Selasa
14 Juli 2026 | 10 : 33

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Khamim: Wisata Baru Jangan Korbankan Lingkungan dan Identitas Kota Batu

pdip jatim 260403 khamim

BATU – Anggota DPRD Kota Batu, Khamim Tohari, menyoroti dampak lingkungan yang muncul pasca beroperasinya destinasi wisata baru di Kecamatan Bumiaji.

Sorotan tersebut muncul menyusul laporan warga terkait perubahan kondisi lingkungan, terutama munculnya banjir di kawasan yang sebelumnya dikenal sebagai wilayah pertanian dan tidak pernah terdampak genangan.

“Saya menerima keluhan warga yang menyebut wilayahnya tidak pernah banjir, namun setelah wisata itu berdiri justru terjadi banjir. Ini harus menjadi perhatian serius,” ungkap Khamim Tohari, Kamis (2/4/2026).

Dia menilai, perubahan fungsi lahan di kawasan hulu diduga menjadi salah satu faktor pemicu terganggunya keseimbangan lingkungan. Terlebih, lokasi tersebut sebelumnya merupakan lahan produktif, termasuk kebun apel yang menjadi ikon Kota Batu.

Legislator yang juga Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Batu tersebut mengingatkan, alih fungsi lahan tidak hanya berdampak pada aspek ekologis, tetapi juga berpotensi menggerus identitas daerah sebagai “kota apel”. “Ini bukan sekadar pergeseran ekonomi, tapi juga menyangkut keberlanjutan lingkungan dan identitas daerah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Khamim mengungkapkan bahwa sebelumnya telah ada kesepakatan terkait komposisi lahan, yakni 30 persen untuk pembangunan dan 70 persen tetap sebagai ruang terbuka hijau (RTH). Namun, pelaksanaan di lapangan dinilai perlu diverifikasi ulang.

“Harus dicek kembali realisasinya. Jangan sampai melenceng dari kesepakatan dan justru merugikan lingkungan serta masyarakat,” katanya.

Selain dampak lingkungan, ia juga menyoroti persoalan kemacetan yang muncul akibat keterbatasan akses dan fasilitas parkir. Kondisi ini dinilai semakin memperparah kepadatan di ruas Jalan Raya Tulungrejo–Punten, terutama saat musim libur.

“Dengan akses satu jalur dan parkir yang tidak memadai, kendaraan sampai meluber ke bahu jalan. Ini jelas perlu penataan serius,” imbuh Khamim.

Dia mendorong pengelola wisata segera memberikan klarifikasi terbuka kepada publik terkait berbagai dampak yang timbul, sekaligus memastikan tidak ada pelanggaran tata ruang.

“Pengelola harus menjelaskan secara terbuka. Jangan sampai masyarakat dirugikan, baik dari sisi lingkungan maupun sosial,” pungkasnya. (ull/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Anggaran Tahun 2027, DPRD Banyuwangi Minta Program Pembangunan Berbasis Skala Prioritas

BANYUWANGI – Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi, Patemo, menekankan penyusunan anggaran program kegiatan pembangunan ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Kawal Penuh Sekolah Rakyat, Pastikan Program Berhasil Putus Rantai Kemiskinan

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana memastikan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kediri tidak sekadar berjalan, ...
LEGISLATIF

DPRD Jatim Dorong Kepastian Potongan Aplikator dan Perlindungan BPJS bagi Driver Online

DPRD Jawa Timur mematangkan Raperda Penyelenggaraan dan Perlindungan Transportasi Berbasis Aplikasi yang mengatur ...
EKSEKUTIF

Sanusi Dorong Ekonomi Hijau Berbasis Bambu di Kabupaten Malang

Bupati Malang Sanusi menegaskan komitmennya mengembangkan ekonomi hijau berbasis bambu melalui penguatan perhutanan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Jatim: APBD Jangan Hanya Mengejar Angka, Harus Menyejahterakan Rakyat

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur menegaskan keberhasilan APBD tidak cukup diukur dari pendapatan, serapan ...
LEGISLATIF

Sejumlah SD Negeri di Ngawi Kekurangan Murid, DPRD Ajak Dikbud untuk Bersama Cari Solusi

NGAWI – DPRD Kabupaten Ngawi menyoroti masih adanya sejumlah sekolah Dasar (SD) negeri yang belum mampu memenuhi ...