Jumat
18 September 2026 | 2 : 10

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ketua DPRD Banyuwangi Dorong Pemkab Alokasikan Dana Khusus Pemberdayaan Kaum Difabel

PDIP-Jatim-I-Made-Cahyana-13092021

BANYUWANGI – Ketua DPRD Kabupate Banyuwangi, l Made Cahyana Negara, meminta kepada eksekutif untuk segera memenuhi akses dan fasilitas bagi penyandang disabilitas di seluruh kantor pelayanan publik, dari tingkat desa hingga kabupaten.

Menurut Made, di Kabupaten Banyuwangi masih banyak kantor pelayanan publik yang belum ramah terhadap penyandang disabilitas. Hal tersebut tentu akan sedikit menyulitkan masyarakat penyandang disabilitas untuk meminta pelayanan dari kantor pemerintah.

“Masih ada ruang publik di Banyuwangi belum ramah difabel. Untuk itu, di tahun depan semua kantor layanan publik harus sudah memiliki fasilitas penunjang untuk sudara-saudara kita yang disabilitas,” ujar Made saat dikonfirmasi Kamis (21/10/2021).

Untuk mewujudkan Banyuwangi sebagai kabupaten yang ramah disabilitas, Ketua DPC PDI Perjuangan Banyuwangi tersebut meminta dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran, Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD tahun 2022, setiap komisi untuk mengingatkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) mitra kerjanya agar mengalokasikan anggaran penyediaan fasilitas penyandang difabel.

“Dalam rapat kerja, komisi-komisi kita minta untuk mengingatkan SKPD agar mengalokasikan anggaran penyediaan fasilitas difabel, agar Banyuwangi benar-benar menjadi kabupaten yang ramah bagi disabilitas,“ ucapnya.

Made menambahkan, para penyandang disabilitas membutuhkan kesetaraan dari berbagai pihak, bukan dikasihani karena kondisi fisik. Sehingga tahun 2022 pemerintah daerah wajib memberdayakan mereka di seluruh sektor kehidupan.

“Hingga kini penyandang difabel masih dianggap minoritas dan kerap dipandang sebelah mata, sehingga tidak banyak tempat yang menyediakan pelayanan khusus bagi mereka,” ungkap Made.

“Untuk itu melalui ruang publik yang ramah difabel inilah pemerintah dapat menunjukan kepeduliannya pada kelompok disabilitas,“ sambungnya.

Selain dapat memenuhi fasilitas publik untuk penyandang disabilitas, Made juga berharap di tahun 2022, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran maksimal untuk pemberdayaan dan pelatihan kerja bagi penyandang disabilitas agar mereka menjadi masyarakat yang produktif dan tidak dipandang sebelah mata.

“Kami berharap pemerintah tidak hanya memenuhi fasilitas penunjang untuk teman-temen disabilitas, tapi juga ada alokasi dana khusus untuk pemberdayaan, pelatihan, dan permodalan bagi mereka,” pungkasnya.

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

95 Persen Peternak di Lamongan Tak Punya Legalitas, Terkendala Rumitnya Perizinan PBG

LAMONGAN – Berbagai aturan justeru menyulitkan peternak dalam mengakses program pemerintah hingga akses perbankan. ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Tak Ingin Bantuan Intan Berhenti di Bansos, Dorong Usaha Menjahit

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi tak ingin bantuan kepada Intan, ibu yang menjadi tulang punggung keluarga ...
KRONIK

Hari Kesadaraan Nasional, Bupati Ipuk: Birokrat Harus Peka

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, memimpin upacara peringatan Hari Kesadaran Nasional (HKN) di ...
KRONIK

Sadarestuwati: Padi MSP 65 Bisa Jadi Salah Satu Solusi Swasembada Pangan

JOMBANG – Padi MSP 65 atau GP 65 Bogor yang dikembangkan di lahan demplot Kabupaten Jombang menunjukkan hasil di ...
HEADLINE

Padi MSP 65 Panen 10 Ton per Hektare di Jombang, Ganjar Minta Uji Coba 3-4 Kali

JOMBANG – Padi GP 65 Bogor atau MSP 65 yang diuji coba di Kabupaten Jombang mencatat hasil panen rata-rata sekitar ...
HEADLINE

Wabup Ngawi Terus Pantau Kebakaran Lereng Utara Lawu, Sekat Bakar Dibuat untuk Melokalisir Api

NGAWI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng utara Gunung Lawu wilayah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, ...