Kamis
08 Oktober 2026 | 2 : 54

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kiat Sukses Azwar Anas Ubah Citra Banyuwangi “Kota Santet” jadi “Kota Festival”

pdip-jatim-kronik-11122021-azwar-anas-b

BATU – Tragedi pembantaian seratusan dukun santet pada 1998 di Banyuwangi membuat daerah tersebut lekat dengan julukan “kota santet”. Namun, kini, Banyuwangi menjadi “Kota Festival” seiring berbagai kebijakan dilaksanakan pemkab selama 10 tahun kepemimpinan Bupati Abdullah Azwar. Bagaimana bisa?

Abdullah Azwar Anas, Bupati Banyuwangi periode 2010 sampai 2020, kepada seratusan kader PDI Perjuangan peserta Pendidikan Kader Madya di sekolah partai Wisma Perjuangan, Kota Batu, membeberkan berbagai kebijakan yang ia laksanakan selama satu dasa warsa memimpin Banyuwangi.

Mengawali materinya berjudul “Best Practices Kebijakan Pemda”, Azwar Anas mengatakan, kunci utama dalam kepemimpinannya ialah kemampuan memotret isu strategis sesuai arahan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

“Bahwa menjadi pemimpin perlu memiliki skala prioritas. Kita harus melihat isu strategis mana yang perlu kita sikapi sesuai dengan keterbatasan yang dimiliki,” kata Azwar Anas melalui sambungan internet, Sabtu (11/12/2021).

Menurutnya, ada sejumlah keterbatasan saat dirinya menjabat bupati. Antara lain persoalan minimnya keuangan daerah Banyuwangi, sumber daya manusia, dan kewenangan yang tidak dimiliki daerah.

Karena itu, Azwar Anas berfokus pada pengembangan pariwisata kota. Melalui program Banyuwangi Festival, berbagai sektor kehidupan masyarakat Banyuwangi didorong agar berkembang pesat.

“Kita siapkan program yang valuenya cepat dirasakan masyarakat, sehingga terpilihlah program Banyuwangi Festival. Dari sini warga Banyuwangi tidak perlu menunggu lama untuk menikmati hasil kerja sama sinergi Pemkab Banyuwangi dengan seluruh elemen daerah,” ungkapnya.

Bukan hanya sekadar pengembangan pariwisata, tetapi Banyuwangi Festival menjadi alat untuk konsolidasi budaya sekaligus konsolidasi infrastruktur.

“Dari Banyuwangi Festival, setiap malam ada gelar pementasan budaya. Kita beri panggung bagi pelaku seni untuk tampil di atas panggung. Hasilnya, masyarakat mendapatkan hiburan, ada panggung kesenian, serta turut bergeraknya pelaku ekonomi di bidang kesenian,” jelasnya.

Hadirnya Banyuwangi Festival terbukti membawa dampak positif. Sejak tahun 2012 dengan 12 festival, saat ini mencapai 123 festival. Sehingga stigma negatif Banyuwangi ‘Kota Santet’ kini berubah menjadi ‘Kota Festival’.

“Berdasarkan data terakhir 2019, Banyuwangi sebagai wilayah kabupaten berhasil mencapai 51,80 juta rupiah pada pendapatan perkapita tahunannya, berhasil melampaui Jember, Lumajang, Situbondo, hingga Bondowoso, serta sejumlah daerah lainnya,” pungkasnya. (yol/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

UMKM

Bupati Gresik Perintahkan Dinas Koperasi Tetap Lakukan Pendampingan Pasca-Pelatihan kepada UMKM

GRESIK – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta Program Bunda Puspa tidak berhenti pada pelatihan. Para alumni ...
SEMENTARA ITU...

Hadiri Peringatan HUT Ke-81 TNI di Lumajang, Agus Wicaksono Sampaikan TNI Kuat Bersama Rakyat

LUMAJANG – Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan menyelimuti peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara ...
LEGISLATIF

29 Ribu Rutilahu Mengantre, Eri Irawan Minta Verifikasi Lapangan Diperketat

SURABAYA – Sekitar 29 ribu usulan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) masih mengantre untuk mendapatkan penanganan di ...
KRONIK

Belum Tunjukkan Tahapan Konkret, DPRD Jember Pertanyaan Proyek PLTSa Pakusari

JEMBER – Rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di tempat pembuangan akhir (TPA) Pakusari, ...
MILANGKORI

Doding Rahmadi: Pendidikan Agama Jadi Benteng Hadapi Hoaks dan Perubahan Zaman

TRENGGALEK – Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi mengingatkan pentingnya pendidikan agama sebagai salah ...
LEGISLATIF

Novita Minta Calon Dewas RRI Perhatikan Nasib Kontributor, Honorer, dan PPPK

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini meminta calon Dewan Pengawas (Dewas) Lembaga Penyiaran Publik ...