Sabtu
17 Oktober 2026 | 12 : 19

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kembangkan “Smart Kampung”, Puluhan Mahasiswa Se-Indonesia Tinggal di Banyuwangi 3 Bulan

PDIP-Jatim-Bupati-Ipuk-13042022

BANYUWANGI – Sebanyak 64 mahasiswa program Magang Studi Independen Bersertifikat (MSIB) diterjunkan langsung dalam pengembangan program “Smart Kampung” di desa-desa Banyuwangi. Mereka tinggal selama sekitar tiga bulan di Banyuwangi atas dukungan penuh dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

“Selamat datang di Banyuwangi untuk mahasiswa yang telah terseleksi. Bukan hal yang mudah tentunya dan semoga menjadi kebanggan bagi mahasiswa semuanya,” sambut Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, saat melaksanakan pelepasan di Kantor Pemkab Banyuwangi, Selasa (12/4/2022).

Kemendikbudristek memilih “Smart Kampung” Banyuwangi sebagai salah satu tuan rumah kategori tinggi program MSIB sejajar dengan program di beberapa korporasi besar seperti Shopee, Gojek, Tokopedia, dan Telkomsel.

“Smart Kampung” sendiri merupakan program desa yang memberikan pelayanan secara online untuk mempercepat pelayanan publik di tingkat desa.

Politisi PDI Perjuangan itu menjelaskan, Smart Kampung perlu adanya pengembangan. Smart Kampung di desa yang dipilih sebagai tempat MSIB masih memerlukan pengembangan, termasuk di sektor-sektor lain selain pelayanan publik.

“Kami mengharapkan mahasiswa melaksanakan magang di sini bukan hanya untuk meraih nilai namun juga menggunakan hati, tenaga dan pikiran. Saya pesan agar kalian bisa memberikan bantuan terhadap staf san perangkat desa sehingga smart kampung dapat berkembang,” jelasnya.

“Jangan malu untuk bertanya. Kami juga berharap ada transfer of knowledge kepada pemuda yang ada di desa sebagai salah satu upaya pengabdian,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Banyuwangi, Suyanto Waspo Tondo Wicaksono, mengatakan, Magang Studi Independen Bersertifikat (MSIB) Smart Kampung Banyuwangi memiliki 5 program magang, di antaranya, analis ekonomi dan penanggulangan kemiskinan, analis pendidikan dan kesehatan masyarakat, analis informasi sektor publik, branding Smart Kampung, serta hardware, software, dan network engineering.

Yayan, sapaan akrabnya, menambahkan, MSIB diikuti oleh lebih dari 6.500 mahasiswa dari seluruh Indonesia . Dari jumlah tersebut, hanya 64 pendaftar yang dinyatakan lolos.

“Di antara 64 mahasiswa akan kami tempatkan di 6 desa yang tersebar di beberapa titik. Mahasiswa telah mendapatkan pemantapan sejak awal Februari, dan kami harapkan dapat menguatkan potensi smart kampung secara langsung mulai hari ini,” tandas Yayan. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lamongan Kawal Raperda Tata Niaga dan Perlindungan Petani Tembakau

LAMONGAN — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Lamongan berkomitmen mengawal pembentukan Rancangan Peraturan ...
LEGISLATIF

1.870 Kasus Narkoba Terungkap di Jatim, Andy Firasadi Dorong Pencegahan Berbasis Lingkungan

SURABAYA – Pemberantasan narkoba di Jawa Timur perlu diperkuat hingga ke lingkungan permukiman. Anggota Fraksi PDI ...
KRONIK

Hasto Kristiyanto Dorong Gerakan Merawat Pertiwi Perkuat Ekonomi Pesisir

MALANG – Gerakan pelestarian lingkungan harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Sekretaris Jenderal DPP PDI ...
KRONIK

Reses di Ponorogo, Kanang Siap Perjuangkan Aspirasi Pendidikan hingga Penyediaan Air Bersih

PONOROGO – Anggota Komisi VI DPR RI, Ir. Budi Sulistyono (Kanang), berkomitmen memperjuangkan berbagai aspirasi ...
HEADLINE

Hasto: Konservasi Mangrove dan Ekowisata CMC Tiga Warna Layak Dicontoh Daerah Lain

MALANG – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengapresiasi langkah konkret pemberdayaan masyarakat ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi: Kota Modern Tak Boleh Kehilangan Jati Diri Budaya

SINGKAWANG – Kemajuan sebuah kota tidak cukup diukur dari jalan yang mulus, gedung yang menjulang, atau pesatnya ...