Senin
19 Oktober 2026 | 11 : 53

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ke India, Ponorogo Ekspor Kunyit dan Temulawak 50 Ton

PDIP-Jatim-Bupati-Sugiri-22032022

PONOROGO – Rempah-rempah Indonesia merupakan hasil bumi yang banyak dieskpor ke luar negeri. Bahkan, Indonesia menjadi salah satu pemasok rempah-rempah terbesar di dunia, yakni berada di peringkat ke-9 pada 2020.

Termasuk di Kabupaten Ponorogo yang memiliki sejumlah potensi komoditas temulawak dan kunyit dengan kualitas bagus untuk pasar internasional. Pada Senin (21/3/2022), Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko memberangkatkan ekspor perdana sebanyak 50 ton temulawak dan kunyit kering ke India.

Bupati Sugiri mengapresiasi tinggi kepada program Desa Sejahtera Astra (DSA) dan menteri perekonomian. Ia mengungkapkan bahwa bahan baku di Ponorogo memiliki kualitas tinggi, bahkan tanahnya sangat cocok untuk penanaman rempah.

“Ini merupakan ekspor perdana di 2022. Produk rempah-rempah kami memiliki kualitas yang bagus, sehingga dibina langsung oleh Astra untuk menghasilkan produk dengan standar internasional,” ujar Bupati Sugiri usai memberangkatkan dua kontainer rempah di Desa Broto, Kecamatan Slahung.

Untuk pengeringan temulawak dan kunyit ini sudah menggunakan teknologi terbaru, yakni menggunakan solar dome. Mengeringkan dengan solar dome ini walaupun sederhana, bisa mengeringkan sesuai dengan standar pasar internasional.

“Semoga banyak petani yang mampu menggunakan teknologi sederhana ini dan mampu menembus pasar luar negeri. Kami akan dorong India ambil rempah dari Indonesia, Ponorogo khususnya,” lanjutnya.

Maka dari itu, Wakabid Pemenangan Pemilu DPC PDI Perjuangan Ponorogo itu mengajak petani dan pedagang rempah agar terus berkembang dengan menggandeng Dinas Pertanian Ponorogo untuk melakukan pendampingan ke desa-desa. Selain itu, untuk menjaga stok, pihaknya menggandeng beberapa pihak salah satunya Perum Perhutani terkait lahan tegakan.

“Saya pingin mengingatkan bahwa komoditas jahe, kunyit, temulawak itu top. Jadi, harus ada pembinaan menanam biar kebiasaan yang lama kembali ada. Ini hampir terlupakan karena tersapu oleh model baru, maka agak tertinggal. Kita ingatkan kembali bahwa inilah tambang ekonomi,” pungkasnya. (jrs/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Festival Anak Sholeh, Ikhtiar Cetak Generasi Berprestasi dan Berakhlak Mulia

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi berikhtiar membentuk generasi muda yang tidak hanya ...
KRONIK

Perda Lingkungan Jember Terancam Jadi Macan Kertas, Candra Desak Anggaran Perlindungan Gumuk

JEMBER – Perlindungan gumuk di Kabupaten Jember tak cukup berhenti pada pengesahan peraturan daerah. Ketua Komisi B ...
KABAR CABANG

DPC Magetan Panaskan Mesin Hingga Akar Rumput, Lantik 1.645 Pengurus Ranting

MAGETAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan terus mengintensifkan konsolidasi organisasi ...
EKSEKUTIF

Bupati Malang Targetkan Zero ATS 2027, Kejar Paket A hingga C Bakal Gratis

MALANG – Bupati Malang HM Sanusi menargetkan Kabupaten Malang bebas Anak Tidak Sekolah (ATS) atau Zero ATS pada ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim: Raperda Transportasi Terintegrasi Harus Jawab Kebutuhan Warga

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur menegaskan penyempurnaan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta Baznas Surabaya Prioritaskan Warga Miskin Desil 1

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi meminta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Surabaya memprioritaskan warga ...