Senin
27 Juli 2026 | 11 : 31

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

KH Ahmad Zainuddin Djazuli Berpulang, Mas Bup: Insya Allah Husnul Khatimah

pdip-jatim-dhito-Zainuddin-Djazuli-1

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya KH Ahmad Zainuddin Djazuli, pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah, Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri pada Sabtu (10/7/2021).

“Kita semua telah kehilangan sosok guru yang sangat baik KH Ahmad Zainuddin Djazuli. Semoga amal ibadah dan ilmu yang sudah diamalkan beliau diterima di sisi Allah SWT,” ucap Mas Bup.

Dia mengaku beberapa kali pernah mendapatkan wejangan langsung dari KH Ahmad Zainuddin Djazuli agar dalam bekerja  hendaknya selalu  mengutamakan atau lebih memproritaskan  kemaslahatan warga Kabupaten Kediri.

“Beliau seorang kiai yang tidak punya kepentingan apapun. Seseorang yang memperjuangkan keberlangsungan bagaimana budaya pondok pesantren tetap ada di tanah jawa. Insya Allah almarhum husnul khatimah,” ujarnya.

Seperti diketahui sebelum meninggal, sebelumnya KH Ahmad Zainuddin Djazuli pernah mendapatkan perawatan di RSUD Gambiran. Lalu dirujuk ke RSUD dr Iskak Tulunganggung.

KH A Zainuddin Jazuli adalah putra tertua dari pasangan Kiai Ahmad Jazuli Usman dengan Nyai Rodliyah. Dia memiliki empat adik, yakni, KH Nurul Huda Jazuli, Kiai Hamim Jazuli (Gus Miek), KH Fuad Mun’im Jazuli, KH Munif Jazuli, dan Nyai Lailatul Badriyah Jazuli.

Dari keempat adiknya itu, tiga sudah meninggal lebih duluan. Mereka adalah Gus Miek, Gus Fuk atau KH Fuad Mun’im Jazuli, dan Gus Munif atau KH Munif Jazuli. Gus Miek maupun Gus Munif dikenal sebagai kiai hikmah yang dianggap memiliki karomah atau kelebihan.

Kelima putra Kiai Ahmad Jazuli Usman inilah yang meneruskan memimpin Pondok Pesantren Al Falah Ploso. Al Falah adalah salah satu pondok pesantren yang telah melahirkan banyak kiai di Jawa Timur maupun Jawa Tengah. (putera/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KOLOM

Kudatuli dan Pelajaran Demokrasi

Oleh Djarot Saiful Hidayat* SETIAP 27 Juli, ingatan kolektif bangsa ini seharusnya berhenti sejenak. Bukan untuk ...
KABAR CABANG

Peringati Kudatuli Bersama Seluruh PAC Tulungagung, Erma Tekankan Pentingnya Jas Merah

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung menggelar peringatan peristiwa ...
KABAR CABANG

Saksi Hidup Kudatuli Trenggalek: Jual Emas dan Mesin Diesel Demi Bela Megawati di Jakarta

TRENGGALEK – Bagi para kader PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek, peristiwa kerusuhan 27 Juli 1996 atau Tragedi ...
KABAR CABANG

Yudi Meira: Peringatan Kudatuli Harus Perkuat Komitmen Kader Merawat Demokrasi

BLITAR – Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Blitar, Yudi Meira, menegaskan peringatan 27 Juli atau Kudatuli tidak boleh ...
SEMENTARA ITU...

Saleh Mukadar Usulkan Arah Bernegara Dikembalikan ke Semangat UUD 1945 Sebelum Amandemen

SURABAYA – Politisi senior PDI Perjuangan, Saleh Ismail Mukadar, mengusulkan agar arah kehidupan berbangsa dan ...
KABAR CABANG

Amithya: Refleksi Kudatuli Harus Perkuat Kapasitas Intelektual dan Ideologis Kader

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mengajak kader menjadikan refleksi Kudatuli ...