oleh

“Kinerja PT PWU Harus Dioptimalkan”

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur mendesak kinerja PT Panca Wira Usaha (PWU) Jatim ke depan, lebih dioptimalkan. Hal ini sejalan dengan semangat raperda pemberdayaan PT PWU, yang disahkan Kamis (22/12/2016)

“Pengoptimalan kinerja PT PWU, harus dilakukan, agar dalam pengelolaannya bisa mendatangkan keuntungan secara signifikan dan ada kontribusi nyata ke pendapatan asli daerah (PAD),” tegas anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim, Agatha Retnosari.

Menurutnya, optimalisasi kinerja penting dilakukan mengingat hingga saat ini PAD yang masuk dari PWU masih belum cukup signifikan, dibanding aset dan penyertaan modal Pemerintah Provinsi Jatim kepada PT PWU.

Desakan ini dia sampaikan, saat memaparkan pendapat akhir fraksi atas Raperda Tentang Perubahan Kedua Perda Nomor 5/1999 Tentang Penggabungan 5 Perusahaan Daerah, dan Perubahan Bentuk Badan Hukum 5 Perusahaan Daerah Yang Digabung Menjadi PT PWU.

Legislator Komisi E ini juga menyampaikan pendapat akhir fraksi atas Raperda Tentang Pengelolaan Sumber Daya Air Berbasis Wilayah Sungai. (Baca juga: Ini, 4 Catatan untuk Perda Penggabungan PT JIM ke dalam PT PJU)

Agatha menambahkan, pihaknya juga merekomendasikan agar jumlah aset atau kekayaan daerah dipisahkan yang disertakan sebagai modal kepada PT. PWU Jatim tetap terjaga baik dalam hal eksistensi maupun dalam pemberdayaannya.

“Karena itu, kami juga menekankan agar dalam pengelolaannya selalu dibarengi studi kelayakan atas usaha yang akan dilakukan guna menghasilkan produk barang dan jasa yang feasible dan berprospek menguntungkan,” ujarnya.

Penataan manajemen dengan dukungan tenaga profesional yang dijiwai semangat kewirausahaan dan disertai penerapan fungsi-fungsi manajemen secara tertib, terbuka serta terpadu, sebut Agatha, menjadi suatu hal yang mutlak dilakukan dalam tubuh PT PWU.

Pada kesempatan itu, pihaknya mengingatkan kembali soal cita-cita menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang berkeadilan sosial, bangsa yang adil dan makmur. Cita-cita ini, ujarnya, tidak boleh dilupakan.

Dia lantas mengutip ucapan Bung Karno dalam buku Pancasila sebagai dasar Negara: “Saya katakan, bahwa cita-cita kita dengan keadilan sosial ialah satu masyarakat yang adil dan makmur, dengan menggunakan alat-alat industri, alat-alat tehnologi yang sangat modern. Asal tidak dikuasai oleh sistem kapitalisme”.

“Karena itu, Fraksi PDI Perjuangan berharap kedua raperda yang  disahkan ini dapat menjadi salah satu jalan untuk mewujudkan cita-cita keadilan sosial Bangsa Indonesia, menjadi jalan untuk memerangi sistem kapitalisme,” pungkasnya. (goek)