Rabu
15 Juli 2026 | 8 : 53

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Khamim: Wisata Baru Jangan Korbankan Lingkungan dan Identitas Kota Batu

pdip jatim 260403 khamim

BATU – Anggota DPRD Kota Batu, Khamim Tohari, menyoroti dampak lingkungan yang muncul pasca beroperasinya destinasi wisata baru di Kecamatan Bumiaji.

Sorotan tersebut muncul menyusul laporan warga terkait perubahan kondisi lingkungan, terutama munculnya banjir di kawasan yang sebelumnya dikenal sebagai wilayah pertanian dan tidak pernah terdampak genangan.

“Saya menerima keluhan warga yang menyebut wilayahnya tidak pernah banjir, namun setelah wisata itu berdiri justru terjadi banjir. Ini harus menjadi perhatian serius,” ungkap Khamim Tohari, Kamis (2/4/2026).

Dia menilai, perubahan fungsi lahan di kawasan hulu diduga menjadi salah satu faktor pemicu terganggunya keseimbangan lingkungan. Terlebih, lokasi tersebut sebelumnya merupakan lahan produktif, termasuk kebun apel yang menjadi ikon Kota Batu.

Legislator yang juga Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Batu tersebut mengingatkan, alih fungsi lahan tidak hanya berdampak pada aspek ekologis, tetapi juga berpotensi menggerus identitas daerah sebagai “kota apel”. “Ini bukan sekadar pergeseran ekonomi, tapi juga menyangkut keberlanjutan lingkungan dan identitas daerah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Khamim mengungkapkan bahwa sebelumnya telah ada kesepakatan terkait komposisi lahan, yakni 30 persen untuk pembangunan dan 70 persen tetap sebagai ruang terbuka hijau (RTH). Namun, pelaksanaan di lapangan dinilai perlu diverifikasi ulang.

“Harus dicek kembali realisasinya. Jangan sampai melenceng dari kesepakatan dan justru merugikan lingkungan serta masyarakat,” katanya.

Selain dampak lingkungan, ia juga menyoroti persoalan kemacetan yang muncul akibat keterbatasan akses dan fasilitas parkir. Kondisi ini dinilai semakin memperparah kepadatan di ruas Jalan Raya Tulungrejo–Punten, terutama saat musim libur.

“Dengan akses satu jalur dan parkir yang tidak memadai, kendaraan sampai meluber ke bahu jalan. Ini jelas perlu penataan serius,” imbuh Khamim.

Dia mendorong pengelola wisata segera memberikan klarifikasi terbuka kepada publik terkait berbagai dampak yang timbul, sekaligus memastikan tidak ada pelanggaran tata ruang.

“Pengelola harus menjelaskan secara terbuka. Jangan sampai masyarakat dirugikan, baik dari sisi lingkungan maupun sosial,” pungkasnya. (ull/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Harga Telur dan Daging Ayam di Ngawi Merangkak Naik, Pemkab Gelar Pasar Murah

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi menggelar Gerakan Pangan Murah sebagai langkah menjaga stabilitas harga ...
KABAR CABANG

DPC Magetan Mulai Musran dan Musanran, Diana Sasa: Panaskan Mesin Partai, Perkuat Pengabdian Untuk Rakyat

MAGETAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan resmi memulai pelaksanaan Musyawarah Ranting ...
KABAR CABANG

DPRD Jember Kaji Obligasi Daerah untuk Perkuat Fiskal di Tengah Berkurangnya Transfer Pusat

DPRD Jember mulai mengkaji penerapan obligasi daerah atau municipal bond sebagai alternatif pembiayaan pembangunan ...
KRONIK

Perkuat Sinergitas Antarlembaga, Komisi I DPRD Banyuwangi Kunker ke Lapas

BANYUWANGI – Komisi I DPRD Banyuwangi melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan kelas II A Banyuwangi ...
KRONIK

Gen Z dan Karang Taruna Motor Ekonomi Kreatif Kampung, Anas: Beri Kesempatan Seluas-luasnya

SURABAYA – Generasi muda dinilai memiliki peran krusial dalam memperkuat pembangunan berbasis masyarakat. Karang ...
KRONIK

Empat SD Negeri di Ponorogo Nihil Siswa Baru, Riyanto Minta Dindik Siapkan Solusi

PONOROGO – Empat sekolah dasar negeri (SDN) di Kabupaten Ponorogo tidak mendapatkan satu pun siswa baru pada ...