Jumat
17 April 2026 | 7 : 56

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Komisi B DPRD Jatim Imbau Masyarakat Berkontribusi Stabilkan Harga Bahan Pokok

PDIP-Jatim-Go-Tjong-Ping-11082022

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur Go Tjong Ping mengimbau masyarakat untuk ikut berkontribusi menstabilkan harga bahan pokok di pasaran.

Seperti diketahui, data Siskaperbapo per 11 Agustus menunjukan harga cabai keriting turun sekira Rp2.800 menjadi Rp61.185 per kilogram. Lalu cabai merah biasa turun Rp3.800 menjadi Rp59.795 per kilogram, cabai rawit turun Rp5.500 menjadi Rp49.565, dan beras berada di kisaran Rp9.500-11.500 per kilogram.

“Kalau harga jatuh, saya harap masyarakat itu ikut andil. Contoh, kalau telur tiap KK masyarakat beli 1 kg, maka harga tidak akan turun. Jadi ikut berkontribusi agar harga stabil,” ujarnya.

Politisi PDI Perjuangan itu mengatakan, penurunan harga beberapa komoditas pangan di Jatim ini, memang menjadi kabar baik bagi masyarakat, namun juga perlu diperhatikan agar sebanding dengan penghasilan yang diterima petani.

“Petani ini banyak yang mengeluh pupuknya gak teratur. Harganya pun kalau beli subsidi itu tidak kuat, karena Rp300 ribu per sak itu berat untuk mereka,” jelasnya.

Tercatat, data terbaru Nilai Tukar Petani (NTP) per Juli 2022 menunjukan terjadi penurunan tertinggi di subsektor Tanaman Pangan sebesar 0,36 persen dari 97,44 menjadi 97,09.

Hal tersebut, jelas Tjong Ping, merugikan petani karena secara tidak langsung hasil yang mereka terima lebih sedikit dibanding sebelumnya. Terlebih, cuaca sepanjang Juli cenderung hujan sehingga berpengaruh ke masa panen.

“Itu bisa turun karena curah hujan terlalu tinggi sehingga tanah ini tidak bisa bagus. Kalau hujan terus itu ibarat tanam padi, ketela pohon itu buahnya tidak bagus,” ungkapnya.

Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah untuk melakukan penyuluhan mendalam terkait masalah yang melanda petani dan mempermudah pembelian pupuknya.

“Masalah pupuk jangan sampai telat, lalu masalah pertanian ini perlu penyuluhan yang mendalam terutama padi, kalau jagung sudah berlimpah, maka pemerintah harus turun tangan dengan penurunan ini,” tuturnya.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur itu juga meminta masyarakat, untuk tidak memanfaatkan keadaan dengan menimbun bahan pokok saat harga murah, agar tidak terjadi lagi lonjakan harga yang menyengsarakan semua pihak.

“Jadi, kalau harga stabil, maka rakyat juga ikut menyanggah ekonomi kerakyatan. Kalau harganya melonjak, gausah dibeli karena rakyat malah menjerit,” pungkasnya. (nia/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

PWI Jatim Anugerahi Said Abdullah, Dinilai Sukses Kelola Kebijakan Fiskal

MH Said Abdullah menerima penghargaan dari PWI Jawa Timur pada puncak Hari Pers Nasional 2026 di Surabaya, atas ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta OPD Surabaya Publikasikan Output dan Outcome Program ke Publik

Eri Cahyadi meminta OPD Surabaya mempublikasikan output dan outcome program untuk meningkatkan transparansi dan ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Terima Penghargaan KWP Awards 2026, Tekankan Peran Media Kawal Kinerja DPR

Puan Maharani menerima penghargaan KWP Awards 2026 dan menegaskan peran penting media dalam mengawal serta ...
LEGISLATIF

Sawah di Pakusari Terdampak Limbah, DPRD Minta Pemkab Jember Pahami UU Pengelolaan Sampah

Pemkab Jember diminta memahami UU Pengelolaan Sampah setelah limbah mencemari irigasi dan mengancam 10 hektare ...
LEGISLATIF

Pansus DPRD Jatim Soroti Program OPD, Anggaran Besar Belum Tekan Kemiskinan

DPRD Jatim menilai program OPD belum berdampak signifikan terhadap penurunan kemiskinan meski capaian administratif ...
KRONIK

Bupati Lukman Minta BUMD Tingkatkan Kinerja, Topang Perekonomian Daerah

JAKARTA – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, berkomitmen untuk mendorong kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk ...