Sabtu
26 September 2026 | 2 : 35

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Korban Ledakan Gas Lapindo pun Mengadu ke Jokowi

Purwaningsih - korban lapindo

Purwaningsih - korban lapindoSIDOARJO – Jokowi nampak terkejut saat Purwaningsih (55) seorang korban ledakan gas lumpur Lapindo Sidoarjo menunjukkan luka bakar kedua kakinya, Kamis (29/5/2014). “Ini kenapa, Bu?” Tanya Jokowi sambil menyalami perempuan itu.

“Kena ledakan gas, Pak,” jawabnya sambil mendekatkan wajah ke telinga Jokowi. “Tolong saya, Pak Jokowi. Saya tidak bisa bekerja lagi, ” keluhnya.

“Uang ganti rugi habis untuk berobat, Pak. Anak saya juga kakinya terbakar, suami tidak bisa bekerja,” tambah Purwaningsih.

Jokowi pun menyampaikan keprihatinannya, “Aduh, nggih, nanti saya bantu. Nanti dengan Mba Wardah ya, Bu. Maaf, saya mesti pamit, semoga lekas sembuh,” tuturnya sambil memegang erat tangan Purwaningsih lantas meminta Wardah Hafid, aktivis perempuan yang mendampingi korban lumpur Lapindo untuk membantu.

Purwaningsih mengangguk dan melepas jabatan tangan Jokowi. “Terima kasih, Pak Jokowi,” ucapnya.

Jokowi pun berlalu dari atas panggung kecil yang dibangun di atas tanggul lumpur Lapindo, tepatnya di Titik 21 Desa Siring, Sidoarjo itu. Dia baru saja menandatangani kontrak politik antara dirinya dan Jusuf Kalla sebagai calon presiden dengan para korban lumpur Lapindo.

Purwaningsih mengalami luka bakar hingga 70% akibat ledakan gas metan pada 7 September 2010 lalu, di rumahnya di Desa Siring Barat, Sidoarjo. Luka itu menambah deritanya setelah kehilangan rumah akibat lumpur Lapindo karena dokter kemudian menyatakan ia cacat seumur hidup. Biaya ganti rugi sebesar 190 juta yang ia terima habis digunakan untuk biaya berobat.

Terlebih sejak sang suami mengalami kecelakaan yang hampir merenggut nyawa, seorang anaknya pun drop out dari Universitas Surabaya akibat kondisi ekonomi keluarga yang terus memburuk. Kini dia tinggal di rumah orang tuanya di Desa Gedang RT 7 RW II Kecamatan Porong, Sidoarjo.

Purwaningsih mengaku sangat berharap sisa ganti rugi sebesar 80 persen segera direalisasikan pemerintah. Sebab, untuk memenuhi kebutuhan makan saja dirinya harus berutang kepada tetangga.

“Kami sangat berharap, ganti rugi sebesar 80 persen bisa direalisasikan pemerintah secepatnya, semoga Pak Jokowi bisa membantu,” tutur dia. (sa)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

OLAHRAGA

Pemkot Surabaya Siapkan Fasilitas Olahraga Gratis untuk Putaran Nasional Piala Soeratin

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan sejumlah fasilitas olahraga milik pemerintah kota untuk ...
KRONIK

Bukan Cuma Soal Trofi, Bupati Lukman Sebut PORSADIN Jadi Ajang Level Up Karakter Santri Bangkalan

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, mengingatkan para santri diniyah untuk menjaga kepercayaan dan tanggung ...
KRONIK

E-PAD dan SIMPLING Masuk Nominasi JAWARA 2026, Bupati Ipuk: Kami Kembangkan Sesuai Kebutuhan Masyarakat

BANYUWANGI – Dua inovasi Banyuwangi, E-PAD dan SIMPLING (Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Laboratorium ...
KABAR CABANG

DPC Ngawi Cek Rutin Kesehatan Pengurus, Agar Tetap Bugar Dampingi Rakyat

NGAWI – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi menggelar pemeriksaan kesehatan bagi pengurus partai di Kantor ...
LEGISLATIF

Anas Karno: Layanan Online dan Kehadiran ASN di Balai RW Harus Berjalan Bersamaan

SURABAYA – Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya Anas Karno menegaskan seluruh upaya untuk memberikan pelayanan ...
LEGISLATIF

Novita Hardini: Ekspansi Industri Tak Boleh Abaikan Aspek Ekologis

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menegaskan ekspansi industri harus berjalan seiring dengan ...