Sabtu
18 April 2026 | 4 : 16

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ke India, Ponorogo Ekspor Kunyit dan Temulawak 50 Ton

PDIP-Jatim-Bupati-Sugiri-22032022

PONOROGO – Rempah-rempah Indonesia merupakan hasil bumi yang banyak dieskpor ke luar negeri. Bahkan, Indonesia menjadi salah satu pemasok rempah-rempah terbesar di dunia, yakni berada di peringkat ke-9 pada 2020.

Termasuk di Kabupaten Ponorogo yang memiliki sejumlah potensi komoditas temulawak dan kunyit dengan kualitas bagus untuk pasar internasional. Pada Senin (21/3/2022), Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko memberangkatkan ekspor perdana sebanyak 50 ton temulawak dan kunyit kering ke India.

Bupati Sugiri mengapresiasi tinggi kepada program Desa Sejahtera Astra (DSA) dan menteri perekonomian. Ia mengungkapkan bahwa bahan baku di Ponorogo memiliki kualitas tinggi, bahkan tanahnya sangat cocok untuk penanaman rempah.

“Ini merupakan ekspor perdana di 2022. Produk rempah-rempah kami memiliki kualitas yang bagus, sehingga dibina langsung oleh Astra untuk menghasilkan produk dengan standar internasional,” ujar Bupati Sugiri usai memberangkatkan dua kontainer rempah di Desa Broto, Kecamatan Slahung.

Untuk pengeringan temulawak dan kunyit ini sudah menggunakan teknologi terbaru, yakni menggunakan solar dome. Mengeringkan dengan solar dome ini walaupun sederhana, bisa mengeringkan sesuai dengan standar pasar internasional.

“Semoga banyak petani yang mampu menggunakan teknologi sederhana ini dan mampu menembus pasar luar negeri. Kami akan dorong India ambil rempah dari Indonesia, Ponorogo khususnya,” lanjutnya.

Maka dari itu, Wakabid Pemenangan Pemilu DPC PDI Perjuangan Ponorogo itu mengajak petani dan pedagang rempah agar terus berkembang dengan menggandeng Dinas Pertanian Ponorogo untuk melakukan pendampingan ke desa-desa. Selain itu, untuk menjaga stok, pihaknya menggandeng beberapa pihak salah satunya Perum Perhutani terkait lahan tegakan.

“Saya pingin mengingatkan bahwa komoditas jahe, kunyit, temulawak itu top. Jadi, harus ada pembinaan menanam biar kebiasaan yang lama kembali ada. Ini hampir terlupakan karena tersapu oleh model baru, maka agak tertinggal. Kita ingatkan kembali bahwa inilah tambang ekonomi,” pungkasnya. (jrs/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Diana Sasa Dorong Evaluasi Tambang Jatim, Soroti Dampak Galian C di Magetan

Diana Sasa mendorong evaluasi tambang di Jawa Timur setelah keluhan warga terkait dampak galian C di Magetan, mulai ...
HEADLINE

Megawati Tegaskan Pemikiran Bung Karno, Kader PDIP Harus Visioner dan Membumi

Megawati Soekarnoputri menegaskan pentingnya pemikiran Bung Karno bagi kader PDIP agar visioner, membumi, serta ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Tempatkan ASN di Setiap RW, Perkuat Program Kampung Pancasila

Eri Cahyadi menempatkan ASN sebagai pendamping di setiap RW untuk memperkuat Program Kampung Pancasila 2026 dan ...
KRONIK

Fraksi PDIP DPRD Sumenep Ngonthel ke Kantor, Hosnan: Dukung Penghematan BBM

SUMENEP – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep mengimbau seluruh anggotanya untuk menggunakan sepeda ontel saat ...
EKSEKUTIF

Hadapi Ancaman Kemarau Ekstrem, Bupati Yani Minta PMI Gresik Perkuat Kesiapsiagaan dan Libatkan Generasi Muda

GRESIK – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gresik memperkuat ...
BERITA TERKINI

Said Abdullah: Pers Harus Jadi Pilar Keempat Demokrasi dan Kontrol Kekuasaan

Saat menerima penghargaan PWI Jatim di HPN 2026, Said Abdullah menegaskan pers harus menjadi pilar keempat ...