Rabu
22 Juli 2026 | 12 : 25

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ketua DPRD Jatim Tampung Aspirasi Buruh Pabrik Rokok soal BLT Cukai

pdip-jatim-dprd-jatim-060422-kusnadi-1

SURABAYA – Ketua DPRD Jawa Timur, Kusnadi SH MHum menerima audiensi dari sejumlah pengurus serikat buruh di gedung DPRD Jatim, Rabu (6/4/2022).

Perwakilan buruh tersebut berasal dari Federasi Serikat Pekerja Rokok, Tembakau, Makanan, dan Minuman – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP RTMM-SPSI) Jawa Timur.

Mereka mempertanyakan tidak meratanya pembagian bantuan langsung tunai (BLT) bersumber dari dana bagi hasil cukai tembakau untuk para pekerja di pabrik rokok.

“Teman-teman buruh (FSP RTMM-SPSI Jawa Timur) meminta kejelasan transparansi penggunaan anggaran dana bagi hasil cukai tembakau tahun 2021 yang dikucurkan di 38 kabupaten dan kota,” ungkap Ketua DPRD Jatim Kusnadi SH MHum dalam keterangan tertulisnya.

Menurut wakil rakyat yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim tersebut, pemerintah selalu berupaya memberikan yang terbaik bagi masyarakat.

“Namun, mungkin praktek di lapangan yang masih belum sempurna,” katanya.

Karena itu, Kusnadi menyatakan dirinya akan menyampaikan aspirasi dari para buruh kepada pemerintah pusat. 

Kusnadi berharap, dengan bergotong royong, celah-celah pada implementasi sebuah aturan atau kebijakan dapat tertutup. “Sehingga berjalan baik dan tujuannya pun bisa tercapai,” pungkasnya.

Pada pertemuan tersebut, Ketua Pimpinan Daerah FSP RTMM SPSI Jawa Timur, Purnomo mengatakan, Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT) dari pemerintah pusat kepada pemerintah kabupaten dan kota, sebagian diantaranya adalah untuk bantuan langsung tunai (BLT) para pekerja di pabrik rokok.   

Tapi, hingga saat ini, belum semua pekerja rokok di Jatim menerima BLT dari dana tersebut.  Yang kami tanyakan sejauh mana dan kemana anggaran tahun 2021, dana yang masuk ke kabupaten/kota,” katanya.

Purnomo lantas mengutip Peraturan Kementerian Keuangan (PMK) Nomor 206 Tahun 2020 tentang Penggunaan, Pemantauan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT) sebagai acuan peruntukan anggaran cukai rokok.

Pasal 3 ayat 3 PMK menyatakan, penggunaan DBH CHT sebesar 50% di bidang kesejahteraan masyarakat, 25% untuk bidang penegakan hukum, dan 25% untuk kesehatan.

Di bidang kesejahteran, pasal 5 PMK itu menyebut dana digunakan untuk peningkatan sumber daya manusia (SDM) buruh pabrik dan petani tembakau, bantuan langsung tunai (BLT), hingga bantuan modal usaha. (hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Syaifuddin Zuhri Dorong Turnamen Usia Dini Digelar Rutin untuk Cetak Pesepak Bola Berkualitas

SURABAYA – Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri mendorong turnamen sepak bola usia dini digelar secara rutin ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Gandeng Praktisi, Latih Petani Bikin Pupuk Organik Murah Meriah

BOJONEGORO – Upaya menjaga ketahanan pangan dan merespons tingginya harga pupuk kimia terus dilakukan di daerah. ...
KRONIK

Sambut Bulan Kemerdekaan, Bupati Lukman Pimpin ASN Percantik Kota Bangkalan

BANGKALAN – Menyambut Bulan Kemerdekaan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menggerakkan aparatur sipil negara ...
EKSEKUTIF

Pemkab Ngawi Siapkan Regulasi Mengemudi Sepeda Motor bagi Anak Usia 17 Tahun Ke Bawah

NGAWI – Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengaku prihatin atas meningkatnya kasus kecelakaan lalu lintas yang ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Tinjau Lahan Calon Hotel Haji Pertama di Indonesia Dekat Bandara Dhoho

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau lahan calon hotel haji pertama di Indonesia di dekat Bandara ...
LEGISLATIF

Asmadi Minta UMKM Dilibatkan dalam Revitalisasi GOR Ganesha, Pedagang Lama Harus Diprioritaskan

BATU – Ketua Komisi B DPRD Kota Batu, Asmadi, meminta Pemerintah Kota Batu melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, ...