Sabtu
25 Juli 2026 | 8 : 58

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kurangi Penularan Covid-19, Pemkot Surabaya Rumahkan Nakes Berisiko Tinggi

pdip-jatim-risma-apd-210520-1

SURABAYA – Pemkot Surabaya minta tenaga medis yang memiliki risiko tinggi untuk sementara waktu tetap tinggal di rumah. Hal itu untuk mengurangi potensi penularan Covid-19 bagi petugas medis di rumah sakit dan puskesmas.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, tenaga kesehatan (nakes) yang memiliki riwayat penyakit asma atau sedang hamil termasuk yang akan dirumahkan. ”Yang punya sakit sementara diistirahatkan dulu. Karena risikonya berat untuk mereka,” kata Risma, kemarin.

Selain asma dan hamil, faktor risiko lain adalah diabetes, penyakit jantung, dan hipertensi. Di RSUD dr Soewandhie milik Pemkot Surabaya, total ada 50 orang yang diminta untuk tinggal di rumah karena faktor risiko tersebut.

Baca juga: Baguna Jatim Serahkan Bantuan Baju Hazmat ke RS Royal Surabaya

Pun di RSUD Bhakti Dharma Husada, lebih dari 10 petugas medis diminta istirahat dulu karena sedang hamil. Di puskesmas, 60 petugas medis telah diminta tinggal di rumah terlebih dahulu.

Diberitakan, pada Rabu (20/5/2020) ada kabar duka dari Suhartatik, seorang perawat di Unit Stroke RSUD dr M. Soewandhie. Perawat yang sudah sebulan tidak bekerja dan beristirahat di rumah itu meninggal dunia dengan memiliki riwayat asma.

Sebelumnya, pada Senin (18/5/2020) Ari Puspitasari perawat RS Royal Surabaya yang positif Covid-19 meninggal dunia setelah sempat mengalami kritis.

Risma mengungkapkan, perlindungan untuk tenaga medis yang menjadi garda terdepan diupayakan dengan alat pelindung diri (APD) terbagus. Namun, potensi penularan itu bisa terjadi ketika paramedis melepas APD setelah bertugas.

”Saat melepas itu, ada kemungkinan mereka terinfeksi. Karena itu, kenapa kita membuat bilik sterilisasi pakaian. Rumah sakit banyak yang minta itu,” terang Risma.

Pemkot Surabaya sendiri telah menerima bantuan bilik sterilisasi khusus dengan tekanan negatif dari Institut Teknologi Telkom Surabaya. Bilik tersebut ditempatkan di RSUD dr M Soewandhie dan digunakan untuk sterilisasi petugas kesehatan.

Pihaknya berencana memperbanyak bilik serupa dan dipasang di rumah sakit. Dia sudah memerintah satgas dari Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang untuk membuat bilik khusus tersebut.

”Kami ingin buat seperti itu. Amannya sempurna. Bukan hanya saat dia memakai, tapi juga saat melepas,” ujar Risma.

Kemarin, Pemkot Surabaya menyalurkan bantuan 30 ventilator (alat bantu pernapasan pasien Covid-19) ke beberapa rumah sakit. Ventilator itu merupakan sumbangan dari Gesit Foundation yang dipimpin Jacob Soetoyo.

Jacob Soetoyo sendiri diketahui merupakan salah satu sahabat dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. “Bantuan dari sahabatnya Bu Mega,” ungkap Risma.

Dirinya mengenal Jacob lantaran dulu sering ketemu di Yayasan Kebun Raya Indonesia. Risma mengaku kaget saat diberitahu bakal diberikan bantuan ventilator beberapa waktu lalu.

Jumlahnya pun tak disangka Risma, yakni mencapai 30 unit. “Beliaunya menawarkan, Bu saya punya ventilator, nanti Bu Risma saya bantu 30 unit, ya kaget aku, padahal dua aja sudah senang, ini sampai 30,” papar Risma.

Bantuan itu, sebut Risma, bakal sangat membantu lantaran beberapa kasus yang terjadi, dilaporkan kekurangan ventilator.

PT Hanjaya Mandala Sampoerna (PT HM Sampoerna) Tbk kemarin juga menyerahkan sejumlah paket peralatan medis ke Pemkot Surabaya untuk membantu kinerja paramedis.

Peralatan medis yang dibantukan tersebut masing-masing adalah ventilator, baju hazmat, masker kain, APD full set dan face shield (pelindung wajah).

“Ada 3 unit ventilator, 5.000 pcs masker kain, 50 pcs APD full set, baju hazmat sebanyak 250 pcs, dan 200 pcs face shield,” jelas Andrianus, Direktur Rumah Kita Sampoerna Untuk Indonesia. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Suko Widodo: PDI Perjuangan Harus Jadi Kompas Anak Muda Lewat Working Ideology

Pakar komunikasi politik Unair Suko Widodo meminta PDI Perjuangan menjadi kompas generasi muda melalui sekolah ...
LEGISLATIF

Erma Susanti Dorong Penguatan Ekonomi Kelompok Tani Hutan Lewat Bantuan Alat Produksi

BLITAR – Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur Erma Susanti mendorong penguatan ekonomi masyarakat di kawasan penyangga ...
KRONIK

Kegelisahan Anak Muda pada Politik, Rocky Gerung: Bukan Apatis, tapi Burnout Society

MALANG – Akademisi sekaligus pengamat politik, Rocky Gerung, menilai kegelisahan generasi muda terhadap dinamika ...
LEGISLATIF

Eri Irawan Dorong Dishub Optimalkan Pemanfaatan 69 Halte, Tingkatkan PAD Surabaya

SURABAYA – Ketua Komisi C DPRD Surabaya, M. Eri Irawan, mendorong Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya ...
KRONIK

Kolaborasi Seniman dan Pemerintah untuk Festival Seni Tradisi Bangkalan yang Lebih Berdaya

BANGKALAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menggelar Festival Seni Tradisi Bangkalan di depan Pendopo ...
KRONIK

RedTalks Malang, PDIP Tegaskan Komitmen Beri Ruang Nyata bagi Kepemimpinan Anak Muda

MALANG – PDI Perjuangan menegaskan komitmennya tidak sekadar menjadikan generasi muda sebagai pelengkap ...