BOJONEGORO – Momentum arus mudik Lebaran Idul Fitri 2026 menjadi perhatian serius bagi berbagai pihak, termasuk pengurus partai politik di daerah.
Menyadari tingginya tingkat kelelahan fisik dan faktor cuaca yang tidak menentu bagi para perantau yang pulang kampung, DPC PDI Perjuangan Bojonegoro mendirikan posko mudik sebagai bentuk kepedulian sosial.
Posko yang berlokasi di Panti Marhaen Joglo Dr. HM Taufiq Kiemas, Jalan HOS Cokroaminoto, Jetak, Bojonegoro, Jawa Timur ini disiapkan untuk melayani para pengguna jalan yang melintasi jalur tersebut.
Fasilitas Lengkap untuk Pemudik
Ketua DPC PDI Perjuangan Bojonegoro, Bambang Sutriyono, menyatakan bahwa keberadaan posko ini sangat penting mengingat rute Bojonegoro seringkali diguyur hujan deras di tengah suhu yang fluktuatif.
Ia mengundang siapa saja, tanpa terkecuali, untuk singgah dan beristirahat.
”Ini adalah bentuk kepedulian sosial kami. Posko ini bisa dimanfaatkan pemudik untuk beristirahat, sholat, atau sekadar berteduh saat cuaca hujan,” ujar Bambang saat ditemui di lokasi, Sabtu (21/3/2026).
Untuk menunjang kenyamanan, pengelola posko menyediakan berbagai fasilitas cuma-cuma, di antaranya:
Logistik: Mie instan, minuman hangat (teh dan kopi), serta makanan ringan.
Kesehatan: Penyediaan obat-obatan dasar bagi pemudik yang merasa kurang fit.
Sarana Umum: Mushola untuk beribadah dan toilet yang bersih.
Kapasitas: Bangunan joglo yang luas mampu menampung hingga ratusan pemudik sekaligus.

Pelayanan Siaga 24 Jam
Bambang menambahkan, posko ini tidak hanya menyediakan tempat, tetapi juga menyiagakan petugas yang berjaga secara bergantian (standby) untuk membantu keperluan para pemudik.
”Kami menyadari perjalanan dari perantauan itu jauh dan melelahkan. Harapan kami, fasilitas ini mampu memberikan ruang kenyamanan bagi masyarakat agar bisa melanjutkan perjalanan dengan selamat sampai tujuan untuk berkumpul bersama keluarga,” pungkasnya.
Pantauan di lokasi menunjukkan posisi posko yang strategis di pinggir jalan utama, memudahkan akses bagi pengendara roda dua maupun roda empat untuk menepi sejenak dari kepadatan arus lalu lintas.(dian/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










