oleh

Kunjungi Nganjuk, Ketua PDIP Jatim Pantau Harga Sembako

NGANJUK – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Kusnadi, di sela kunjungan ke Kabupaten Nganjuk, Sabtu (24/12/2016) kemarin, sempat memantau harga-harga kebutuhan pokok masyarakat.

Pantauan harga sembako dilakukan Kusnadi di Pasar Wage, salah satu pasar tradisional besar di Nganjuk. Pasar ini letaknya di tengah kota, yakni di Kecamatan Nganjuk.

Sekitar pukul 09.00, Kusnadi didampingi istrinya, mengelilingi kios-kios pasar. Beberapa kali politisi yang juga Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur ini berhenti di stan-stan pasar, untuk berdialog dengan penjual, maupun pembeli soal fenomena kenaikan harga jelang hari raya.

Menjelang hari besar keagamaan serta hari besar lainnya, seperti Lebaran Idul Fitri, dan Hari Natal serta tahun baru, kata Kusnadi, persoalan fluktuasi harga sembako selalu terjadi di Indonesia.

Berbagai komoditas seperti beras, bawang merah, telur ayam, daging sapi dan ayam selalu melambung harganya. Menurutnya, fenomena seperti itu di negara ini sudah biasa terjadi.

“Yang penting, jangan sampai kenaikan harga sembako itu merugikan rakyat karena permainan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” kata Kusnadi.

Kehadiran negara, termasuk jajaran pemerintah daerah, sebut Kusnadi, sangat diperlukan, khususnya menjelang hari raya. Yakni berupaya mencegah naiknya harga komoditas yang dibutuhkan masyarakat sehari-hari, minimal harganya tidak sampai melambung tinggi.

Bagi PDI Perjuangan, tambah dia, persoalan kenaikan harga sembako jelang hari raya ini menjadi salah satu ‘PR’ yang akan terus diperjuangkan agar tidak merugikan rakyat. Baik melalui petugasnya di legislatif, maupun eksekutif.

Terkait pasar rakyat seperti Pasar Wage, sebut Kusnadi, keberadaannya masih dibutuhkan masyarakat. “Pasar tradisional seperti Pasar Wage ini menjadi salah satu denyut nadi perekonomian rakyat,” ujarnya.

Meski saat ini sudah marak pasar-pasar moderen seperti mal dan supermarket, jelas Kusnadi, pasar tradisional harus dipertahankan. Hanya yang perlu diperhatikan adalah sisi kenyamanan, misalnya pembenahan stan-stan dan sarana lainnya, sehingga pasar tradisonal tidak kumuh.

“Seperti di pasar ini, sudah lumayan baik. Tapi memang harus terus diperhatikan segi kenyamanannya, agar pembeli betah berbelanja di sini,” ucap Kusnadi. (goek)