Sabtu
12 September 2026 | 9 : 10

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Lagu “Darah Juang” Sambut Jokowi di Peringatan Harlah PMII

pdip jatim - presiden - PMII di MAS

pdip jatim - presiden - PMII di MASSURABAYA – Para aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menyambut Presiden Joko Widodo dengan menyanyikan lagu “Darah Juang”, di Masjid Agung Al-Akbar Surabaya (MAS), Jumat (17/4/2015) malam. Lagu yang biasa terdengar ketika mahasiswa berdemonstrasi itu sontak dinyanyikan aktivis PMII, ketika rombongan Jokowi sekitar pukul 20.20 WIB memasuki ruang utama MAS.

Presiden Jokowi datang di Al-Akbar untuk menghadiri acara Peringatan Hari Lahir PMII ke-55 Muktamar Pergerakan. Sebelumnya, Jokowi juga sempat mengunjungi Pondok Pesantren Amanatul Ummah di Jalan Siwalankerto.

Sekitar 2.000 orang yang hadir di Masjid Al-Akbar pun riuh menyambut kedatangan Jokowi. Presiden RI ke-7 itu datang bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo, serta sejumlah Menteri Kabinet Kerja, di antaranya Menag Lukman Hakim Saifuddin, Mensesneg Praktikno, Menpora Imam Nahrawi, Menteri Desa PDT dan Transmigrasi Marwan Jafar, Menaker Hanif Dhakiri, Menristekdikti M. Nasir, dan Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Di hadapan ribuan kader PMII, Jokowi menyatakan harapannya agar generasi muda ikut mendorong percepatan perubahan pola pikir masyarakat. Pasalnya, tantangan yang dihadapi bangsa sangat besar, tapi kita belum mampu mengatasi masalah intern.

Menurutnya, kondisi bangsa saat ini cukup sulit, bahkan antarnegara sekarang sudah bisa dikatakan tidak ada batas. Apalagi, di akhir tahun ini dibuka MEA (Masyarakat Ekonomi Asean). “Pasar bebas bukan hanya di bidang ekonomi tapi juga ideologi. Kalau tak hati-hati, ideologi lain juga bisa merusak bangsa,” kata kader PDI Perjuangan itu.

Di antara permasalahan mendasar yang masih dialami bangsa Indonesia, sebut Jokowi, adalah kemiskinan, narkoba, dan radikalisme. Menurutnya, faktor penyebab kemiskinan yang terbesar adalah angka buta huruf yang mencapai 15,15 persen dari total penduduk.

“Karena itu, saya akan mempercepat pendidikan tingkat atas dengan memperbanyak SMK/SMA Inpres. Sebab pertarungan ke depan adalah pertarungan kualitas SDM (sumber daya manusia) bukan SDA (sumber daya alam),” ucapnya.

Dia mencontohkan seperti Singapura, Jepang, atau Korea, yang bisa maju bukan karena memiliki SDA melimpah, tapi karena SDM unggul yang melimpah. Sementara, Indonesia yang memiliki SDA yang melimpah mulai minyak, kayu, maupun batubara, tapi tidak bisa maju karena salah dalam pengelolaan.

“Karena itu mulai sekarang material SDA harus diolah di Indonesia, baru bisa dibawa ke luar negeri. Ini perlu dilakukan agar investasi juga bisa menyerap lapangan kerja,” ujar Jokowi.

Soal narkoba, tambah Jokowi, Indonesia sudah darurat narkoba. Sebab setiap hari tidak kurang 50 orang mati akibat narkoba. Sedang 1,5 juta orang sudah tak bisa direhabilitasi, serta 4,5 juta orang masih bisa direhabilitasi.

“Saya tegaskan tidak ada ampun bagi pelaku kejahatan narkoba di Indonesia, hukumannya adalah mati. Ini untuk menjaga kedaulatan bangsa,” tegasnya.

Jokowi juga minta seluruh elemen bangsa untuk menjaga persatuan dan kesatuan. Pasalnya, munculnya gerakan radikal itu bertujuan memecah-belah bangsa. “Sekarang ini banyak bangsa yang iri dengan kebhinnekaan Indonesia tapi tetap damai. Karena itu jangan ada kompromi dengan gerakan-gerakan radikal,” pintanya.

Pada kesempatan itu, Ketua Umum PB PMII Aminudin Maruf mengatakan, PMII yang kini menjadi organisasi terbesar di Indonesia bertekad untuk mempertahankan NKRI dan menjadikan Pancasila sebagai ideologi bangsa.

Dia menegaskan, PMII siap menjadi garda terbesar dalam membela bangsa untuk mempertahankan NKRI dan penegak agama Islam yang bercirikan ke-Indonesiaan mengedepankan toleransi dan kasih sayang dalam berdakwah. “Selama ada PMII, kampus, masjid, pesantren bebas dari radikalisme dan terorisme,” katanya. (pri/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Rekomendasikan Pemutakhiran Data Desil, DPRD Trenggalek Minta BPS dan Dinsos Turun ke Lapangan

TRENGGALEK – DPRD Trenggalek merekomendasikan pemutakhiran data desil secara langsung di lapangan untuk mengatasi ...
SEMENTARA ITU...

Yuzar: Kader Digital Harus Kritis, Jangan Mudah Sebarkan Informasi Belum Terverifikasi

KEDIRI – Anggota DPRD Kota Kediri dari Fraksi PDI Perjuangan, Yuzar Rasyid, mengingatkan kader digital Muhammadiyah ...
KABAR CABANG

Probolinggo Siaga Darurat Kekeringan, PDI Perjuangan Instruksikan Kader Jadi Early Warning System

KABUPATEN PROBOLINGGO – Kabupaten Probolinggo menjadi salah satu daerah dengan status Siaga Darurat Kekeringan di ...
EKSEKUTIF

Desil Bukan Lagi Acuan Tunggal, Pemkot Surabaya Libatkan Warga dan Pemuda Verifikasi Bansos

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengubah pola penentuan penerima bantuan sosial (bansos) dengan tidak ...
KRONIK

Raker PP Bamusi, Gus Falah Sampaikan Urgensi Ukhuwah Wathoniyah Ormas-ormas Islam

CIANJUR – Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia (PP Bamusi) menggelar rapat kerja untuk merumuskan program ...
EKSEKUTIF

Wawali Mojokerto: Jaminan Sosial Ketenagakerjaan adalah Hak Dasar Setiap Pekerja

MOJOKERTO – Wakil Wali Kota Mojokerto Rachman Sidharta Arisandi menegaskan jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan ...