Kamis
18 Juni 2026 | 3 : 32

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Korban Ledakan Gas Lapindo pun Mengadu ke Jokowi

Purwaningsih - korban lapindo

Purwaningsih - korban lapindoSIDOARJO – Jokowi nampak terkejut saat Purwaningsih (55) seorang korban ledakan gas lumpur Lapindo Sidoarjo menunjukkan luka bakar kedua kakinya, Kamis (29/5/2014). “Ini kenapa, Bu?” Tanya Jokowi sambil menyalami perempuan itu.

“Kena ledakan gas, Pak,” jawabnya sambil mendekatkan wajah ke telinga Jokowi. “Tolong saya, Pak Jokowi. Saya tidak bisa bekerja lagi, ” keluhnya.

“Uang ganti rugi habis untuk berobat, Pak. Anak saya juga kakinya terbakar, suami tidak bisa bekerja,” tambah Purwaningsih.

Jokowi pun menyampaikan keprihatinannya, “Aduh, nggih, nanti saya bantu. Nanti dengan Mba Wardah ya, Bu. Maaf, saya mesti pamit, semoga lekas sembuh,” tuturnya sambil memegang erat tangan Purwaningsih lantas meminta Wardah Hafid, aktivis perempuan yang mendampingi korban lumpur Lapindo untuk membantu.

Purwaningsih mengangguk dan melepas jabatan tangan Jokowi. “Terima kasih, Pak Jokowi,” ucapnya.

Jokowi pun berlalu dari atas panggung kecil yang dibangun di atas tanggul lumpur Lapindo, tepatnya di Titik 21 Desa Siring, Sidoarjo itu. Dia baru saja menandatangani kontrak politik antara dirinya dan Jusuf Kalla sebagai calon presiden dengan para korban lumpur Lapindo.

Purwaningsih mengalami luka bakar hingga 70% akibat ledakan gas metan pada 7 September 2010 lalu, di rumahnya di Desa Siring Barat, Sidoarjo. Luka itu menambah deritanya setelah kehilangan rumah akibat lumpur Lapindo karena dokter kemudian menyatakan ia cacat seumur hidup. Biaya ganti rugi sebesar 190 juta yang ia terima habis digunakan untuk biaya berobat.

Terlebih sejak sang suami mengalami kecelakaan yang hampir merenggut nyawa, seorang anaknya pun drop out dari Universitas Surabaya akibat kondisi ekonomi keluarga yang terus memburuk. Kini dia tinggal di rumah orang tuanya di Desa Gedang RT 7 RW II Kecamatan Porong, Sidoarjo.

Purwaningsih mengaku sangat berharap sisa ganti rugi sebesar 80 persen segera direalisasikan pemerintah. Sebab, untuk memenuhi kebutuhan makan saja dirinya harus berutang kepada tetangga.

“Kami sangat berharap, ganti rugi sebesar 80 persen bisa direalisasikan pemerintah secepatnya, semoga Pak Jokowi bisa membantu,” tutur dia. (sa)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC Lamongan Gelar Lomba Sinematografi AI, Begini Cara Daftarnya

LAMONGAN – Menyambut Bulan Bung Karno 2026, DPC PDI Perjuangan Lamongan akan Gelar Lomba Video AI (Artificial ...
LEGISLATIF

Ketua DPRD Surabaya Ajak Media Perkuat Edukasi Publik dan Kepercayaan terhadap Lembaga Legislatif

Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri mengajak media memperkuat edukasi publik dan menjaga kepercayaan masyarakat ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Hentikan Sementara Proyek Box Culvert se-Surabaya Usai Insiden Lansia Tewas

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menghentikan sementara proyek box culvert se-Surabaya pasca insiden yang menewaskan ...
KRONIK

Said Abdullah Tegaskan PDIP Tidak Terlibat Aksi Mahasiswa, Dorong Pemerintah Lebih Terbuka Terhadap Kritik

Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah menegaskan PDIP tidak terlibat dalam aksi demonstrasi mahasiswa. Ia juga ...
KABAR CABANG

Siap Gelar RedTalk 2026, PAC PDIP Prajurit Kulon Ajak Pemuda Naik Kelas Jadi Pemimpin Masa Depan

PAC PDI Perjuangan Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, akan menggelar RedTalk 2026 sebagai forum diskusi ...
LEGISLATIF

DPRD Jember Minta Semua Pihak Menahan Diri Terkait Polemik Batalyon TP di Silo

Wakil Ketua DPRD Jember Widarto meminta seluruh pihak menahan diri terkait polemik pembangunan Batalyon Teritorial ...