Jumat
28 Agustus 2026 | 12 : 50

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kartika Hidayati Tegaskan Perjuangan Santri Untuk Negara

pdip-jatim-kartika-241020

LAMONGAN – Kalangan santri memiliki hari  istimewa, yakni tanggal 22 Oktober yang telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo menjadi Hari Santri Nasional (HSN) melalui keputusan presiden nomor 22 tahun 2015.

Tanggal 22 Oktober tersebut menjadi tolak ukur perjuangan para santri melalui resolusi jihad yang dicetuskan oleh Hadratus Syekh KH. Hasyim Asyari untuk menjaga kemerdekaan Indonesia dari penjajah Belanda.

Calon Bupati (Cabup) Lamongan nomor urut 3, Kartika Hidayati mengatakan, sesuai yang diajarkan oleh Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy’ari bahwa santri hidupnya hanya untuk negara.

“Apa yang diajarkan oleh Mbah Hasyim bahwa santri harus bisa  menciptakan rasa bela negara sampai titik darah penghabisan,” ujar Kartika Hidayati dengan didampingi Cawabup Saim serta Anggota Fraksi PDI Perjuangan Nasyirul Falah Amru saat kunjungan di wilayah Modo, baru-baru ini.

Kartika mengungkapkan, sejarah membuktikan bahwa resolusi jihad merupakan perwujudan dari hubbul wathon minal iman, atau cinta tanah air itu bagian dari iman kepada Allah SWT. 

“Semakin tinggi keimanan kita kepada Allah, semakin kuat rasa kita memiliki negara. Tentu saja tugas kita saat ini bagaimana menjadi yang terbaik bagi bangsa ini,” katanya.

Untuk menjadi yang terbaik bagi bangsa, Kartika menuturkan, salah satunya adalah menjadi pemimpin di Kabupaten Lamongan dengan memberikan kebijakan hingga membuat rakyat tersenyum. 

“Yakni mewujudkan kesejahteraan dan keberkahan bagi rakyat Lamongan serta bagaimana bisa memfasilitasi santri dengan penguatan eksistensi santri itu sendiri,” ucapnya.

Ketua PC Muslimat NU Lamongan ini menjelaskan, sesungguhnya negara yang kuat bisa dimunculkan dari pondok pesantren (ponpes) dengan mengoptimalisasikan keberadaan santri dengan segala kapasitasnya.

“Mulai dari penguatan kitab kuning dengan aplikasinya, penguatan pendidikan ilmiah, penguatan IT sampai penguatan enterpreneur santri,” tutur mantan anggota DPRD Provinsi Jatim ini.

Sehingga, lanjut Kartika, ketika santri lulus dari ponpes sudah siap menghadapi kehidupan dengan matang dan melanjutkan kuliah dengan pedoman agama yang sudah kuat, serta  berakhlak baik. 

“Dan inilah kedepan yang akan menjadikan pemimpin-pemimpin berkarakter. Bila jadi entrepreneur maka akan jadi entrepreneur yang berkarakter,” ujar Kartika Hidayati. (gesuri)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Serap Aspirasi di Kradenan, Evi Dwitasari: Pokir DPRD Harus Berorientasi Kepentingan Umum

PONOROGO – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ponorogo, Evi Dwitasari, menyerap aspirasi masyarakat ...
KRONIK

Perusakan ODCB Gumuk Lumpang Dilaporkan ke Polisi, DPRD Soroti Sikap Dinas

JEMBER – Pegiat budaya, Setio Hadi, melaporkan dugaan perusakan Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) Gumuk Lumpang di ...
LEGISLATIF

Bertemu Warga Ngawi, Novita Hardini Dapat Curhatan Nasib UMKM

NGAWI – Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Novita Hardini bertemu dengan para pelaku UMKM dan digital ...
SEMENTARA ITU...

Peringati 99 Tahun Harlah, Warga Pencak Organisasi Lumajang Gelar Tabur Bunga di TMP

LUMAJANG – Memperingati lahirnya Pencak Organisasi (PO) yang ke-99 tahun, warga PO Kabupaten Lumajang menggelar ...
LEGISLATIF

Puan Tegaskan DPR Terbuka Terima Aspirasi Rakyat, Tapi Harus Ikuti Mekanisme

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan DPR terbuka terhadap aspirasi masyarakat, termasuk menerima ...
KABAR CABANG

PDIP Kota Malang Percepat Konsolidasi Organisasi dan Pasang Target 12 Kursi di 2029

MALANG – DPC PDI Perjuangan Kota Malang mempercepat konsolidasi organisasi dengan menuntaskan struktur kepengurusan ...