oleh

Krisdayanti Tegas Tolak Pemberian Fasilitas Isoman Mewah bagi Anggota DPR

-Legislatif-72 kali dibaca

JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI Krisdayanti menolak kebijakan pemberian fasilitas isolasi mandiri (isoman) hotel berbintang tiga bagi anggota DPR dan seluruh staf yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Dia berpandangan anggaran untuk alokasi biaya hotel tersebut lebih baik untuk hal-hal lainnya yang lebih penting.

Kader PDI Perjuangan ini menerangkan, setiap orang yang saat ini tengah terinfeksi Covid-19 dan dalam kondisi kritis merupakan pasien prioritas yang harus mendapatkan penanganan di rumah sakit manapun di Indonesia.

“Fasilitas yang diberikan untuk anggota DPR berupa hotel bintang 3 untuk isoman menurut saya membuang anggaran. Anggota DPR juga sama seperti masyarakat lainnya, manusia biasa yang ketika sakit membutuhkan perawatan, ketika sakitnya tidak parah bisa istirahat di rumah,” jelas Krisdayanti, Jumat (30/7/2021).

Sehingga menurutnya, melihat urgensi yang lebih mendesak untuk menyediakan fasilitas kepada masyarakat yang lebih membutuhkan. Menurut legislator dari dapil Malang Raya ini, pemberian fasilitas bagi anggota DPR RI dan stafnya adalah hal yang tidak diperlukan.

“Jika kita bicara mengenai kondisi covid saat ini, saya rasa semua orang yang berkondisi kritis akan menjadi prioritas di manapun rumah sakitnya. Termasuk perawatan bagi pejabat negara yang kondisinya kritis, ada komorbid, bergejala berat, menurut saya itu manusiawi,” imbuhnya.

Krisdayanti menegaskan, semua warga negara berhak mendapatkan fasilitas kesehatan secara optimal tanpa pandang jabatan. Sehingga tidak ada kesan eksklusifitas dalam penanganan pandemi Covid-19 ini.

“Bahasa untuk anggota DPR-nya yang menurut saya kurang tepat, membuat stigma di masyarakat anggota DPR memohon untuk dieksklusifkan dalam situasi genting ini,” tegas Krisdayanti.

Dia menambahkan, bahwa prioritas utama saat ini adalah bagaimana seluruh warga negara Indonesia yang membutuhkan pertolongan fasilitas kesehatan harus mendapatkan pelayanan secara optimal dan menekan laju pesebaran Covid-19. (ace/pr)