JAKARTA – Diva pop Indonesia Krisdayanti (KD) mengatakan, Bung Karno merupakan seorang sosok pemimpin teladan. Sosok proklamator kemerdekaan bangsa Indonesia tersebut merupakan contoh bagaimana seharusnya seorang pemimpin bekerja untuk rakyatnya.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI ini menilai Bung Karno merupakan paket komplet. Menurutnya, Bung Karno sebagai ayah yang membesarkan sosok Megawati dengan sangat baik.
Soekarno sebagai pejuang, presiden, maupun patron dalam bidang seni kebudayaan.
Mengenai sosok Soekarno, menurut legislator dari Dapil Malang Raya ini tidak melulu berkutat mengenai persoalan ideologi dan politik.
Menurutnya, Soekarno juga sangat menyeimbangkan keberagaman pandangan seni budaya nusantara dalam menentukan kebijakan politik saat memimpin, mengaplikasikan jiwa seninya dalam menata kota.
“Dan Bung Karno tidak hanya sebagai pencinta seni dan budaya Indonesia untuk dirinya sendiri,” ungkap Krisdayanti, dalam keterangannya, Jumat (11/6/2021).
Kesenian, lanjut Krisdayanti, merupakan media yang digunakan Bung Karno dalam merancang, membangun, dan merawat bangsanya.
Sosok proklamator tersebut memiliki kontribusi besar dalam memperkaya kesenian dalam negeri dan menyebarkan semangat kesenian kepada rakyat Indonesia.
Berbagai patung, monumen, bangunan, lukisan, lagu dan lain adalah bukti yang dapat disaksikan dan dinikmati sampai saat ini.
Jembatan Semanggi, Monumen Nasional, Masjid Istiqlal, Gelora Bung Karno, sebut Krisdayanti, adalah bukti adanya unsur estetika, seni dan budaya dalam bentuk bangunannya dan itu dibangun di era kepemimpinan Bung Karno.
Melalui seni, Bung Karno membangun semangat bangsa Indonesia. “Saya mengamini dan sangat setuju dengan pendapat tersebut,” tegas Krisdayanti.
Dia memandang, cara berpolitik Bung Karno sendiri terutama konsep demokrasi terpimpin dapat dianalogikan sebagai sebuah orkestra. Masing-masing elemen punya peran penting, tanpa dirijen mereka tak akan bisa menghasilkan alunan nada yang harmonis.
Peran dirijen itulah yang dalam demokrasi dipegang oleh pemimpin atau tetua dalam tradisi musyawarah yang telah diwariskan secara turun-temurun di negeri ini.
“Jujur saya banyak mencontoh Soekarno yang menyelaraskan seni dalam konsep berpolitik,” ungkapnya.
Krisdayanti menerangkan selama dua tahun menjadi anggota legislatif, dia merasa sangat bersyukur ditempatkan di Komisi IX DPR RI yang membidangi kesehatan dan ketenagakerjaan.
Dirinya dapat belajar lebih dan mendapatkan banyak pengalaman baru. Krisdayanti berharap bisa terus belajar mencontoh figur Bung Karno bapak bangsa, bahwa seni dan politik bisa berkolaborasi dengan harmoni. (ace/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










