Rabu
15 Juli 2026 | 8 : 26

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Inovasi Kaderisasi Pra-Pratama: Cara PDI Perjuangan Jatim Gaet Kader Muda Lewat AI

PDIP-Jatim-Bambang-Juwono-14042026

SURABAYA – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur membuka lebar kesempatan untuk anak muda yang ingin mengenal politik dengan cara menyenangkan. Salah satunya lewat jenjang baru dalam sistem pendidikan politiknya yang disebut Kaderisasi Pra-Pratama.

Wakabid Ideologi dan Kaderisasi DPD PDI Perjuangan Jatim, Bambang Yuwono, menyebut program ini dirancang khusus menjadi pintu masuk bagi anak muda dan pengurus baru di tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) dalam mengenal nilai-nilai dasar Partai dengan cara yang lebih ringan.

Program tersebut, merupakan instruksi langsung dari DPP Partai untuk menyediakan kaderisasi tingkat pemula.

“Nah, maka Partai ini juga harus menyesuaikan. Itu sebabnya di internal PDI Perjuangan juga terus kita melakukan kegiatan-kegiatan yang menampung aspirasi anak muda,” ujar Logos, sapaan akrabnya, di Surabaya, pada Selasa (14/4/2026).

Berbeda dengan jenjang Pratama, Madya, hingga Guru Kader yang sudah masuk ke area strategi kampanye dan kekuasaan, Logos menyebutkan bahwa kaderisasi Pra-Pratama lebih fokus pada pengenalan dasar atau tahap “ngincipi” (mencicipi) nilai-nilai Partai.

Materi yang diberikan pun sangat mendasar. Seperti pemahaman tentang apa itu partai politik, alasan mengapa seseorang perlu menjadi kader, serta nilai-nilai perjuangan yang harus dipegang.

“Dipastikan dengan reorganisasi kemarin yang kita lakukan itu fresh blood yang masuk di Partai. Nah, satu-satu potensi besar anak muda harus kita berikan wadah untuk menyalurkan hobinya, aspirasi politiknya, mewujudkan mimpi dan cita-cita kebangsaannya,” sebutnya.

Dia juga mengungkapkan, pihaknya tengah menyempurnakan metode kaderisasi dengan menyertakan teknologi cerdas seperti Al (artificial intelligence) agar prosesnya lebih smart dan relevan dengan dunia Gen-Z.

Langkah ini, lanjut dia, guna memastikan bahwa substansi kepartaian tetap tersampaikan tanpa menghilangkan unsur kesenangan bagi para peserta.

Inovasi ini juga menjadi pendukung bagi kebijakan lokal DPD PDI Perjuangan Jatim yang mewajibkan minimal 20 persen pengurus PAC harus berusia di bawah 35 tahun.

“Ini sedang berproses semuanya, dan kita tidak akan pernah berhenti untuk menggerakkan partai ini supaya lebih dekat dengan harapan dan kemauan cita-cita anak muda. Terus tegak lurus, kita arahkan kepada cita-cita kemerdekaan kita, nilai-nilai dasar Pancasila,” jelasnya.

Dia pun mengajak generasi muda untuk terus semangat belajar, pantang menyerah menghadapi perkembangan zaman.

“Teruslah maju, teruslah ikuti perkembangan zaman. Jangan mudah menyerah dan harus semangat belajar menghadapi tantangan zaman yang semakin luar biasa,” pungkasnya. (nia/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Harga Telur dan Daging Ayam di Ngawi Merangkak Naik, Pemkab Gelar Pasar Murah

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi menggelar Gerakan Pangan Murah sebagai langkah menjaga stabilitas harga ...
KABAR CABANG

DPC Magetan Mulai Musran dan Musanran, Diana Sasa: Panaskan Mesin Partai, Perkuat Pengabdian Untuk Rakyat

MAGETAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan resmi memulai pelaksanaan Musyawarah Ranting ...
KABAR CABANG

DPRD Jember Kaji Obligasi Daerah untuk Perkuat Fiskal di Tengah Berkurangnya Transfer Pusat

DPRD Jember mulai mengkaji penerapan obligasi daerah atau municipal bond sebagai alternatif pembiayaan pembangunan ...
KRONIK

Perkuat Sinergitas Antarlembaga, Komisi I DPRD Banyuwangi Kunker ke Lapas

BANYUWANGI – Komisi I DPRD Banyuwangi melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan kelas II A Banyuwangi ...
KRONIK

Gen Z dan Karang Taruna Motor Ekonomi Kreatif Kampung, Anas: Beri Kesempatan Seluas-luasnya

SURABAYA – Generasi muda dinilai memiliki peran krusial dalam memperkuat pembangunan berbasis masyarakat. Karang ...
KRONIK

Empat SD Negeri di Ponorogo Nihil Siswa Baru, Riyanto Minta Dindik Siapkan Solusi

PONOROGO – Empat sekolah dasar negeri (SDN) di Kabupaten Ponorogo tidak mendapatkan satu pun siswa baru pada ...