terus Lanjut

BANYUWANGI – Setiap pagi, sekitar pukul 06.30 WIB, Elok Susanti datang mengantarkan makanan ke rumah Sahani (67), ...
EKSEKUTIF

Anggaran Surabaya 2027 Prioritaskan Pendidikan, Kesehatan, dan Penanganan Banjir

SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya memprioritaskan pendidikan, kesehatan, dan penanganan banjir dalam penyusunan ...
EKSEKUTIF

Hari Santri 2026, Rijanto Dorong Santri Blitar Kuasai Teknologi dan Ikut Membangun Daerah

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto mendorong para santri menguasai ilmu agama sekaligus teknologi agar mampu mengambil ...
UMKM

Mendorong Kemandirian UMKM Kebun Sagu hingga Pantai Sumilir Tuban

TUBAN – Penguatan ekonomi pegiat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan wisata Tuban terus dilakukan ...