Senin
29 Juni 2026 | 4 : 38

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kartika Hidayati Tegaskan Perjuangan Santri Untuk Negara

pdip-jatim-kartika-241020

LAMONGAN – Kalangan santri memiliki hari  istimewa, yakni tanggal 22 Oktober yang telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo menjadi Hari Santri Nasional (HSN) melalui keputusan presiden nomor 22 tahun 2015.

Tanggal 22 Oktober tersebut menjadi tolak ukur perjuangan para santri melalui resolusi jihad yang dicetuskan oleh Hadratus Syekh KH. Hasyim Asyari untuk menjaga kemerdekaan Indonesia dari penjajah Belanda.

Calon Bupati (Cabup) Lamongan nomor urut 3, Kartika Hidayati mengatakan, sesuai yang diajarkan oleh Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy’ari bahwa santri hidupnya hanya untuk negara.

“Apa yang diajarkan oleh Mbah Hasyim bahwa santri harus bisa  menciptakan rasa bela negara sampai titik darah penghabisan,” ujar Kartika Hidayati dengan didampingi Cawabup Saim serta Anggota Fraksi PDI Perjuangan Nasyirul Falah Amru saat kunjungan di wilayah Modo, baru-baru ini.

Kartika mengungkapkan, sejarah membuktikan bahwa resolusi jihad merupakan perwujudan dari hubbul wathon minal iman, atau cinta tanah air itu bagian dari iman kepada Allah SWT. 

“Semakin tinggi keimanan kita kepada Allah, semakin kuat rasa kita memiliki negara. Tentu saja tugas kita saat ini bagaimana menjadi yang terbaik bagi bangsa ini,” katanya.

Untuk menjadi yang terbaik bagi bangsa, Kartika menuturkan, salah satunya adalah menjadi pemimpin di Kabupaten Lamongan dengan memberikan kebijakan hingga membuat rakyat tersenyum. 

“Yakni mewujudkan kesejahteraan dan keberkahan bagi rakyat Lamongan serta bagaimana bisa memfasilitasi santri dengan penguatan eksistensi santri itu sendiri,” ucapnya.

Ketua PC Muslimat NU Lamongan ini menjelaskan, sesungguhnya negara yang kuat bisa dimunculkan dari pondok pesantren (ponpes) dengan mengoptimalisasikan keberadaan santri dengan segala kapasitasnya.

“Mulai dari penguatan kitab kuning dengan aplikasinya, penguatan pendidikan ilmiah, penguatan IT sampai penguatan enterpreneur santri,” tutur mantan anggota DPRD Provinsi Jatim ini.

Sehingga, lanjut Kartika, ketika santri lulus dari ponpes sudah siap menghadapi kehidupan dengan matang dan melanjutkan kuliah dengan pedoman agama yang sudah kuat, serta  berakhlak baik. 

“Dan inilah kedepan yang akan menjadikan pemimpin-pemimpin berkarakter. Bila jadi entrepreneur maka akan jadi entrepreneur yang berkarakter,” ujar Kartika Hidayati. (gesuri)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Doa Bersama untuk Bung Karno, DPC Ponorogo: Semoga Kader Partai Mampu Warisi Api Perjuangannya

PONOROGO – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ponorogo menggelar doa bersama dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno, ...
KRONIK

Magetan Diartikan Rocky Gerung: Marhaen Geregetan

MAGETAN – Akademisi Rocky Gerung datang di Magetan, Minggu (28/6/2026). Kesenian Reog Ponorogo menyambut kedatangan ...
KRONIK

Gus Falah: Regulasi Tegas Terhadap LGBT Selaras dengan Pancasila ‎

‎JAKARTA – Anggota Komisi III DPR RI, Nasyirul Falah Amru, menyatakan bahwa regulasi yang memuat sanksi hukum ...
KABAR CABANG

Ratusan Warga Manfaatkan Layanan Cek Kesehatan Gratis di DPC Magetan

MAGETAN – Dalam rangka memeriahkan Puncak Bulan Bung Karno 2026, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan ...
KABAR CABANG

Festival Mural Selesai, Kantor DPC Lamongan Bagai Galeri Seni Nasionalisme

LAMONGAN – Festival Mural Bulan Bung Karno 2026 digelar DPC PDI Perjuangan Lamongan berakhir Minggu (28/6/2026) ...
KABAR CABANG

PDIP Kota Blitar Bekali Gen Z Keterampilan Make Up untuk Buka Peluang Usaha

PDI Perjuangan Kota Blitar membekali perempuan Gen Z dengan keterampilan make up modern sebagai bekal berwirausaha ...