PONOROGO – Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko melaunching pengeboran sumur atau irigasi air tanah dalam di Desa Duri, Kecamatan Slahung, Kamis (3/6/2021).
Launching pengeboran sumur di Desa Duri ini mengawali program pembangunan sumur dalam sebanyak 25 titik yang tersebar di 25 kelompok tani, 21 desa dan 9 kecamatan.
Dimulainya pengeboran sumur dalam ini ditandai dengan memencet tombol sirine. Uniknya, launching sumur dalam ini juga dimeriahkan dengan teatrikal tari serta selamatan dengan 18 tumpeng.
Bupati yang akrab disapa Kang Giri ini mengatakan, memenuhi kebutuhan air untuk pertanian dan memperluas lahan pertanian produktif adalah salah satu mimpi besarnya.
“Memang sempat ada yang tidak percaya. Namun ketika melihat RKPD (Rencana Kerja Pembangunan Daerah), ternyata masih butuh banyak. Tidak hanya butuh 280 hektar saja dan itu harus dicapai setiap 20 hektar akan ada sumur dalam,” katanya.
Meski begitu, Bupati dari PDI Perjuangan itu minta untuk mengimbangi pengadaan sumur dalam ini dengan sumur resapan.
“Kita sudah berhutang air ke bumi. Maka limpahan air itu tidak boleh lari ke mana-mana. Dari tanah maka dikembalikan ke tanah pula,” ujar Kang Giri.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Ponorogo Andi Susetyo mengatakan, pertanian merupakan prioritas utama Bupati Sugiri Sancoko yang termaktub dalam Nawa Dharma Nyata Menuju Ponorogo Hebat.
Di bidang pertanian, salah satu inovasinya adalah pengadaan sumur dalam untuk tiap 20 hektar lahan pertanian.
Menurutnya, program sumur dalam ini penting dan strategis karena air masih menjadi sesuatu yang sangat dibutuhkan petani.
“Terutama pada lahan tadah hujan, pertanian kering dan wilayah yang belum beririgasi teknis pada saat musim kemarau,” beber Andi.
Program ini diharapkan mencegah adanya konflik yang kerap terjadi terkait pengairan yang terjadi di masyarakat. “Program inovasi sumur dalam ini penting dan strategis karena akan menambah kecukupan kebutuhan air petani,” katanya.
“Sengaja kami pilih lokasi ini (Desa Duri) karena cukup tinggi untuk sumur dalam. Sehingga bisa memenuhi kebutuhan petani di Desa Duri yang punya luasan lahan sawah 50 hektar dan non-sawah 25 hektar. Dengan daya gravitasi air akan mengalir ke sawah,” ujar Andi.
Dia menambahkan, program ini juga diharapkan akan meningkatkan produktifitas berbagai komoditas pertanian, terutama padi di Kabupaten Ponorogo. (jrs/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS









