Selasa
03 November 2026 | 2 : 52

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ketua DPRD Made Riandiana: Malang Adalah Kota Toleransi dan Pancasila

pdip-jatim-220222-made

MALANG – Sejumlah masyarakat Kota Malang kembali memasang spanduk “Malang Kota Toleransi Milik Semua Agama” dan “Malang Kota Pancasila Halal Untuk Semua”. Pemasangan spanduk ini adalah kritik terhadap Wali Kota Malang, Sutiaji terkait Malang Halal City.

Pemasangan spanduk pada Senin (21/2/2022) kemarin disaksikan langsung Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika dan beberapa anggota DPRD lainnya.

Made mengatakan, pihaknya mengizinkan spanduk ini diletakkan di depan Gedung DPRD Kota Malang, dan minta Satpol PP untuk tidak melepasnya.

“Kami sampaikan kepada Satpol, saya mengizinkan. Jadi tolong jangan dilepas. Kalau ini menyalahi aturan, tolong koordinasi dengan saya sebagai ketua DPRD,” tegas Made.

Sebelumnya, pemasangan spanduk telah dilakukan di depan Balai Kota Malang dengan tulisan “Malang Tolerant City, Not Halal City” namun tidak sampai sehari, spanduk tersebut langsung dicopot oleh Satpol PP Kota Malang.

Wali Kota Sutiaji sendiri pun telah memberikan klarifikasi dan tanggapan terkait konsep Malang Halal City. Namun, menurut Made, ada elemen masyarakat yang masih merasa tidak puas.

“Jadi semoga dengan aspirasi yang kami terima bahwa Malang adalah kota toleransi dan Pancasila, ini sudah selesai. Kalau ini diusik, akan terjadi gejolak lagi di masyarakat,” ujar Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang tersebut.

Sementara itu, koordinator lapangan pemasangan spanduk, Heru mengungkapkan bahwa Wali Kota Malang Sutiaji sebenarnya sudah menjelaskan konsep Malang Kota Halal adalah bagian dari wisata halal.

“Oke kami sudah tahu wisata halal, sudah tahu. Yang kami permasalahkan, ketika beliau saat pengukuhan KAHMI mengatakan bahwasanya Malang menuju Kota Halal. Itu yang kami permasalahkan,” ungkap Heru.

Menurutnya, statemen yang dilontarkan oleh Sutiaji, akan mempengaruhi psikologis warga Kota Malang yang benar-benar menjunjung tinggi toleransi.

“Kami membuat spanduk satu dua dilepas. Seharusnya ada suara yang seperti itu, kami diajak ngobrol, karena kami rakyat Kota Malang,” ujarnya. (ace/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Inovasi Sosialisasi Regulasi, Pemkab Ngawi Gelar Lomba Cerdas Cermat Tata Ruang Libatkan Warga

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menggelar Festival Tata ...
KRONIK

Aris Sulawan Bersama Warga Walikukun Gotong Royong Bangun Sejumlah Bak Sampah

NGAWI – Keterbatasan fasilitas pembuangan sampah masih menjadi persoalan kebersihan lingkungan di sejumlah wilayah ...
EKSEKUTIF

BKK Desa di Ngawi dari P-APBD 2026 Kisaran Rp 100 – 200 Juta

NGAWI – Sebanyak 122 desa di Kabupaten Ngawi mendapatkan alokasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) desa pada perubahan ...
KRONIK

Buyer Filipina Tertarik Kopi Banyuwangi, Bupati Ipuk Dorong Peluang Ekspor

BANYUWANGI – Kopi Banyuwangi menarik perhatian buyer asal Filipina. Sembilan calon pembeli dari negara tersebut ...
LEGISLATIF

Untari Ajak Warga Kota Malang Jadi Pionir Lingkungan Bersih, Mulai dari Pilah Sampah di Rumah

MALANG – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mengajak masyarakat Kota Malang menjadi pionir ...
LEGISLATIF

Guntur Wahono Gagas Koperasi untuk Perkuat Ekonomi Sinden Blitar Raya

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, menggagas pembentukan koperasi bagi anggota ...