Selasa
21 Juli 2026 | 6 : 43

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kenapa Perlu Indonesia Unggul?

pdip-jatim-said-abdullah-skets-100221

Oleh MH Said Abdullah*

DI TENGAH derap pembangunan infrastruktur yang kita jalankan selama hampir 10 tahun ini, kita seperti mendapati “kemegahan”, namun jiwanya kosong. Perekonomian tumbuh berlipat-lipat, namun kita mendapati jiwa bangsa yang makin miskin. Hampir sepuluh tahun ini, pembangunan mental bangsa tertinggal jauh di belakang, kalah cepat dengan laju kemajuan kemajuan fisik.

Dahulu kita mencanangkan revolusi mental agar menjadi ruh bagi seluruh gerak pembangunan lahiriah. Tanpa ruh, tanpa mental yang memberikan “nyawa” dari pembangunan fisik, sesungguhnya pembangunan kita tanpa narasi, tanpa kerangka filosofis. Kita tidak memiliki raison d’etre  yang kuat.

Kekosongan jiwa itu makin absurd, paralel dengan makin turunnya kualitas demokrasi (demokratic governance), Indeks Negara Hukum dan Indeks Persepsi Korupsi. Ketiganya menjadi pekerjaan domestik yang harus dipulihkan ke depan, agar politik kewargaan kita tidak berjalan timpang.

Refleksi panjang atas perjalanan kita selama ini menjadi problem serius atas ketiadaan jiwa bangsa. Kita makin kering keteladanan, di tengah menjamurnya silat lidah yang dikemas oleh industri citra pesona. Problem inilah yang mendasari, menjadi raison d’etre Ganjar-Mahfud menyusun visi dan misinya sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Ganjar-Mahfud ingin mengembalikan gagasan revolusi mental yang 10 tahun lalu kita gaungkan sebagai fondasi penting pembangunan. Kini, kita pakai sebagai modal kita menuju Indonesia emas 2045, kita pakai fondasi menuju Indonesia unggul. Bisa kita lihat dalam visi-misi Ganjar-Mahfud, sebagian besar urusannya membangun manusia Indonesia agar menjadi manusia unggul.

Menjadi manusia unggul sesungguhnya pesan utama pembangunan. Sebab diskursus pembangunan sedemikian rupa direduksi urusan ekonomi, bahkan belakangan dikerdilkan lagi sebatas urusan investasi usaha. Lima tahun terakhir, demi investasi usaha, semua diterjang, diminta minggir. Tentu saja investasi usaha hal yang penting. Tetapi apakah sudah tepat ini prioritas pembangunan kita?

Menuju Manusia Unggul

Seluruh kontemplasi di atas menjadi latar belakang Ganjar Mahfud menatap masa depan, meletakkan kembali agenda revolusi mental untuk menjadi manusia unggul. Jati diri kepribadian bangsa perlu kita nyatakan secara lugas. Semua nilai-nilai luhur bangsa, gotong royong, antikorupsi, produktif, inovatif, mandiri, patuh pada etika dan hukum, menghargai perbedaan dan kebebasan, emansipasi perempuan, melindungi minoritas perlu mendapat tempat, dan dihadirkan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Semua nilai-nilai itu harus menjadi ruh bagi setiap gerak pembangunan di semua bidang, tanpa reserve. Bagi saya, inilah jalan kebudayaan kita menuju manusia unggul. Paling mula harus menjadi praktik hidup dan contoh nyata bagi seluruh para penyelenggara negara. Saya yakin, jika seluruh penyelenggara negara bisa melaksanakan nilai-nilai tersebut pada gerak hidup sehari hari, hal itu akan memantul lebih luas menjadi jiwa bangsa.

Dengan penghayatan total atas nilai-nilai luhur itu, maka seluruh potensi pembangunan nasional akan lebih mudah diorganisir untuk menopang cita-cita pembangunan. Keteladanan pemimpin nasional yang menyebar ke seluruh level penyelenggara negara akan menjadi energi penggerak penting bagi pembangunan.

Harapan kita untuk menaikkan pendapatan per kapita, menurunkan tingkat kemiskinan, membuka lapangan kerja, meningkatkan partisipasi pendidikan, meningkatkan harapan hidup rakyat, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tinggi, talenta anak-anak bangsa yang hebat, menempuh jalan ekonomi hijau, menjadikan poros maritim dunia, semuanya perlu, dan akan ditopang oleh kekuatan gotong royong semesta, asalkan penghayatan atas jiwa bangsa di atas telah menubuh. Jadi, gerakan pembangunan bukan semata mata agenda dan urusan pemerintahan.

Rakyat akan merasa memiliki cita-cita itu. Jadi, ini bukan semata milik atau agenda Ganjar dan Mahfud. Nalar inilah yang luput pada pembangunan kita selama ini, karena semua agenda pembanguan dipahami dan hanya diformulasikan secara teknokrasi. Teknokrasi sangat penting karena memandu kalkulasi dan mitigasi, namun sama pentingnya adalah rasa kepemilikan rakyat atas agenda pembangunan.

Visi manusia unggul adalah visi kita bersama, dan keunggulan itu dimulai dari sikap mental kita semua sebagai satu bangsa. Harus kita akui, hal ini menjadi agenda berat, tidak mudah, namun kita tidak bisa menghindarinya, sebab itulah jawaban atas kemerosotan nilai-nilai pembangunan selama ini. Belajar dari semua bangsa yang jatuh paska perang dunia kedua, karena kalah perang, namun kenapa mereka bisa segera bangkit? Kebangkitan mereka dimulai dari kebangkitan mental bangsanya.

Perjalanan sejarah bangsa kita sesungguhnya cukup menjadi gemblengan untuk menuju bangsa yang kuat. Kini, Ganjar-Mahfud memanggil kita semua. Bukan demi kekuasaan beliau berdua, tapi karena kita perlu memperkuat cita-cita reformasi, dan panggilan ini adalah keniscayaan sejarah yang harus kita lalui, untuk sebenar-benarnya menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang unggul, setara, bahkan melampaui bangsa-bangsa yang maju di dunia. (*)

*Ketua DPP PDI Perjuangan dan Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Ketika Pelari Kenya Terjebak di Jember, Gotong Royong Mengantarnya Pulang

JEMBER — Debu musim kemarau beterbangan di sepanjang jalan Kota Jember. Matahari siang memantulkan hawa panas dari ...
KRONIK

Puan Maharani Tekankan Literasi Digital dan Komunikasi Negara untuk Tangkal Hoaks tentang DPR

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan maraknya hoaks yang menyasar DPR RI menjadi pengingat pentingnya ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Dorong Pemkot Percepat Pembangunan Pintu Air Kali Jagir

SURABAYA – Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mempercepat ...
LEGISLATIF

Baktiono Dorong Pemkot Surabaya Proaktif Cari Pimpinan Perumda yang Kompeten

Anggota Komisi B DPRD Surabaya Baktiono meminta Pemkot Surabaya proaktif mencari figur profesional berkompeten ...
HEADLINE

Hasto: Program MBG Lebih Efektif Jika Libatkan Warung dan UMKM Lokal

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai Program Makan Bergizi Gratis akan lebih efektif jika melibatkan ...
KRONIK

Dongkrak UMKM, Business Matching BEC x SCF Capai Rp 1,22 Miliar

BANYUWANGI – Kolaborasi Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) yang digelar Pemkab Banyuwangi dan Sekarkijang Creative ...