SURABAYA – Harapan besar kepada PDI Perjuangan agar membersamai dan memperjuangkan kepentingan rakyat secara nyata, tak hanya diungkapkan kalangan muda.
Dalam forum RedTalks “Suara Muda untuk Jatim Keren” di Dyandra Convention Hall Surabaya, Sabtu (22/11/2025), pekerja seni dan pelaku usaha kreatif pun memberi masukan berharga kepada partai pemenang pemilu tiga kali tanpa jeda tersebut.
Adalah Yudhit Ciphardian, komedian dan blogger asal Kota Pahlawan yang melihat ada semacam gap yang diciptakan politisi dengan masyarakat.
Baca: PDI Perjuangan Bisa Menang di Pemilu 2029, Ini Kekuatan Social Capital-nya
Dia memisalkan ada anggota DPR RI yang mengeluarkan pernyataan tak mengenakkan dan dinilai seakan menantang rakyat. Imbas dari pernyataan legislator tersebut adalah pecahnya aksi demonstrasi di berbagai daerah pada akhir Agustus 2025 lalu.
Yudhit menyebut, pernyataan wakil rakyat itu menyakiti hati rakyat yang diwakilinya, memperlebar ketimpangan dan melongsorkan kepercayaan rakyat pada politisi.
Dia menyayangkan sikap legislator seperti itu, terlebih di era informasi yang begitu gampang bergulir, menyebar melalui berbagai platform media sosial (medsos).
Untuk itu, Yudhit berharap PDI Perjuangan, khususnya di Jawa Timur, agar makin intensif bertemu rakyat, terutama generasi Z dan milenial.
Melakukan diskusi terbuka dengan berbagai kalangan, baik para pemilih tradisionalnya, maupun elemen masyarakat lainnya.
“Penting juga lebih banyak bertemu gen-Z dan milenial. Sekarang mereka yang menentukan arah berbangsa kita. Acara seperti ini mestinya harus ada di kampus, tempat yang lebih egaliter,” usul Yudhit.
Meski sebagai pelaku seni, dia juga berharap besar kepada PDIP Jatim agar mampu menghidupkan ekonomi kreatif lebih nyata. Menurutnya, di era digital, partai politik tidak bisa lagi mengandalkan pidato atau orasi semata.
Jika benar-benar ingin meraih suara rakyat, tuturnya, yang dilakukan partai harus betul-betul berdampak, yang salah satunya bisa lewat ekonomi kreatif.
“Kalau ekonomi kreatif difasilitasi pasti pemilihnya bakal bertambah,” ujarnya, dengan nada yakin.
Baca juga: Deni: PDI Perjuangan Beri Ruang dan Kesempatan kepada Anak Muda untuk Bergerak dan Berjuang Bersama
“Yang lumayan penting itu ekonomi kreatif. Teman-teman di lingkup saya, juga menggeluti ekonomi kreatif, dan PDI perjuangan Jatim sepatutnya update, agar mengerti perkembangan digital,” imbuh dia.
Ungkapan senada disampaikan CEO PT Baba Rafi Indonesia, Hendy Setiono. Perintis usaha kebab sejak 2005 tersebut menyoroti potensi besar PDI Perjuangan di dunia kuliner.
Jika jeli, sebut Hendy, partai berlambang banteng moncong putih itu bisa memanfaatkan ciri khasnya, yakni warna merah, untuk membantu UMKM.
Misalkan dengan memberi pelatihan skill usaha, bantu memfasilitasi KUR (kredit usaha rakyat), dan pengadaan gerobak berwarna merah untuk pelaku UMKM berdagang.
Kolaborasi ini, jelasnya, selain membantu UMKM, juga akan meningkatkan brand awareness masyarakat pada partai politik.
“Nilai tambah dari PDI Perjuangan adalah warna merahnya yang menyala. Saya pikir jika program, misalkan membagikan gerobak gratis di masyarakat bisa dilajukan PDIP. Karena warna merah ini untuk FnB (Food and Beverage) biasanya lebih laku di masyarakat,” sebutnya.
“Ini akan memunculkan brand awareness yang bisa berdampak ke pemilihan nanti. Apalagi sekarang anak muda banyak yang cita-citanya pingin jadi pengusaha,” beber Hendy.
RedTaks bertajuk “Suara Muda untuk Jatim Keren” digelar DPD PDI Perjuangan Jawa Timur bekerja sama dengan Tribun Jatim Network. Acara ini digelar di Dyandra Convention Center, Jalan Basuki Rahmad Surabaya, pada Sabtu (22/11/2025). (nia/pr)