Kepala Sekolah Badiklatda Jatim: Kita Implementasikan Metode Andragogi

 76 pembaca

BATU – Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Badiklatda) DPD PDI Perjuangan Jawa Timur selama Pendidikan Kader Pratama, di Wisma Perjuangan, Oro-Oro Ombo, Kota Batu tak hanya melaksanakan kegiatan di dalam kelas.

Kepala Sekolah Badiklatda PDI Perjuangan Jawa Timur Bambang Juwono menerangkan, selain menggunakan metode klasikal (pembelajaran dalam kelas), pihaknya juga telah mengimplementasikan metode andragogi.

“Jadi model andragogi adalah model pembelajaran untuk orang dewasa. Beda dengan anak-anak, maka lebih kita beri ruang untuk munculnya partisipasi peserta terhadap masalah-masalah yang didiskusikan,” jelas Bambang Juwono, Minggu (10/10/2021).

Pendekatan yang dilakukan pun beragam mulai dari diskusi dinamika kelompok dan games. Games yang diberikan para peserta, lanjut dia, masing-masing memiliki nilai dan pemaknaan tersendiri.

Menurutnya, walaupun terkesan santai dan ringan, proses penanaman nilai-nilai justru sangat efektif dan menimbulkan kesan yang mendalam.

“Ketika kita bisa memberikan pemaknaan di dalam setiap games, itu bisa sampai ke hati, kenanya dalam sanubarinya para peserta,” bebernya.

Dalam kegiatan Pendidikan Kader Pratama, masing-masing games memiliki nilai atau value tersendiri yang bisa diambil.

Dia mencontohkan dalam games perkenalan, nilai yang ingin ditonjolkan adalah bagaimana para peserta tidak sekadar mengenal nama satu dengan yang lain.

Tapi bagaimana bisa mengenal secara lebih dekat memahami sesama kawan perjuangan secara personalia dan kehidupan kesehariannya. Tujuannya, untuk bisa membangun dan mensolidkan kekuatan partai kedepan.

“Dengan itu kita bisa membangun komunikasi yang lebih intensif lebih terbuka dan lebih dalam. Dan dengan itu akan muncul satu sikap yang saling percaya,” ujar Logos, sapaan anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jatim ini.

Demikian juga untuk game-games lainnya, seperti trust fall untuk melatih kepercayaan terhadap sesama rekan, 9 titik untuk membentuk pola pikir kreatif dan inovatif, dan komunikata guna melatih para kader untuk benar-benar selektif terhadap beragam informasi yang beredar.

“Kita ingin bagaimana kita sebagai kader partai itu, bisa punya kemauan dan punya kemampuan untuk berpikir yang inovatif yang kreatif, dan ketika ada masalah jangan cepat putus asa,” tutupnya. (yols/pr)